Paus Fransiskus Tuding Rusia Lakukan Agresi dan Imperialisme di Ukraina

Menu

Mode Gelap
Breaking News: Gempa M 6,4 Guncang Garut Piala Dunia 2022: Link Live Streaming Polandia vs Argentina Piala Dunia 2022: Ghana Sikut Korea Selatan 3-2 Merosot, Ini Harga Emas per Gram Hari Ini Lagi, Gempa Susulan Guncang Cianjur 21 Kali dalam Semalam

Internasional · 1 Jul 2022 20:01 WIB

Paus Fransiskus Tuding Rusia Lakukan Agresi dan Imperialisme di Ukraina


 Paus Fransiskus berbicara selama doa Regina Caeli di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, 1 Mei 2022. [Dok.Antara/Reuters via suara.com]
Perbesar

Paus Fransiskus berbicara selama doa Regina Caeli di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, 1 Mei 2022. [Dok.Antara/Reuters via suara.com]

Bogordaily.net – Rusia dituding telah melakukan agresi imperialisme atas perang yang tak masuk akan ke Ukraina. Demikian dikemukakan paus Fransiskus.

Paus mengatakan konflik itu telah mengadu domba orang Kristen satu sama lain.

Paus juga menyebut konflik itu sebagai perang agresi yang kejam dan tidak masuk akal ketika berbicara kepada delegasi pemimpin Ortodoks dari Patriarkat Ekumenis yang berbasis di Istanbul, Turki, Kamis 30 Juni 2022.

“Rekonsiliasi di antara orang-orang Kristen yang terpisah, sebagai sarana untuk berkontribusi pada perdamaian di antara orang-orang yang berkonflik, adalah pertimbangan yang paling tepat saat ini, karena dunia kita sedang terganggu oleh perang agresi yang kejam dan tidak masuk akal di mana banyak, banyak orang Kristen saling berperang, ” kata Fransiskus.

Paus juga mengatakan, dengan jelas-jelas mengacu ke Rusia, bahwa semua pihak perlu “mengakui bahwa penaklukan bersenjata, ekspansionisme, dan imperialisme tidak ada hubungannya dengan kerajaan yang diproklamsika Yesus”.

Sudah dua hari berturut-turut Paus berbicara tentang konflik Ukraina. Pada Rabu 29 Juni 2022, ia mengutuk pengeboman mal yang ramai di Kota Kremenchuk dan menyebutnya sebagai yang terbaru dalam serangkaian “serangan biadab” terhadap Ukraina.

Baik Rusia dan Ukraina sebagian besar penduduknya beragama Kristen Ortodoks tetapi ada minoritas Katolik ritus Bizantium yang berpengaruh di Ukraina, yang berutang kesetiaan kepada paus.

Cabang Kekristenan Timur dan Barat dipisahkan dalam Skisma Besar tahun 1054. (Antara/Reuters)

Sumber: suara.com

 
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Ngeri! Perampok Gasak Emas 200 Kilogram di Korut

6 Desember 2022 - 23:50 WIB

bunuh diri di Mal Kuningan

Pesawat Ukraina Serang Lapangan Udara, Tiga Tentara Rusia Tewas

6 Desember 2022 - 12:07 WIB

Pesawat Ukraina

Wanita Ini Miliki Nama Terpanjang di Dunia, Terdiri dari 1.019 Huruf

6 Desember 2022 - 10:23 WIB

nama terpanjang di dunia

Sadis, Korut Eksekusi Mati 2 Remaja Gegara Nonton Drama Korea

6 Desember 2022 - 10:17 WIB

Korut eksekusi mati remaja

Selandia Baru Bakal Wajibkan Google dan Facebook Membayar Konten Berita Lokal

6 Desember 2022 - 07:54 WIB

selandia baru google

Diwawancarai Reporter Israel, Fans Inggris Teriak Bebaskan Palestina 

6 Desember 2022 - 07:25 WIB

Bebaskan Palestina
Trending di Internasional