Waspada, Menkes Prediksi Covid-19 Melonjak Pertengahan Juli Ini

Menu

Mode Gelap
FIFA Resmi Umumkan Jadwal Kick-off Piala Dunia 2022 Dimajukan Hari Ini Harga Emas Antam Turun Rp 5.000 Per Gram Diserang Kelompok ADF, 800 Napi Penjara di Kongo Timur Kabur Jangan Telat Perpanjang Sim, Cek di Sini Lokasinya! Bupati Pemalang Terjaring OTT KPK

Kesehatan · 27 Jun 2022 09:38 WIB

Waspada, Menkes Prediksi Covid-19 Melonjak Pertengahan Juli Ini


 Ilustrasi Covid-19. (Elements Envato/Suara.com/Bogordaily.net) Perbesar

Ilustrasi Covid-19. (Elements Envato/Suara.com/Bogordaily.net)

Bogordaily.net– Puncak lonjakan kasus positif Covid-19 akibat subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 diperkirakan akan terjadi pada pertengahan Juli 2022. Prediksi naiknya angka Covid-19 tersebut diungkapkan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin.

Menurut Budi, hal itu didasari atas pengamatan lonjakan Covid-19 yang terjadi di negara asal subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 yakni Afrika Selatan.

“Kalau polanya sama dengan di Afrika Selatan, perkiraan puncak (di Indonesia) bisa kena di pekan kedua dan ketiga Juli 2022,” kata Budi usai menerima bantuan mesin refrigerator vaksin dari Pemerintah Jepang di JICT Tanjung Priok, Jakarta Utara, dikutip Suara.com dari Antara.

Budi menjelaskan, kenaikan kasus di Afrika Selatan dalam sebulan terakhir hanya sepertiga dari kenaikan kasus di puncak Omicron BA.1. Angka pasien yang dirawat di rumah sakit hanya sepertiga dari puncak Omicron.

“Angka kasus kematiannya sekitar 10 persen dari puncaknya Omicron,” imbuh Budi terkait prediksi kasus Covid-19.

Jika Indonesia meniru pola yang terjadi di Afrika Selatan, lanjut Budi, diperkirakan puncak kasus di Tanah Air mencapai 30 persen dari puncak Omicron, atau setara 17.000 hingga 18.000 pasien dan setelah itu akan turun kembali.

“Namun dengan jumlah pasien yang masuk rumah sakit dan kematian jauh lebih rendah dari gelombang sebelumnya,” katanya.

Lebih lanjut Budi memastikan reproduction rate nasional masih terkendali sebab berada di bawah 1 persen. Positivity rate nasional masih terkendali di 3,61 persen atau di bawah standar WHO berkisar 5 persen.

Laju penularan COVID-19 di Indonesia kini mencapai 2.000 lebih kasus per hari, tapi masih berada di level 1 versi Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO).

“Memang ada kenaikan dari 200 ke 2.000-an kasus saat ini. Tapi puncak gelombang di Indonesia sebelumnya mencapai 60.000-an kasus per hari,” ujarnya.

Budi menjelaskan WHO memberikan standar level 1 situasi pandemi di suatu negara dengan indikator 20 kasus per pekan, per 100.000 penduduk. Jika disesuaikan dengan situasi di Indonesia, maka standar level 1 WHO berkisar 7.800 per hari.

“Kalau masih di bawah itu (standar WHO), artinya masih di level 1 PPKM. Di Indonesia saat ini, 2.000-an kasus,” tegasnya.

Namun diakuinya masih ada beberapa propinsi di Indonesia seperti DKI Jakarta dan Banten sudah di atas 5 persen, sehingga ia pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak panik menghadapi situasi pandemi.***

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

5 Hal yang Dilakukan Sebelum Tidur demi Kesehatan

13 Agustus 2022 - 18:28 WIB

Dilakukan sebelum tidur

Salah Satunya Mencerahkan Kulit, Ini 5 Manfaat Apel untuk Kesehatan Wajah

13 Agustus 2022 - 16:34 WIB

Ngeri, Pesan Dokter Boyke Jangan Keseringan Minum Kopi Obat Kuat Berbahaya!!!

12 Agustus 2022 - 18:53 WIB

Kebiasaan Pagi Hari

Kenali 5 Sinyal Tubuh Alami Dehidrasi, Jangan Diabaikan!

12 Agustus 2022 - 11:49 WIB

Dehidrasi

Wajib Tahu! Manfaat Ciuman dengan Pasangan bagi Kesehatan

12 Agustus 2022 - 09:52 WIB

Fakta Unik, Rutin Makan Sayur Bisa Tingkatkan Daya Ingat

12 Agustus 2022 - 09:27 WIB

Makan Sayur
Trending di Kesehatan