Demo Pemerintah Uzbekistan Membara, 18 Orang Tewas, 243 Luka, 516 Ditangkap

Menu

Mode Gelap
FIFA Resmi Umumkan Jadwal Kick-off Piala Dunia 2022 Dimajukan Hari Ini Harga Emas Antam Turun Rp 5.000 Per Gram Diserang Kelompok ADF, 800 Napi Penjara di Kongo Timur Kabur Jangan Telat Perpanjang Sim, Cek di Sini Lokasinya! Bupati Pemalang Terjaring OTT KPK

Internasional · 5 Jul 2022 10:38 WIB

Demo Pemerintah Uzbekistan Membara, 18 Orang Tewas, 243 Luka, 516 Ditangkap


 Ilustrasi demonstrasi Perbesar

Ilustrasi demonstrasi

Bogordaily.net – Demo pemerintah Uzbekistan membara, 18 orang tewas, 243 luka-luka serta 516 ditangkap.

Demo pemerintah Uzbekistan itu memprotes kebijakan pemerintah yang mengurangi hak otonomi provinsi. Pemerintah berencana untuk mengubah pasal dalam konstitusi terkait otonomi dan hak Karakalpakstan untuk memisahkan diri.

Dia menyatakan keadaan darurat selama satu bulan di provinsi barat laut itu.

Dalam demonstrasi itu, aparat keamanan menangkap 516 orang ketika berusaha membubarkan demonstran Jumat lalu, tetapi banyak dari mereka sudah dibebaskan, kata kantor pers garda nasional dalam jumpa pers.

Presiden Shavkat Mirziyoyev pada Sabtu mengumumkan rencana untuk mengubah pasal dalam konstitusi terkait otonomi dan hak Karakalpakstan untuk memisahkan diri.

Dia juga menyatakan keadaan darurat selama satu bulan di provinsi barat laut itu.

Laporan-laporan resmi mengatakan pengunjuk rasa berpawai di jalan-jalan Nukus, ibu kota provinsi itu, Jumat lalu dan berusaha menduduki gedung-gedung pemerintah setempat.

Aksi tersebut memicu kekerasan terburuk dalam dua dekade terakhir di negara Asia Tengah berpenduduk 34 juta jiwa itu.

Karakalpakstan, yang terletak di pesisir Laut Aral, adalah rumah bagi Karakalpak, sebuah kelompok suku minoritas yang bahasanya lebih mirip dengan Kazakhstan daripada Uzbekistan.

Mirziyoyev pada Senin berbicara dengan Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev, yang negaranya ditinggali oleh diaspora Karakalpak paling banyak di luar negeri.

Kantor Tokayev mengatakan dirinya menyambut baik tindakan pemerintah Uzbekistan untuk memastikan stabilitas di Karakalpakstan. (Sumber: Antara/Reuters)

Sumber: suara.com

Artikel ini telah dibaca 100 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

Paspor Baru Tanpa Kolom Tanda Tangan, Jerman Tolak WNI

13 Agustus 2022 - 19:09 WIB

Sekongkol dengan Paranormal, Perempuan Ini Menipu Ibu Kandungnya Hingga Rp2,53 Triliun

13 Agustus 2022 - 09:20 WIB

menipu

Diduga Pemicu Kanker, Bedak Bayi Johnson & Johnson Akan Berhenti Produksi

13 Agustus 2022 - 08:30 WIB

Alami Kekeringan, Inggris Lakukan Pembatasan Penggunaan Air di Beberapa Rumah

13 Agustus 2022 - 08:17 WIB

Inggris Kekeringan

Adik Kim Jong Un Ancam Balas Biang Kerok Covid-19, Korsel Siaga

12 Agustus 2022 - 15:21 WIB

Google Luncurkan Situs untuk Bantu Anak Belajar Membaca

12 Agustus 2022 - 12:35 WIB

belajar membaca
Trending di Internasional