MenKopUKM: Saprahan Khatulistiwa 2022 Percepat Pemulihan UMKM Kalimantan Barat

Menu

Mode Gelap
Pakai Mobil Mercy, Perempuan Ini Maling Cokelat di Minimarket Gereja di Mesir Kebakaran, 41 Tewas Termasuk 18 Anak-anak Jadwal dan Lokasi Sim Keliling Kota Bogor, Senin 15 Agustus 2022 Pencuri Jadi Bulan-bulanan Warga, Sempat Todong Pistol Bharada E Dipastikan Aman di Rutan Bareskrim Polri

Ekonomi · 4 Jul 2022 14:34 WIB

MenKopUKM: Saprahan Khatulistiwa 2022 Percepat Pemulihan UMKM Kalimantan Barat


 MenKopUKM: Saprahan Khatulistiwa 2022 Percepat Pemulihan UMKM Kalimantan Barat Perbesar

Bogordaily.netMenteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki mengapresiasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) dan Bank Indonesia (BI) yang telah menginisiasi acara Saprahan Khatulistiwa 2022 yang diharapkan mempercepat pemulihan ekonomi Kalbar khususnya bagi UMKM, pariwisata, dan industri keuangan.

“Rangkaian kegiatan Saprahan Khatulistiwa diharapkan dapat memperluas akses pembiayaan dan pemasaran UMKM dan juga dapat menghasilkan inovasi terbaik bagi upaya pemulihan ekonomi Kalimantan Barat,” kata MenKopUKM Teten Masduki dalam acara Saprahan Khatulistiwa 2022 secara virtual, Senin (4/7).

Lebih lanjut, Menteri Teten menegaskan bahwa adopsi teknologi dan inovasi digital terbukti mampu memperkuat UMKM bertahan dan produktif selama pandemi. Teknologi digital ini mempermudah akses pembiayaan UMKM, melalui kredit scoring dan manajemen risikonya, penyaluran pinjaman melalui teknologi keuangan (fintech) yang saat ini telah mencapai Rp362 triliun kepada lebih dari 13,5 juta penerima.

“Saat ini, sudah ada 19 juta UMKM masuk ke ekosistem digital di mana target di tahun 2024 adalah 30 juta UMKM. Serta target 1 juta UMKM on-boarding dalam e-katalog di tahun 2022 dalam rangka kebijakan afirmasi alokasi 40 persen belanja barang Pemerintah untuk produk UMKM,” kata Menteri Teten.

Selain itu, kata Menteri Teten, ekonomi digital Indonesia pada tahun 2020-2030 juga diperkirakan akan mencapai Rp5.400 triliun dan menjadi yang terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Menteri Teten pun meminta kemitraan dan sinergi lintas pemangku kepentingan harus diperkuat mulai dari hulu yaitu penyiapan kapasitas UMKM dan kualitas produk melalui pendampingan dan perizinan, hingga hilir yaitu perluasan pasar UMKM.

Di tempat yang sama, Deputi Gubernur Bank Indonesia Juda Agung menambahkan dalam rangka memaksimalkan dorongan sektor pariwisata dan UMKM untuk perekonomian, ada tiga hal yang perlu menjadi perhatian. Pertama perlunya afirmasi keberpihakan pada produk dalam negeri termasuk UMKM serta wisata dalam negeri yang perlu dimaksimalkan.

“Penyediaan dan penggunaan e-katalog UMKM dalam mendukung proses pengadaan harus kita tingkatkan. Tentu saja kualitas dan kuantitas yang diperlukan harus menjadi perhatian kita bersama, secara sinergi harus kita lakukan,” ucap Juda.

Kedua, kata dia, sinergi dan kolaborasi harus dilakukan. Dalam hal ini, seluruh pemangku kepentingan dikatakan harus bahu-membahu mendorong pelaku kreatif dan UMKM unggulan di masing-masing daerah untuk meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, dan meningkatkan kreativitas dalam menghasilkan karya kreatif yang dapat menarik pasar baik dalam negeri maupun luar negeri.

“Kami di BI bersama 46 kantor perwakilan dalam negeri di seluruh Indonesia berkomitmen mendukung pemerintah menyukseskan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia dan Bangga Berwisata Indonesia,” katanya.

Ketiga, menurut Juda, digitalisasi yang sudah berkembang begitu pesat harus diikuti oleh pelaku ekonomi kreatif dan UMKM, baik dalam konteks pemasaran produk melalui e-commerce di domestik maupun go-ekspor.

“Pembayaran juga sekarang kita terus dorong QRIS di seluruh Indonesia dan saat ini sudah di atas 20 juta merchant yang gunakan ini,” ucap Juda.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji mengatakan, dengan program Saprahan Khatulistiwa ini telah menjadi ajang promosi produk UMKM dan industri kreatif di Kalimantan Barat.

“Saya yakin, kegiatan Saprahan ini akan menjadi salah satu ikon promosi wisata dan produk UMKM di Kalimantan Barat. Kita melihat produk yang ditampilkan betul-betul hasil kerja UMKM Kalimantan Barat yang dapat kita tampilkan di event nasional dan internasional,” kata Sutarmidji. ***

Artikel ini telah dibaca 100 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

Transformasi Digital Jai Kunci UMKM Pulih dan Tahan Resesi

15 Agustus 2022 - 09:32 WIB

UMKM Pulih

SMESCO Indonesia Gandeng PT Jaya Hotel Lestari Pulihkan Ekonomi Melalui Sektor Perhotelan

14 Agustus 2022 - 08:08 WIB

SMESCO Indonesia

Segini Lagi Loh Stok Pertalite di DKI, Banten, dan Jabar

13 Agustus 2022 - 22:33 WIB

Sailendra Residence, Pilihan Utama Hunian di Kota Bogor

13 Agustus 2022 - 21:05 WIB

Serbu! Harga Emas Pecahan Antam Hari Ini Turun, Sabtu 13 Agustus 2022

13 Agustus 2022 - 09:07 WIB

Harga emas hari ini turun

Hybrid Bank Jadi Strategi BRI di Tengah Era Digitalisasi, Berikan Layanan Terbaik Bagi Semua Lapisan Masyarakat

13 Agustus 2022 - 08:59 WIB

Trending di Ekonomi