Lokasi Diduga Kuburan Massal Ditemukan Misi PBB

Menu

Mode Gelap
FIFA Resmi Umumkan Jadwal Kick-off Piala Dunia 2022 Dimajukan Hari Ini Harga Emas Antam Turun Rp 5.000 Per Gram Diserang Kelompok ADF, 800 Napi Penjara di Kongo Timur Kabur Jangan Telat Perpanjang Sim, Cek di Sini Lokasinya! Bupati Pemalang Terjaring OTT KPK

Internasional · 5 Jul 2022 16:36 WIB

Lokasi Diduga Kuburan Massal Ditemukan Misi PBB


 Jenazah dari kuburan massal di Tarhouna Libya kembali dikuburkan. (AFP/CNN Indonesia/Bogordaily.net)
Perbesar

Jenazah dari kuburan massal di Tarhouna Libya kembali dikuburkan. (AFP/CNN Indonesia/Bogordaily.net)

Bogordaily.net– Beberapa situs di Kota Tarhouna, Tripoli yang diduga merupakan kuburan massal ditemukan Misi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Libya. Jumlah situs yang diduga sebagai kuburan massal tersebut ditaksir mencapai seratus.

“Menurut pengetahuan orang dalam, kemungkinan masih ada 100 kuburan massal yang belum diketahui,” demikian pernyataan laporan PBB pada pekan ini, dikutip CNN Indonesia dari Reuters.

Misi PBB menggunakan citra satelit yang menunjukkan keanehan struktur tanah dalam melakukan pencarian tersebut. Citra satelit itu juga menunjukkan tiga kemungkinan lokasi kuburan massal baru.

Sampai saat ini kuburan massal telah diketahui keberadaannya dan dikenal sebagai “The Landfill.”

Dalam laporannya, PBB mengungkapkan kasus militan yang kerap mengeksekusi dan memenjarakan ratusan orang sejak 2016-2020. Militan itu digerakkan oleh tujuh bersaudara dan dikenal dengan nama Kaniyat.

Militan itu kadang memenjarakan orang di kotak yang mirip seperti oven kecil. Kotak tersebut kemudian dibakar saat interogasi. Militan Kaniyat inilah yang dituding menjadi dalang atas pembunuhan dan kuburan massal tersebut.

PBB pun menyampaikan masyarakat difabel, perempuan, dan anak-anak turut menjadi korban. Misi PBB juga menemukan bukti dari penculikan, pembunuhan, dan penyiksaan di kota tersebut.

Sementara itu PBB juga menemukan empat komandan yang terlibat langsung dalam kejahatan tersebut. PBB kemudian mendesak pemerintah Libya untuk terus mencari kuburan massal tersebut. Mereka juga mendesak pemerintah untuk membentuk pengadilan khusus yang menangani kasus kejahatan internasional.

Pihak berwenang Libya sendiri menemukan 247 mayat di situs kuburan massal dan pribadi di Tarhouna. Banyak dari mereka yang diikat dan ditutup matanya. Walaupun demikian, masih belum jelas bagaimana temuan PBB itu bakal ditindaklanjuti oleh pemerintah Libya.***

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

Sekongkol dengan Paranormal, Perempuan Ini Menipu Ibu Kandungnya Hingga Rp2,53 Triliun

13 Agustus 2022 - 09:20 WIB

menipu

Diduga Pemicu Kanker, Bedak Bayi Johnson & Johnson Akan Berhenti Produksi

13 Agustus 2022 - 08:30 WIB

Alami Kekeringan, Inggris Lakukan Pembatasan Penggunaan Air di Beberapa Rumah

13 Agustus 2022 - 08:17 WIB

Inggris Kekeringan

Adik Kim Jong Un Ancam Balas Biang Kerok Covid-19, Korsel Siaga

12 Agustus 2022 - 15:21 WIB

Google Luncurkan Situs untuk Bantu Anak Belajar Membaca

12 Agustus 2022 - 12:35 WIB

belajar membaca

Madrasah Dibom ISIS, Ulama Top Taliban Tewas

12 Agustus 2022 - 08:41 WIB

Trending di Internasional