Bogordaily.net – Peringatan Hari Sungai Nasional yang jatuh pada 27 Juli 2022 ini, sepertinya tak sebanding dengan kondisi sungai yang ada di Indonesia, salah satunya sungai hulu Ciliwung yang berada di wilayah Puncak Cisarua, Kabupaten Bogor yang kondisinya penuh sampah dan kotor.
Salah seorang aktivis lingkungan yang kini menjadi pengurus Komunitas Penggiat Pelestari Lingkungan (Pepeling) Bogor Raya, Iwan Sufwan mengatakan, seharusnya momentum Hari Sungai Nasional itu dibarengi dengan kondisi sungai yang bersih dan bersahabat dengan lingkungan.
Namun faktanya, ternyata kondisi sungai masih saja menjadi masalah lantaran pemerintah dianggap belum sepenuhnya mengatasi masalah tersebut, begitu juga dengan kesadaran manusianya yang tidak peduli terhadap lingkungan, sehingga mengakibatkan sungai menjadi kotor karena penuh sampah.
“Kami dari Komunitas Pepeling secara berkala mengadakan giat bebersih dengan melibatkan berbagai pihak bahkan hingga KLHK kita libatkan. Tetapi itu tidak memperbaiki keadaan secara signifikan. Perawatan, pengelolaan dan pengawasan sungai memang erat kaitannya dengan kesadaran moral yang tinggi bahkan mungkin ini masuk ranah bagi semua pihak, terutama para pemangku kebijakan yang harus action melakukan langkah dalam memperbaiki kondisi sungai–sungai yang ada di kawasan hulu,” kata Iwan, Rabu, 27 Juli 2022.
Menurutnya, persoalan sungai tidak akan pernah selesai dengan ribuan aksi beberesih jika mental dan moral pencemarnya tidak dibenahi.
“Harus ada punishment and reward yang jelas dan dirasakan langsung terutama oleh warga bantaran. Kalau cuma regulasi dan ancaman sanksi tidak akan berfungsi kecuali sarana pendukungnya difasilitasi,” ungkap Ki Mechin sapaan akrabnya.
Kemudian, spot-spot pengelolaan sampah juga seharusnya tersedia di beberapa titik bantaran sungai. Supaya sampah-sampahnya bisa terurai.
“Semoga kita semua segera terjaga untuk mewujudkan mimpi Sungai yang asri. Selamat hari Sungai. Meski hingga kini sungainya belum selamat dan terselamatkan,” ucapnya.
Terpisah, Ketua LSM IKKPAS mengatakan, terkait kondisi sungai saat ini sangat memprihatinkan, dimana sungai yang dulu digunakan masyarakat untuk berbagai kebutuhan. Namun hari ini nampak terlihat seperti bak besar yang dipenuhi berbagai jenis sampah.
“Disini perlu dipertegas regulasinya dan batas wilayah bangunan, larangan menebang pohon disepanjang atau sepadan sungai, bahkan mesti diperbanyak penanaman pohon. Kemudian Pemdes dan Pemkab harus mampu menyediakan sarana dan prasarana untuk penanggulangan masalah sampah disekitar sepadan,” katanya*
(Heri Supriatna/Riyaldi Suhud)