Pendukung yang Hina Nabi Muhammad Tewas Dipenggal, India Lockdown

Menu

Mode Gelap
FIFA Resmi Umumkan Jadwal Kick-off Piala Dunia 2022 Dimajukan Hari Ini Harga Emas Antam Turun Rp 5.000 Per Gram Diserang Kelompok ADF, 800 Napi Penjara di Kongo Timur Kabur Jangan Telat Perpanjang Sim, Cek di Sini Lokasinya! Bupati Pemalang Terjaring OTT KPK

Internasional · 1 Jul 2022 05:39 WIB

Pendukung yang Hina Nabi Muhammad Tewas Dipenggal, India ‘Lockdown’


 Polisi India saat berpatroli. (AP Photo/Rafiq Maqbool/CNN Indonesia/Bogordaily.net) Perbesar

Polisi India saat berpatroli. (AP Photo/Rafiq Maqbool/CNN Indonesia/Bogordaily.net)

Bogordaily.net– Setelah kasus dua warga memenggal kepala seorang penjahit Hindu yang dianggap mendukung penghina Nabi Muhammad, kota di India, Udaipur menerapkan lockdown.

Dalam laporan AFP, aturan ketat itu meliputi penetapan jam malam bagi penduduk yang tinggal di Kota Udaipur.

Tak hanya menerapkan lockdown pemerintah India juga mengerahkan 600 personel tambahan untuk mengamankan Udaipur. Selain itu, pihak berwenang juga memutus akses internet di sejumlah wilayah negara bagian Rajasthan.

Pemerintah negara bagian mengambil langkah tersebut untuk mencegah kerusuhan meluas di Udaipur hingga kota-kota di negara bagian Rajahstan.

Sebelumnya, pemenggalan kepala penjahit Hindu itu bermula saat korban membagikan unggahan yang terkesan mendukung juru bicara Partai Bharatiya Janata (BJP), Nupur Sharma. Sharma sempat menyinggung hubungan Nabi dengan istrinya di acara televisi. Sejak saat itu, korban menerima ancaman pembunuhan.

Para penyerang kemudian mengunjungi toko, tempat dia biasa menjahit dengan menyamar sebagai pelanggan. Mereka lalu menyerangnya dengan pisau besar.

Dua pria yang diduga penggal kepala penjahit itu lalu ditangkap polisi India. Para pelaku lalu mengabadikan aksi usai penggal kepala korban dalam rekaman video.

Dalam video yang beredar kondisi korban cukup mengenaskan penuh darah dan viral di media sosial. Pemerintah Udaipur sempat memblokir internet di daerah itu dan melarang aktivitas perkumpulan demi mencegah penyebaran lebih jauh hingga bentrokan lebih lanjut.

Pihak berwenang lalu mengerahkan polisi tambahan ke Udaipur guna meredam kerusuhan.***

Artikel ini telah dibaca 100 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

Paspor Baru Tanpa Kolom Tanda Tangan, Jerman Tolak WNI

13 Agustus 2022 - 19:09 WIB

Sekongkol dengan Paranormal, Perempuan Ini Menipu Ibu Kandungnya Hingga Rp2,53 Triliun

13 Agustus 2022 - 09:20 WIB

menipu

Diduga Pemicu Kanker, Bedak Bayi Johnson & Johnson Akan Berhenti Produksi

13 Agustus 2022 - 08:30 WIB

Alami Kekeringan, Inggris Lakukan Pembatasan Penggunaan Air di Beberapa Rumah

13 Agustus 2022 - 08:17 WIB

Inggris Kekeringan

Adik Kim Jong Un Ancam Balas Biang Kerok Covid-19, Korsel Siaga

12 Agustus 2022 - 15:21 WIB

Google Luncurkan Situs untuk Bantu Anak Belajar Membaca

12 Agustus 2022 - 12:35 WIB

belajar membaca
Trending di Internasional