Gaji Para Petinggi ACT Mencapai Ratusan Juta, Ini Penjelasnnya

Menu

Mode Gelap
Tim Pancasila Tangguh Kibarkan Sang Merah Putih di Istana Merdeka Rayakan HUT RI, Pemkot Bogor Upacara Bendera di Lapangan Sempur Mulai Hari Ini, Biaya Transfer Beda Bank Cuma Rp 77 Pakai Mobil Mercy, Perempuan Ini Maling Cokelat di Minimarket Gereja di Mesir Kebakaran, 41 Tewas Termasuk 18 Anak-anak

Nasional · 6 Jul 2022 21:11 WIB

Gaji Para Petinggi ACT Mencapai Ratusan Juta, Ini Penjelasnnya


 Ilustrasi. (idxchannel/Bogordaily.net) Perbesar

Ilustrasi. (idxchannel/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Publik tengah digemparkan dengan lembaga filantropi Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang diduga menyelewengkan dana umat. Terlebih gaji para petinggi ACT yang mencapai ratusan juta hingga dana operasional yang cukup gemuk.

Petinggi ACT dipimpin Presiden ACT Ibnu Khajar dan Dewan Pembina Syariah Ust Bobby Herwibowo bereaksi. Mereka meluruskan isu-isu miring yang beredar di masyarakat. Salah satunya terkait gaji dan operasional ACT yang mencapai Rp71 miliar.

Ibnu menjelaskan, gaji petinggi dan operasional ACT diambil 13,7 persen dari dana kemanusiaan pada rentang tahun 2017-2021. Bila dihitung dana 13,7% dengan nominal anggaran di 2020, maka ACT memakai dana operasional kurang lebih Rp71,10 miliar.

Anggaran tersebut, kata Ibnu, adalah hal yang wajar dan masih sesuai aturan secara syariat Islam.

”Dalam lembaga zakat, secara syariat dibolehkan 1/8 atau 12,5 persen ini patokan kami secara umum. Tidak ada secara khusus (aturan negara) untuk operasional lembaga,” kata Ibnu, dikutip dari CNNIndonesia.com, Rabu, 6 Juli 2022.

Sementara dikutip dari laporan keuangan tahun 2020 ACT, donasi yang terkumpul mencapai Rp519,35 miliar. Dana tersebut didapat dari 348.000 donatur yang paling besar diperoleh dari publik mencapai 60,1%. Kemudian korporat 16,7% dan lain-lain untuk disalurkan dalam 1.267.925 transaksi.

”Dari 2020 dana operasional Rp519 miliar. Kami menunaikan aksi program ke masyarakat 281 ribu aksi, penerima manfaatnya 8,5 juta jiwa. Jumlah relawan terlibat, sebanyak 113 ribu,” ujar dia.

Ibnu juga mengaku bisa saja melakukan potongan hingga 30 persen untuk operasional lembaga. Lantaran tidak ada aturan berapa patokan maksimal untuk potongan lembaga filantropi umum. Tidak seperti lembaga pengumpul zakat.

”Kalau ACT potong itu 13,7 %, potongannya itu. Wakaf tidak dipotong, syariatnya tidak dipotong, zakat 12,5%, yang lain diambil dari infaq umum, CSR, dana hibah itu yang diambil (untuk dana 13,7%),” tuturnya.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

Purnawirawan TNI Ditusuk hingga Tewas, Ahmad Sahroni Ingatkan Polisi

18 Agustus 2022 - 20:08 WIB

Kadisdik Jabar Apresiasi Sekolah yang Peringati HUT ke-77 RI dengan Lomba Muatan Lokal

18 Agustus 2022 - 19:07 WIB

Gercep! Panglima TNI Langsung Perintahkan Jendral Penembak Kucing Diproses Hukum

18 Agustus 2022 - 18:01 WIB

Keturunan PKI

Awas Tertipu! Berikut Cara Cek Keaslian Uang Rupiah Baru 2022

18 Agustus 2022 - 17:34 WIB

Syarat dan Cara Dapatkan Uang Rupiah Terbaru 2022

18 Agustus 2022 - 17:06 WIB

Paspor Indonesia Tidak Ada Kolom Tanda Tangan Kini Diterima Pemerintah Jerman

18 Agustus 2022 - 14:05 WIB

paspor indonesia
Trending di Nasional