Kades Tangkil Masuk Bui, Ini Pesan Katar Caringin Bogor

Menu

Mode Gelap
Hasil Piala Asia U-17, Timnas Indonesia Menang Tipis 3-2 Atas UEA Siap-siap Tampung Air, Pipa PDAM Sedang dalam Perbaikan Tidak Ditilang, Polisi Tegur Ratusan Pelanggar pada Hari Kedua Operasi Zebra Lodaya Update Terkini Perbaikan Pipa PDAM, Ini Wilayah yang Terdampak Buntut Tragedi Stadion Kanjuruhan, Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat Dicopot!

Kabupaten Bogor · 20 Jul 2022 18:40 WIB

Kades Tangkil Masuk Bui, Ini Pesan Katar Caringin Bogor


 Ketua Karang Taruna Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Ahmad Fauzi. (Istimewa/Bogordaily.net) Perbesar

Ketua Karang Taruna Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Ahmad Fauzi. (Istimewa/Bogordaily.net)

Bogordaily.net–  Ketua Karang Taruna (Katar) Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Ahmad Fauzi ikut berbicara pasca Kepala Desa Tangkil, Kecamatan Caringin berinisial AA tertangkap atas dugaan pemalsuan dokumen tanah yang kini mendekam di Polres Bogor.

Mantan wartawan lokal di Bogor yang kini menjadi Katar Caringin itu mengaku prihatin dan ini menjadi pembelajaran bagi semua para kepala desa yang ada di Kabupaten Bogor untuk berhati-hati dan tidak bermain-main dalam mengemban jabatan sebagai kepala desa.

“Kami prihatin atas kejadian itu. Tapi ini menjadi pelajaran bagi kepala desa lainnya, sehingga hal serupa tidak lagi terjadi dikemudian hari,” kata Fauzi kepada Bogordaily.net, Rabu, 20 Juli 2022.

Menurut dia, menjadi seorang manusia saja dalam Islam sudah memanggul amanah kepemimpinan, apalagi seseorang itu dipercaya untuk memimpin banyak orang, yang tentunya harus maslahah dan mafsadah untuk semua orang.

“Jabatan itu bisa menjadi musibah, kalau kita tidak baik dan benar dalam menjalankannya. Tetapi kalau bisa amanah itu bisa menjadi ladang amal,” terangnya.

Terpisah, Direktur Jaringan Advokasi Masyarakat Jangkar Pakuan Pajajaran (JPP) Saleh Nurangga mengapresiasi kinerja aparat hukum yang bertindak cepat, terarah dan terukur dalam menangani laporan masyarakat khususnya dalam perkara pertanahan.

“Penahanan Kades Tangkil patut diapresiasi semua pihak, apalagi kasus yang menjeratnya berkaitan dengan pemalsuan dokumen tanah. Artinya, ada dugaan kuat ini berkaitan dengan praktik mafia tanah,” katanya.

Ia pun meminta satgas mafia tanah agar turun gunung mengungkap kasus-kasus pertanahan di Kabupaten Bogor, karena selain merugikan masyarakat sindikat mafia tanah juga dianggap merugikan negara. Menurut dia, praktik mafia tanah kerap terjadi ditingkat desa dengan melibatkan oknum pemerintah desa (pemdes).

“Oknum pemerintah desa hingga kepala desa, bersekongkol dengan ‘biong’ tanah dan pejabat hingga pengusaha dari luar kota untuk menguasai lahan. Biasanya, lahan itu garapan atau tanah negara,” imbuhnya. (Heri Supriatna)

Artikel ini telah dibaca 1,400 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

Tim Recheking Jabar Menilai Langsung Program TP-PKK Desa Sukamaju

6 Oktober 2022 - 20:37 WIB

Program TP-PKK Desa Sukamaju

Sekda Burhanudin Sebut Pramuka Wadah Pembentukan Karakter Para Pemuda

6 Oktober 2022 - 20:00 WIB

pramuka wadah pemuda

Plt. Bupati Bogor Minta PHRI Rangkul Lebih Banyak Anggota Demi Majukan Pariwisata

6 Oktober 2022 - 18:08 WIB

PHRI

Plt. Bupati Bogor Terima Penghargaan NIB Tertinggi Ke-3 Se-Jawa Barat

6 Oktober 2022 - 17:22 WIB

Penghargaan NIB Tertinggi

Gegara Percikan Api, Rumah dan Mobil Odong-odong Ludes Terbakar

6 Oktober 2022 - 17:10 WIB

Mobil Odong-odong Terbakar

Podcast Bincang Bogordaily Kupas Tuntas ChildFund, Seperti Apa?

6 Oktober 2022 - 11:34 WIB

Trending di Kabupaten Bogor