AMBS Sebut Pembangunan Jalan Tol Puncak Mematikan Ekonomi

Menu

Mode Gelap
Buntut Tragedi Stadion Kanjuruhan, Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat Dicopot! Update Korban Tragedi Kanjuruhan: 174 Orang Meninggal Dunia Terbaru! Ini Lokasi Sim Keliling Kota Bogor, Jumat 30 Sepember 2022 Lagi! Kota Bogor Hujan Hari Ini, Jumat 30 September 2022 Melonjak Rp 10 ribu Per Gram, Cek Harga Emas Antam Hari Ini

Kabupaten Bogor · 15 Jul 2022 13:29 WIB

AMBS Sebut Pembangunan Jalan Tol Puncak-Caringin Bisa Mematikan Ekonomi Rakyat


 Jalur Wisata Puncak, Kabupaten Bogor yang Kerap Macet. Apalagi Disaat Libur Akhir Pekan. (Irfan/Bogordaily.net) Perbesar

Jalur Wisata Puncak, Kabupaten Bogor yang Kerap Macet. Apalagi Disaat Libur Akhir Pekan. (Irfan/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Rencana pembangunan jalan tol Puncak – Caringin, Kabupaten Bogor yang digaungkan pemerintah pusat tak melulu mendapat dukungan, melainkan kritikan dari masyarakat, salah satunya dari Aliansi Masyarakat Bogor Selatan (AMBS).

Aliansi yang mewakili warga Bogor Selatan itu menilai pembangunan Jalan Tol dari Puncak ke Caringin dan sebaliknya dengan panjang 18 kilometer itu dinilai tidak pro rakyat.

Artinya, hanya kepentingan belaka tanpa melihat dampak perekonomian rakyat yang selama ini mencari nafkah melalui jualan kecil di pinggir jalan.

“Yang kita inginkan jalan tembus itu bentuknya bukan jalan tol, tapi bentuk yang bisa digunakan oleh masyarakat lokal. Artinya kalau jalan tol yang jelas banyak kerugian masyarakat, khususnya para pedagang kaki lima yang notabene kebutuhan makannya dari situ. Tetapi kalau jalan tol secara otomatis hanya menguntungkan orang-orang tertentu saja,” ungkap Wakil Sekretaris AMBS, Azet Basuni kepada wartawan, belum lama ini.

Ia melanjutkan, seharusnya solusi dalam mengurai kemacetan itu bukan dibangunkannya jalan Tol, tetapi seyogyanya pemerintah cukup melebarkan jalan yang sudah ada, mulai dari Cisarua atau jalan dari Citeko menuju jalur alternatif ke Pasir Muncang, kemudian ke Cibeduk hingga Caringin tinggal dibuka jalurnya dengan pelebaran jalan.

“Jadi, poinnya adalah dilebarkan jalan tembus yang dari cisarua, citeko yang mengarah ke pasir muncang alternatif terus juga ke cibeduk dan ke caringin itu kan tinggal di buka saja jalur-jalur yang sudah ada dilebarkan, diperbaiki dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Bukan itu saja, Ia juga menyampaikan pembangunan jalan tol Puncak-Caringin sepanjang 18 kilometer itu pastinya menelan anggaran yang besar, apalagi ketika diserahkan kepada swasta maka yang diuntungkan tentu pihak swasta.

“Nah masyarakat diuntungkan enggak di situ?. Engga diuntungkan. Secara otomatis kami minta kepada pemerintah pusat mengkaji kembali untuk pembuatan jalan tol Caringin- Puncak,” tegasnya*

(Heri Supriatna)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

Ridwan Muhibi Soroti Maraknya Gengster yang Meresahkan Masyarakat

3 Oktober 2022 - 19:20 WIB

maraknya gengster

Lihat Progres Pembangunan Jembatan Rawayan, Plt. Bupati Bogor Turun Langsung ke Desa Mekarjaya

3 Oktober 2022 - 16:20 WIB

pembangunan Jembatan Rawayan

Himpro BKI IUQI Bogor Berkunjung ke Pesantren Qotrunnada Depok

3 Oktober 2022 - 14:22 WIB

Mahasiswa IUQI Bogor: Keresahan Masyarakat Terhadap Gangster

3 Oktober 2022 - 14:17 WIB

Himpro BKI IUQI Gelar Diklat BKI 2022   

3 Oktober 2022 - 13:21 WIB

Jadwal Razia Operasi Zebra di Bogor: Awas Jangan Lupa Pakai Helm SNI

3 Oktober 2022 - 10:24 WIB

Trending di Kabupaten Bogor