Ambulans Indonesia Jadi Percontohan Negara Lain di Arab Saudi

Menu

Mode Gelap
Harga Emas Antam dan UBS di Pegadaian, Rabu 10 Agustus 2022 Profil Irjen Ferdy Sambo, Tersangka Kasus Pembunuhan Brigadir J Kota Bogor Diramalkan Cerah Berawan, Rabu 10 Agustus 2022 E-KTP Jadi Syarat Beli Rokok? Terkini! Ini Lokasi Simling Kota Bogor, Selasa 9 Agustus 2022

Haji 2022 · 1 Jul 2022 08:00 WIB

Ambulans Indonesia Jadi Percontohan Negara Lain di Arab Saudi


 Ambulans Indonesia. (Dok. Kemenkes/Suara.com/Bogordaily.net) Perbesar

Ambulans Indonesia. (Dok. Kemenkes/Suara.com/Bogordaily.net)

Bogordaily.net– Membanggakan! Ambulans Indonesia menjadi percontohan negara lain di Arab Saudi. Salah satu negara yang diminta untuk mencontoh Indonesia adalah negara Maroko.

Ambulans dari Indonesia mendapatkan sertifikat Hilal Ahmar. Sertifikat ini merupakan syarat bagi kendaraan yang ingin beroperasi di puncak haji.

“Dua hari kemarin kami diperiksa di Hilal Ahmar. Alhamdulillah memenuhi syarat. Artinya ambulans kita, utamanya nanti ketika puncak armuzna, dapat beroperasional di daerah Masyair (Arafah-Muzdalifah-Mina), karena yang boleh masuk adalah Ambulans yang punya sertifikat itu,” kata koordinator ambulans, dr. Mamang Bagiansyah, SpPD, dalam keterangan yang dilansir dari Suara.com.

Sertifikasi dikeluarkan bagi kendaraan yang memenuhi baik syarat fisik maupun fungsi. Sertifikasi ini ditandai dengan penempelan sticker pada ambulans.

Syarat fisik yang harus dilengkapi di antaranya adalah usia kendaraan tidak boleh lebih dari 5 tahun. Sementara syarat fungsi yang harus dipenuhi lanjut dr. Mamang, di antaranya adanya kelengkapan seperti tas emergency, tas tabung oksigen besar dan kecil, main strecher, stretcher lipat, alat suction, tensi, obat obat, DC shock, obat obatan, intubasi, stick gula darah, kasa, hand scone, masker, manset dan sebagainya.

“Ada spinal board juga, Papan untuk angkat pasien dengan cedera spinal, ada untuk head imobilizer. Kurang lebih 60 item yang harus kita penuhi,” jelasnya.

Salah satu negara yang diminta untuk mencontoh Indonesia adalah negara Maroko.

“Kebetulan ada negara lain, Maroko yang melakukan sertifikasi bersama Indonesia. Mereka ada 3 ambulans, itu belum lulus, sampai ditunjukkan ambulans kita. Alhamdulillah jadi contoh,” imbuhnya.

Sementara itu selama fase Armuzna, ambulans akan digunakan sebagai operasional untuk mobilisasi pasien baik di pos kesehatan di Arafah, Muzdalifah maupun Mina.

“Di arafah misalnya, ada pos-pos kesehatan, begitu ada masalah kesehatan jemaah, mobilisasi di situ untuk emnjemput pasien, dibawa ke KKHI atau untuk rujukan ke RSAS,” katanya.***

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

Sudah 81.612 Jamaah Haji Indonesia Tiba di Tanah Air

10 Agustus 2022 - 09:10 WIB

Update! Sudah 78.369 Jamaah Haji Tiba di Indonesia

9 Agustus 2022 - 10:25 WIB

Badai Pasir di Madinah, Ini Pesan Buat Jamaah Haji Indonesia

8 Agustus 2022 - 14:57 WIB

Menag Gus Yaqut Sambut Petugas Haji di Soetta

8 Agustus 2022 - 09:10 WIB

petugas haji

Bandara Madinah Dilanda Badai Pasir, Begini Kondisi Jamaah Haji Indonesia

8 Agustus 2022 - 08:23 WIB

Alhamdulillah, Sudah 69.944 Jamaah Haji Pulang ke Tanah Air

7 Agustus 2022 - 08:16 WIB

Trending di Haji 2022