DPS: Implementasi Bogor Kota Layak Anak Minim

Menu

Mode Gelap
FIFA Resmi Umumkan Jadwal Kick-off Piala Dunia 2022 Dimajukan Hari Ini Harga Emas Antam Turun Rp 5.000 Per Gram Diserang Kelompok ADF, 800 Napi Penjara di Kongo Timur Kabur Jangan Telat Perpanjang Sim, Cek di Sini Lokasinya! Bupati Pemalang Terjaring OTT KPK

Kota Bogor · 1 Jul 2022 11:51 WIB

Buntut Kekerasan Dekat Istana, DPS: Implementasi Bogor Kota Layak Anak Minim


 Anggota DPRD Kota Bogor Komisi lV, Devie Prihartini Sultani.(Istimewa/Bogordaily.net) Perbesar

Anggota DPRD Kota Bogor Komisi lV, Devie Prihartini Sultani.(Istimewa/Bogordaily.net)

Bogordaily.net–  Viralnya video yang memperlihatkan seorang remaja putri berinisial PC (14) menjadi korban penganiayaan di dekat Istana Bogor tepatnya di sekitaran Sempur, Kecamatan Bogor Tengah mendapat kritikan keras dari berbagai kalangan. Salah satunya dari Anggota DPRD Kota Bogor Komisi lV, Devie Prihartini Sultani atau DPS. Ia mengaku miris dengan adanya aksi kekerasan tersebut dan menilai implementasi predikat Bogor Kota Layak Anak masih minim.

“Saya miris sekali dengan kejadian perundungan yang terjadi di Kota Bogor, terjadinya pun di siang hari, di dekat Istana Bogor pula, dan pelakunya diketahui adalah remaja perempuan,” kata Devie kepada awak media, Kamis, 30 Juni 2022.

Menurut Devie, kejadian ini harus mendapatkan perhatian serius dari Wali Kota Bogor Bima Arya dan jajarannya untuk lebih peka dan antisipasi terhadap aksi perundungan maupun tawuran.

Hal tersebut kata dia, tidak hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama baik orang tua maupun guru pendidik. Ilmu yang didapat di sekolah sebaiknya diimbangi juga dengan akhlak perilaku, sehingga bukan hanya ilmu-ilmu teori.

“Kita juga punya program sekolah ibu yang bertujuan untuk menjadikan keluarga lebih baik, meningkatkan ketahanan keluarga dan lain-lain, jadi ibu-ibu di Kota Bogor disekolahkan tidak hanya anak-anaknya saja, namun rasanya dengan kejadian hal seperti ini yang berulang-ulang saya rasa belum dirasakan hasilnya ya. Implementasinya masih minim dengan predikat kota ramah anak,” ungkapnya.

Seperti diketahui beberapa waktu lalu Kota Bogor menerima penghargaan Kota Layak Anak (KLA) tingkat Madya ke-tiga kalinya dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA).

Sementara itu sebelumnya diberitakan, jajaran Polresta Bogor Kota menciduk para pelaku sebanyak lima orang yang diduga melakukan penganiayaan di sekitaran Sempur.

“Sejak video itu viral, kami telah melakukan penyelidikan untuk mencari tempat dan para pelaku juga korban. Pada hari Senin, 27 Juni 2022 kemarin telah datang seorang ibu selaku orang tua dari korban PC (14) melaporkan kejadian tersebut,” kata Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro saat konferensi pers di Mako Polresta Bogor Kota pada Rabu 29 Juni 2022.

Susatyo mengatakan, peristiwa terjadi pada Minggu, 26 Juni 2022 sekitar pukul 14.00 WIB berlokasi di kawasan Sempur tepatnya di dekat lorong dari kebun raya menuju ke Lapangan Sempur. Di lokasi, kata Susatyo kondisinya tidak terlihat dari jalan raya.

“Kami telah mengamankan sebanyak 5 orang pelaku diantaranya SL (17) putus sekolah warga Cijeruk Kabupaten Bogor, JR (12) pelajar kelas 8 warga Cikaret, DS (14) putus sekolah warga Mulyaharja, CC (14) pelajar baru lulus SMP dan PT (14) pelajar kelas 9 warga Pasir Jaya,” ungkapnya.

Adapun kronologis kejadian, jelas Susatyo, sekitar tiga pekan lalu, terjadi perselisihan diantara mereka atau kelompok All Empang yang beranggota sekitar 17 orang.

Dalam perselisihan di All Empang ini, lanjut Susatyo, kedua tersangka yaitu SL dan JR dituduh telah menjadi faktor pemicu perselisihan dengan anggota lain. Padahal kedua pelaku tidak melakukan dan akhirnya menuduh korbanlah yang terlibat dalam perselisihan tersebut.

“Beberapa kali pelaku ingin mengklarifikasi kepada korban sudah 3 kali dan terakhir pada Minggu, 26 Juni 2022 hingga terjadilah perundungan atau penganiayaan bersama,” ujarnya.

Atas kejadian tersebut, orang tua korban langsung membuat laporan polisi di Polresta Bogor Kota.

“Setelah mendapat laporan polisi, kami melakukan tindakan dengan memeriksa korban dan mengumpulkan bukti-bukti termasuk visum,” jelasnya.

Selain melakukan pemeriksaan terhadap korban dan mengumpulkan bukti-bukti, tambah Susatyo, pihaknya telah memeriksa empat orang saksi salah satunya NT, yang memvideokan hingga memviralkan atau meng-upload di media sosialnya.

(Ibnu Galansa Montazerry)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

Sukses, Kodim 0606/Kota Bogor Gelar Fun Run 2022

13 Agustus 2022 - 15:58 WIB

Peltu Ridwan Dampingi Pemberian Imunisasi Anak Nasional

13 Agustus 2022 - 15:42 WIB

Koptu Andry H Hadiri Kegiatan Santunan Anak Yatim

13 Agustus 2022 - 13:47 WIB

Kodim 0606 Melalui Babinsa Kelurahan Mulyaharja Hadiri Lomba MTQ

13 Agustus 2022 - 13:27 WIB

Serda Dedi Jumaedi Dampingi Kegiatan Santunan Anak Yatim Piatu

13 Agustus 2022 - 13:15 WIB

Jelang HUT RI ke-77, Warga Antusias Mengisi Lomba Kemerdekaan

13 Agustus 2022 - 11:53 WIB

Trending di Kota Bogor