Alami Sakit, 240 Jemaah Calon Haji Jalani Safari Wukuf

Menu

Mode Gelap
Ini Lokasi Perpanjang SIM di Kota Bogor, Kamis 11 Agustus 2022 Pekan Depan, LPSK Umumkan Hasil Asesmen Istri Ferdy Sambo Waspada, BMKG Ramalkan Kota Bogor Hujan, Kamis 11 Agustus 2022 Harga Emas Antam dan UBS di Pegadaian, Rabu 10 Agustus 2022 Profil Irjen Ferdy Sambo, Tersangka Kasus Pembunuhan Brigadir J

Haji 2022 · 5 Jul 2022 20:02 WIB

Alami Sakit, 240 Jemaah Calon Haji Jalani Safari Wukuf


 Bagi Jamaah Calon Haji yang Kurang Sehat, Diperbolehkan Untuk Menjalani Safari Wukuf. (Kompas/Bogordaily.net) Perbesar

Bagi Jamaah Calon Haji yang Kurang Sehat, Diperbolehkan Untuk Menjalani Safari Wukuf. (Kompas/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Sebanyak 204 jemaah calon haji yang akan menjalani safari wukuf. Safari wukuf dilakukan karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan untuk wukuf mandiri.

Jamaah yang disafariwukufkan tersebut memang kondisi kesehatannya tidak memungkinkan untuk wukuf atau lempar jumrah secara mandiri.

Pada proses ini jemaah haji yang dirawat di rumah sakit Indonesia dibawa ke Padang Arafah menggunakan ambulans atau bus khusus untuk melaksanakan wukuf.

Data ini keluar dari Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daerah Kerja (Daker) Mekkah, Arab Saudi.

Pada proses ini jemaah haji yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit akan berangkat ke Padang Arafah. Mereka akan menggunakan ambulans atau bus khusus untuk melaksanakan wukuf.

“Per hari ini kita sudah skrining lebih dari 1.000 calon haji yang risiko tinggi. Dari 1.000 yang risiko tinggi, kita lakukan ‘medical check up’ ada 204 orang yang harus di safariwukufkan,” kata Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan RI Budi Sylvana di Mekkah.

Kondisi kesehatan calon haji tersebut tidak memungkinkan untuk wukuf atau lempar jumrah secara mandiri. Jadi kita akan usulkan kepada Kemenag agar 204 orang ini bisa safari wukuf,” katanya.

Ia mengatakan, musim haji tahun ini KKHI Mekkah melakukan skrining ulang seluruh calon haji risiko tinggi. Dengan layanan kesehatan spesialis.

Hal ini agar angka jemaah yang sakit bisa terkendali. Dari skrining tersebut akan ketahuan mana calon haji yang mampu wukuf mandiri. Dan mana yang perlu safari wukuf.

Ia mengatakan saat ini memasuki masa kritis ibadah haji dan puncaknya pada saat di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Maka skrining ulang harus selesai sebelum 9 Dzulhijjah.

Budi mengatakan mayoritas calon haji risiko tinggi memiliki penyakit komorbid hipertensi dan terkait kardiovaskular. Berbeda dengan prediksi awal yang prakiraanya akan banyak penyakit terkait pernapasan. Apalagi baru selesai pandemi Covid-19.

KKHI di Mekkah menyediakan kurang lebih 10 bus. Empat bus untuk jemaah sakit yang posisinya berbaring. Dan enam bus untuk jemaah safari wukuf dalam kondisi duduk.

Untuk bus yang duduk, jumlah kursi yang diisi kurang lebih 50 persen, dengan estimasi satu bus dapat membawa 25 jemaah. Sehingga total sekitar 125 jemaah haji bisa safari wukuf dengan bus.***

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

Menilik Jabal Rahmah, Salah Satu Tempat yang Didatangi Jamaah Haji

11 Agustus 2022 - 13:42 WIB

Sudah 81.612 Jamaah Haji Indonesia Tiba di Tanah Air

10 Agustus 2022 - 09:10 WIB

Update! Sudah 78.369 Jamaah Haji Tiba di Indonesia

9 Agustus 2022 - 10:25 WIB

Badai Pasir di Madinah, Ini Pesan Buat Jamaah Haji Indonesia

8 Agustus 2022 - 14:57 WIB

Menag Gus Yaqut Sambut Petugas Haji di Soetta

8 Agustus 2022 - 09:10 WIB

petugas haji

Bandara Madinah Dilanda Badai Pasir, Begini Kondisi Jamaah Haji Indonesia

8 Agustus 2022 - 08:23 WIB

Trending di Haji 2022