Praktis Hukum Soroti Sidang Tanpa Kehadiran Ade Yasin Bertentangan

Menu

Mode Gelap
Piala Dunia 2022: Link Live Streaming Polandia vs Argentina Piala Dunia 2022: Ghana Sikut Korea Selatan 3-2 Merosot, Ini Harga Emas per Gram Hari Ini Lagi, Gempa Susulan Guncang Cianjur 21 Kali dalam Semalam Lokasi, Harga dan Syarat Perpanjang SIM di Kabupaten Bogor

Kabupaten Bogor · 20 Jul 2022 15:04 WIB

Praktisi Hukum Soroti Sidang Tanpa Kehadiran Ade Yasin Bertentangan


 Ujang Sujai Perbesar

Ujang Sujai

Bogordaily.net – Persidangan kasus dugaan suap oleh Bupati Bogor non aktif Ade Yasin di Pengadilan Tinggi Negeri Bandung Tipikor, mendapat sorotan para praktisi hukum.

Salah satunya mengenai kehadiran Ade Yasin yang tidak pernah dihadirkan dalam persidangan.

Praktisi Hukum Kantor Pengacara Uang Suja’i & Associates Ujang Sujai Taujiri mengatakan bahwa sidang kedua kali tanpa kehadiran Ade Yasin janggal dan bertentangan.

Pertama-tama, kata dia, dalam Penjelasan Pasal Demi Pasal 154 ayat (4) KUHAP dinyatakan bahwa “kehadiran terdakwa di sidang merupakan kewajiban dari terdakwa, bukan merupakan haknya, jadi terdakwa harus hadir di sidang pengadilan”.

“Dari kaidah tersebut dapat dideduksikan bahwa kehadiran terdakwa bersifat imperatif (wajib; mandatory) dan tidak bersifat fakultatif (pilihan; alternatif; opsional) sebagai perwujudan asas pengadilan memeriksa perkara pidana dengan hadirnya terdakwa,” katanya.

Dia meneruskan, dalam Pasal 154 ayat (6) KUHAP bahkan memberikan kewenangan bagi hakim untuk memerintahkan agar terdakwa dihadirkan dengan paksa apabila tidak hadir tanpa alasan yang sah setelah dipanggil secara sah untuk kedua kalinya.

Selanjutnya, kata Ujang Sujai, Pasal 154 Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), bertentangan dengan pasal 154 persidangan secara inabsentia. Tidak dapat dilakukan persidangan.

“Makanya hakim harus memerintahkan JPU untuk menghadirkan terdakwa,” jelas Ujang Sujai kepada Bogordaily.net

Menurutnya, hakim ketua harus memerintahkan menghadirkan paksa kepada JPU.

“Kecuali Terdakwa sakit atau kena musibah lain. Sebab hakim hanya dapat memutus perkara dengan hadirnya terdakwa sesuai pasal 196 KUHAP,” pungkas Ujang Sujai. ***

(Gibran)

 
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Ada Dugaan ‘Sunat’ Dana Bansos di Kecamatan Megamendung, Ini Tanggapan Camat

1 Desember 2022 - 17:01 WIB

Hendak Ambil Bansos, Warga Cigudeg Meninggal Dunia

1 Desember 2022 - 16:50 WIB

bansos meninggal Dunia

Peduli Kebersihan, Pemkab Bogor Berikan Penghargaan Kampung Ramah Lingkungan 2022

1 Desember 2022 - 16:34 WIB

ramah lingkungan

DPRD Kabupaten Bogor Ingatkan Pemkab Segera Persiapkan SDM untuk Isi Jabatan Strategis

1 Desember 2022 - 14:40 WIB

Gengster Bikin Ulah Lagi, Polsek Gunung Sindur Patroli

1 Desember 2022 - 12:47 WIB

Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bogor, Kamis, 1 Desember 2022

1 Desember 2022 - 06:51 WIB

Trending di Kabupaten Bogor