Menteri Inggris Ramai-Ramai Mundur, Boris Johnson Ogah Lengser

Menu

Mode Gelap
Terbaru! Ini Lokasi Sim Keliling Kota Bogor, Jumat 30 Sepember 2022 Lagi! Kota Bogor Hujan Hari Ini, Jumat 30 September 2022 Melonjak Rp 10 ribu Per Gram, Cek Harga Emas Antam Hari Ini Terbaru! Ini Lokasi Perpanjang SIM Kota Bogor, Kamis 29 September 2022 Siap-siap Payung, Kota Bogor Hujan Hari Ini, Kamis 29 September 2022

Internasional · 6 Jul 2022 21:44 WIB

Menteri Inggris Ramai-Ramai Mundur, Boris Johnson Ogah Lengser


 Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. (Niklas HALLE'N/AFP/Suara.com/Bogordaily.net) Perbesar

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. (Niklas HALLE'N/AFP/Suara.com/Bogordaily.net)

Bogordaily.net– Lima menteri di Inggris mengundurkan diri lantaran gerah dengan serentetan skandal pemerintahan. Meski demikian Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menolak lengser dari jabatannya.

“Tugas perdana menteri dalam situasi sulit saat Anda sudah diberikan mandat adalah terus bekerja, dan itu yang akan saya lakukan,” kata Boris Johnson di hadapan parlemen pada Rabu, 6 Juli 2022 dikutip CNN Indonesia dari AFP.

Menurut Johnson, keteguhan pendiriannya ini setelah satu lagi pejabat di kabinetnya, yaitu Menteri Sekolah, Robin Walker, mengundurkan diri.

Walker menyusul empat menteri lainnya yang sudah lebih dulu menyerahkan surat pengunduran diri sejak Selasa, 5 Juli 2022.

Menteri Keuangan Rishi Sunak dan Menteri Kesehatan Sajid Javid lebih dulu mengundurkan diri dari jabatan mereka. Tak lama kemudian, Menteri Menteri Urusan Anak dan Keluarga, Will Quince, dan Menteri Muda Transportasi, Laura Trott, juga mengundurkan diri dari kabinet.

Sunak dan Javid mengaku tak lagi bisa menoleransi skandal yang menimpa Johnson selama beberapa bulan terakhir, termasuk melanggar aturan penguncian (lockdown) di Downing Street.

Johnson juga sempat meminta maaf karena merekrut Chris Pincher, seorang tokoh konservatif senior yang sempat melecehkan pria saat mabuk.

The Guardian melaporkan, Pincher mundur dari jabatannya sebagai Penyampai Kesimpulan Pihak Pemerintah (government whip) pada November 2017.

Pengunduran diri itu dilakukan setelah seorang aktivis konservatif, Alex Story, mengaku Pincher sempat mencoba menyentuh dan menciumnya.

Namun, Johnson memasukkan kembali Pincher ke dalam pemerintahan Inggris pada 2019.

Downing Street awalnya membantah Johnson mengetahui insiden pelecehan itu sebelum menempatkan Pincher dalam pemerintahan pada Februari.

Kemudian Selasa, 5 Juli 2022 seorang mantan pejabat layanan publik mengatakan Johnson sempat diberi tahu soal insiden pelecehan itu pada 2019, kala ia menjabat sebagai menteri luar negeri.

Seorang anggota parlemen Partai Konservatif, Andrew Bridgen, menilai kasus Pincher sebagai pemicu Sunak dan Javid mundur.***

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

Pengumuman Putin: Rusia Resmi Caplok 4 Wilayah Ukraina

1 Oktober 2022 - 08:18 WIB

Dituduh Lecehkan Anak-anak, Vatikan Jatuhkan Sanksi untuk Uskup Belo

30 September 2022 - 18:42 WIB

Tok! Thailand Legalkan Aborsi di Usia Kehamilan 20 Minggu

30 September 2022 - 17:31 WIB

Thailand legalkan Aborsi

Inggris Luncurkan Koin Resmi Bergambar Raja Charles III

30 September 2022 - 17:26 WIB

Koin Raja Charles III

Ngeri! Bom Meledak saat Siswa di Afghanistan Ujian, 19 Orang Tewas

30 September 2022 - 15:41 WIB

Meja Bundar Jadi Saksi, PBB Bahas Kebocoran Pipa Gas Nord Stream Rusia

30 September 2022 - 11:14 WIB

Pipa Gas Nord Stream
Trending di Internasional