Investasi Bodong Doni Salmanan Akan Dilimpahkan ke Kejari Bandung

Menu

Mode Gelap
Piala Dunia 2022: Link Live Streaming Polandia vs Argentina Piala Dunia 2022: Ghana Sikut Korea Selatan 3-2 Merosot, Ini Harga Emas per Gram Hari Ini Lagi, Gempa Susulan Guncang Cianjur 21 Kali dalam Semalam Lokasi, Harga dan Syarat Perpanjang SIM di Kabupaten Bogor

Nasional · 1 Jul 2022 10:41 WIB

Kasus Investasi Bodong Doni Salmanan Akan Dilimpahkan ke Kejari Bandung


 Kasus Investasi Bodong Aplikasi Quotex, Doni Salmanan. (disway/Bogordaily.net) Perbesar

Kasus Investasi Bodong Aplikasi Quotex, Doni Salmanan. (disway/Bogordaily.net)

Bogordaily.net– Kejaksaan Negeri Kabupaten Bandung menyatakan berkas perkara dugaan tersangka investasi bodong Quotex Doni Muhammad Taufik alias Doni Salmanan sudah lengkap. Bareskrim akan melimpahkan tanggung jawab tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Bandung.

Seperti dilaporkan Antara, Kepala Subdit I Dittipidsiber Bareskrim Polri Kombes Pol Reinhard Hutagaol mengungkapkan hal itu di Jakarta, Jumat, 1 Juli 2022.

“Dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Bandung,” ujar Kasubdit I Dittipidsiber Bareskrim Polri Kombes Reinhard Hutagaol saat dikonfirmasi, Jumat, 1 Juli.

Rencananya untuk pelimpahan tersangka kasus investasi Bodong Doni Salmanan dan barang bukti dilakukan pada awal pekan depan. Sebab, penyidik harus mempersiapkan barang bukti yang jumlahnya cukup banyak.

Beberapa barang bukti di antaranya, mobil mewah jenis Porsche 911 Carerra 4S, Lamborghini, dan BMW. Kemudian, ada juga aset berupa dua rumah di wilayah Bandung, Jawa Barat. Kemudian, delapan motor gede (moge) berbagai merk.

“Kalau tidak hari Senin atau Selasa, karena banyak juga yang harus dibawa (barang bukti, red),” ungkapnya.

Terlepas dari mekanisme pelimpahan, Reinhard menyebut di kasus ini Doni Salmanan masih menjadi tersangka tunggal. Tetapi, pengembangan terus dilakukan guna menangkap pihak lain yang terlibat.

“Sementara tunggal, nanti kalau ada bukti baru di persidangan atau itu nanti kami bisa itu kan (menetapkan tersangka baru, red),” kata Reindhard.

Dalam kasus ini, Doni Salmanan dipersangkakan Pasal 45 ayat 1 junto 28 ayat 1 Undang-Undang ITE, Pasal 378 KUHP, dan Pasal 3 Undang-Undang RI nomor 8 tahun 2010 tentang Pemberantasan TPPU.

Kemudian, di kasus ini sejumlah publik figur ikut terseret, semisal, Arief Muhammad, Reza Oktovian, Rizky Febian hingga Atta Halilintar. Sebab, mereka sempat menerima uang atau barang dari Doni Salmanan.***

 
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Benefit Sharing Google dan Facebook dengan Media Harus Ditingkatkan

3 Desember 2022 - 16:03 WIB

BMKG Sebut Ada Dua Zona Berbahaya di Cianjur yang Tak Layak Dihuni

3 Desember 2022 - 10:30 WIB

BMKG Cianjur

Tok! Komisi I DPR Setujui Laksamana Yudo Margono Jadi Panglima TNI  

2 Desember 2022 - 22:42 WIB

Komisi I DPR Menyetujui Pemberhentian dengan Hormat Jenderal Andika Perkasa

2 Desember 2022 - 19:08 WIB

Jenderal Andika Perkasa

Pengendara Nakal, Tilang Manual Kembali Dilakukan Polisi

2 Desember 2022 - 18:38 WIB

tilang manual kembali

Resmikan PLUT KUMKM Biak Numfor, KemenKopUKM Ciptakan Wirausaha Unggul di Papua

2 Desember 2022 - 16:23 WIB

Biak Numfor
Trending di Nasional