PMK Membuat Penjual Hewan Kurban di Bogor Utara Lesu

Menu

Mode Gelap
Harga Emas Antam Turun Hari Ini, Cek Harganya! Kecelakaan, Dua Pengendara Motor Terjatuh dari Flyover Pademangan Cara Beli Tiket Kereta Promo KAI 17 Agustus 2022 Cek Lokasi Sim Keliling, Senin 8 Agustus 2022 Ramalan Cuaca Kota Bogor Hari Ini, Senin 8 Agustus 2022

Kota Bogor · 4 Jul 2022 23:17 WIB

PMK Membuat Penjual Hewan Kurban di Bogor Utara Lesu


 Salah satu pegawai Mbojo Qurban saat memberikan pakan sapi di lapaknya yang berlokasi di Jalan Pandu Raya, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor. (Heri/Bogordaily.net) Perbesar

Salah satu pegawai Mbojo Qurban saat memberikan pakan sapi di lapaknya yang berlokasi di Jalan Pandu Raya, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor. (Heri/Bogordaily.net)

Bogordaily.net– Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak, seperti sapi yang terjadi saat ini membuat para pedagang hewan kurban di Kota Bogor harus tertunduk lesu, lantaran penjualannya tak seramai tahun-tahun sebelumnya. Salah satunya dirasakan pemilik lapak Mbojo Qurban, Burhan.

Burhan yang berjualan hewan kurban jenis sapi Bima di Jalan Pandu Raya, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor mengaku merasakan dampak dari wabah PMK. Bahkan, penjualannya mengalami penurunan hingga mencapai 30 sampai 35 persen.

“Kami membuka lapak di sini sudah ada satu bulan ini, tapi yang membeli atau memesan sapi untuk Idul Adha baru beberapa saja. Kalau dipresentasikan penurunannya sekitar 30-35 persen,” ujar Burhan kepada Bogordaily.net, Senin, 4 Juli 2022.

Biasanya, kata Burhan, menjelang Hari Raya Idul Adha, hewan-hewan kurban miliknya sudah banyak dibeli atau dipesan oleh masyarakat. Bahkan pada H-2 dan H-1 sapi miliknya ludes terjual hingga dirinya pun mencari ke beberapa lapak lain demi memenuhi permintaan masyarakat.

“Ini masih ada waktu sekitar 5 atau 6 hari lagi menjelang Idul Adha. Tapi biasanya pembeli mulai ramai di H-4 atau H-3, makanya kita lihat di hari Rabu dan Kamis besok,” katanya.

Burhan mengaku sapi-sapi Bima miliknya sudah dicek kesehatan oleh Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat dan juga Dinas yang ada di Kota Bogor. Selain itu, sapi-sapinya juga sudah dinyatakan sehat, serta aman untuk dikonsumsi.

“Beberapa hari lalu sudah ada pengecekan ke sini dari Provinsi Jabar dan juga Kota Bogor,” imbuhnya.

Ia juga mengaku, sapi miliknya belum ada yang mati dan masih utuh selama wabah PMK melanda Kota Bogor.

“Ya, masih utuh. Tidak ada yang mati. Semuanya ada 130 ekor di lapak ini,” akunya.

Burhan berharap, wabah PMK segera berakhir sehingga penjualan hewan kurban bisa kembali normal seperti tahun-tahun sebelumnya. “Kami hanya berharap ke depan sudah tidak ada lagi wabah PMK, sehingga penjualan hewan kurban bisa normal lagi,” pungkasnya. (Heri Supriatna)

Artikel ini telah dibaca 100 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

Sambut 10 Muharram 1444 H, Perumda Tirta Pakuan Santuni Seratus Anak Yatim

8 Agustus 2022 - 20:26 WIB

Perumda Pakuan

Peduli Pendidikan, BSI Adakan Program ‘BSI Goes To School’

8 Agustus 2022 - 19:12 WIB

Goes to school

Jelang Hari Kemerdekaan, Sertu Rohatna S Hadiri Persiapan Kegiatan Bersama Warga

8 Agustus 2022 - 16:10 WIB

Sertu Asmadi Lakukan Giat Rapat Bahas Stunting Bersama DPPKB Kota Bogor

8 Agustus 2022 - 15:34 WIB

Sambut HUT RI ke-77, Karang Taruna Kota Bogor Gelar Rangkaian di Tingkat Kelurahan hingga Kecamatan

8 Agustus 2022 - 15:19 WIB

Peltu Tamjid Monitoring Pelaksanaan Vaksinasi Booster di Wilayah Binaan

8 Agustus 2022 - 13:18 WIB

Trending di Kota Bogor