Perkuat Layanan Ekspor, BSI tingkatkan kerjasama dengan LPEI

Menu

Mode Gelap
Buntut Tragedi Stadion Kanjuruhan, Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat Dicopot! Update Korban Tragedi Kanjuruhan: 174 Orang Meninggal Dunia Terbaru! Ini Lokasi Sim Keliling Kota Bogor, Jumat 30 Sepember 2022 Lagi! Kota Bogor Hujan Hari Ini, Jumat 30 September 2022 Melonjak Rp 10 ribu Per Gram, Cek Harga Emas Antam Hari Ini

Ekonomi ยท 22 Jul 2022 19:07 WIB

Perkuat Layanan Ekspor, BSI tingkatkan kerjasama dengan LPEI


 Penandatanganan tiga bidang kerja sama BSI dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).(Bankbsi.co.id/Bogordaily.net) Perbesar

Penandatanganan tiga bidang kerja sama BSI dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).(Bankbsi.co.id/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) semakin menguatkan sinergi layanan ekspor nasional yang dituangkan dalam bentuk penandatanganan tiga bidang kerja sama dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).

Diantaranya Penjaminan Pembiayaan Berdasarkan Akad Kafalah Bil Ujrah, Pemanfaatan Produk dan Jasa Perbankan Syariah Khusus Transaksi Ekspor dan Impor untuk Nasabah LPEI serta Payroll Penggajian Pegawai dan Penyediaan Fasilitas Pembiayaan bagi pegawai LPEI.

Hal ini merupakan kelanjutan kerjasama yang telah dilakukan sebelumnya yakni dalam hal pemberian pembiayaan kepada LPEI senilai Rp 3 Triliun untuk pengembangan bisnis LPEI.

Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan, kerjasama ini menjadi salah satu bentuk dukungan dan implementasi untuk meningkatkan transaksi trade serta penjaminan, peningkatan ekspor yang lebih effisien serta peningkatan daya saing bagi eksportir khususnya nasabah LPEI melalui pendanaan sesuai syariah.

Bank Syariah Indonesia siap mendukung dari sisi infrastruktur dan layanan perbankan yang komperhensif untuk akselerasi bisnis LPEI yang akan mendorong peningkatan ekspor nasional.

Terlebih, pada Juni lalu Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus.

BPS merilis data ekspor Indonesia pada Juni 2022 mencapai US26,09 miliar, naik sekitar 40,68% dibandingkan periode yang sama pada 2021.

Sementara impor Juni 2022 mencapai US$21 miliar, naik sekitar 21,98% dibandingkan bulan yang sama pada 2021. Sehingga menandakan neraca perdagangan Indonesia pada Juni 2022 mengalami surplus sebesar US$5,09 miliar.

Tentu capaian ini menjadi spirit untuk bersama mendorong transaksi ekspor sebagai salah satu sumber devisa negara yang mampu membangkitkan perekonomian nasional.

Sebab dengan surplusnya neraca perdagangan akan menggeliatkan roda perekonomian sehingga mampu mendorong dan menciptakan lapangan pekerjaan.

Hery menambahkan, hal ini menjadi peluang yang harus diambil Bank Syariah Indonesia untuk menjadi mitra perbankan syariah yang siap mendampingi para pelaku usaha, baik segmen korporasi, retail maupun UMKM yang memiliki kapabilitas usaha ekspor.

“Sehingga segmen usaha ini mampu bertahan dan bersaing sehingga diharapkan segmen usaaha ini akan menjaga menjaga kestabilan ekonomi di Tanah Air,” ucapnya.

Sebagai gambaran per Maret 2022 lalu, kinerja pembiayaan BSI tumbuh positif sebesar sebesar 11,59% secara year on year (yoy). BSI juga mencatat portofolio pembiayaan berkelanjutan, sebesar Rp48,25 triliun atau berkontribusi sekitar 27% dari total portofolio pembiayaan pada kurun waktu yang sama.

Kualitas pembiayaan BSI pun semakin membaik dan terjaga. Hal itu tercermin dari non performing financing (NPF) nett yang turun menjadi 0,90% pada Maret 2022. NPF Gross juga mengalami penurunan, semula sebesar 3,09% pada Maret 2021 menjadi sebesar 2,91% pada Maret 2022.

Secara rinci, Kerjasama ini meliputi penyediaan fasilitas pembiayaan, hingga pemanfaatan produk jasa perbankan syariah khusus transaksi ekspor serta impor untuk nasabah LPEI. Juga terkait layanan payroll penggajian pegawai.

Sinergi ini merupakan tindak lanjut kesepakatan yang telah dilakukan pada Maret lalu. Di mana nantinya lebih dari 6000 pegawai LPEI dapat menikmati layanan BSI tak hanya payroll, tapi juga fasilitas pembiayaan rumah, Multiguna, OTO, Gadai dan pembiayaan emas, serta produk simpanan seperti tabungan, giro dan deposito.

Selain itu, dari sisi korporasi mendapatkan layanan mulai dari Transaction Banking termasuk cash management, virtual account, trade services dan penerimaan Devisa Hasil Ekspor (DHE). Juga layanan ritel lainnya sehingga memudahkan single access bagi nasabah LPEI untuk bertransaksi dengan cepat, aman, dan sesuai prinsip syariah.

Dalam kesempatan yang sama Direktur Eksekutif LPEI Riyani Tirtoso mengungkapkan optimisme senada.

“Kami meyakini sinergi dan kolaborasi yang dibangun pada akhirnya akan mendorong terciptanya pelaku usaha yang berdaya saing serta berkontribusi kepada ekspor nasional secara berkelanjutan. Besar harapan kami, kerjasama ini dapat terus dikembangkan dan ditingkatkan,” pungkasnya.***

Artikel ini telah dibaca 100 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

3 Faktor BSU Tahun 2022 Tidak Cair, Cek Segera!

3 Oktober 2022 - 19:54 WIB

BSU 2022 Tidak Cair

Omzet UMKM Ini Melesat 4 Kali Lipat Dengan Peremajaan Alat Produksi Bantuan PLN Peduli

3 Oktober 2022 - 14:35 WIB

Omzet UMKM PLN

Penerima BLT UMKM Cair Bulan Ini, Buruan Dicek!

3 Oktober 2022 - 11:55 WIB

UMKM

Awal Bulan, Harga Emas Antam Naik Jadi Segini

3 Oktober 2022 - 10:33 WIB

emas antam

BRI Kolaborasi dengan Majoo Berikan Solusi Digital untuk Merchant di Indonesia

1 Oktober 2022 - 15:14 WIB

KemenKopUKM Perkuat Kualitas Koperasi Sektor Riil di Sumatera Utara

1 Oktober 2022 - 15:05 WIB

Trending di Ekonomi