Ini Rangkaian Ibadah Haji yang Perlu Diketahui Jamaah  

Menu

Mode Gelap
Tim Pancasila Tangguh Kibarkan Sang Merah Putih di Istana Merdeka Rayakan HUT RI, Pemkot Bogor Upacara Bendera di Lapangan Sempur Mulai Hari Ini, Biaya Transfer Beda Bank Cuma Rp 77 Pakai Mobil Mercy, Perempuan Ini Maling Cokelat di Minimarket Gereja di Mesir Kebakaran, 41 Tewas Termasuk 18 Anak-anak

Haji 2022 · 6 Jul 2022 19:13 WIB

Puncak Haji Makin Dekat, Ini Rangkaian Ibadah Haji yang Perlu Diketahui Jamaah  


 Ilustrasi ibadah haji. (AFP/Photo/Suara.com/Bogordaily.net) Perbesar

Ilustrasi ibadah haji. (AFP/Photo/Suara.com/Bogordaily.net)

Bogordaily.net– Ibadah haji 2022 semakin mendekati puncaknya. Dimulai pada 8 Dzulhijjah atau 7 Juli 2022 hingga 13 Dzulhijjah atau 12 Juli 2022. Rangkaian ibadah haji dimulai dari Makkah, wukuf, Muzdalifah, Mina dan Tawaf Ifadah.

Konsultan Pembimbing Ibadah Daerah Kerja (Daker) Makkah, Prof. Aswadi Suhada sebagaimana dilansir Suara.com memaparkan rincian rangkaian ibadah haji kepada tim Media Center Haji (MCH), Rabu, 6 Juli 2022.

Rangkaian dimulai 8 Dzulhijjah atau 7 Juli 2022, pukul 07.00 hingga 17.00 WAS mobilisasi jamaah dari hotel di Makkah menuju Arafah.

Jamaah sudah mandi, pakai pakaian ihram, dan nantinya niat haji. Kemudian, menempati tenda-tenda di Arafah yang telah disediakan untuk mabit atau menginap di Arafah. Sampai pagi hari atau Jumat jamaah memperbanyak zikir, baca Al-Qur’an.

Lalu pada 9 Dzulhijjah atau 8 Juli 2022, pukul 11 pagi jamaah sudah siap-siap untuk mengambil wudhu untuk prosesi wukuf di Arafah. Dimulai ada azan, khutbah wukuf dan melaksanakan shalat Dzuhur berjamaah jamak qashar dengan salat asar dan disertai dengan doa. Doa wukuf di Arafah kata dia cukup panjang dan dilakukan secara jamaah dan yang lain mengamini.

“Disarakannya banyak berzikir karena di Arafah ini adalah waktu mustazabah apalagi nanti wukuf Arafah bertepatan dengan hari Jumat. Hari Jumat adalah Sayyidul Ayyam, apalagi Arafah yang merupakan puncak ibadah haji,” jelas Prof Aswadi.

Menurut dia, keistimewaan khutbah wukuf harus diikuti jamaah haji. Khutbah wukuf dimulai dengan doa talbiah selain memanjatkan pujian kepada Allah Swt.

“Kalau khutbah Jumat dimulai perbanyak Hamdallah, kalau dua hari raya yakni Idul Fitri dan Idul Adha khutbah dimulai dengan takbir. Tapi kalau khutbah wukuf dimulai dengan talbiyah atau memenuhi panggilan Allah yang maknanya berkomunikasi langsung kepada Allah,” jelasnya.

Setelah itu, dimulai waktu Ashar secara bergilir diangsur secara bertahap, jamaah diberangkatkan ke Muzdalifah dalam rangka mabit. Jamaah lalu bermalam di Muzdalifah untuk mengambil batu kerikil minimal 49 untuk nafar awal dan 70 batu untuk nafar tsani. Secara bertahap, jamaah diberangkatkan ke Mina untuk mabit sesuai dengan jadwal yang ditetapkan oleh PPIH.

Pada tengah malam atau magrib sampai fajar sekitar jam 11.30 malam mulai dari Muzdahalifah nanti jamaah ditempatkan di Mina untuk meletakkan bawaanya. Lalu pada 10 Dzulhijjah atau 9 Juli 2022, jamaah haji selanjutnya berangkat ke Jamarat untuk lempar jumrah aqobah sebanyak 7 batu.

Dia bergarap jamaah melempar tidak dengan hati kosong, tetapi diisi dengan ketulusan niat bahwa ini melempar kotoran-kotoran yang ada di dalam dirinya agar bersih.

“Setelahnya jamaah berdoa mohon kepada Allah Swt segala kebaikan ditumbuh kembangkan, hajinya diterima dan mabrur sambil menghadap ke arah kiblat,” katanya.

Selanjutmua, jamaah bisa melakukan tahalul awal atau potong rambut dan bisa melepas pakaian ihramnya. Jamaah lalu kembali ke tenda Mina dan beristirahat. Jamaah diimbau untuk jangan keluar-keluar dari tenda karena cuaca yang panas.

Ia melanjutkan, pada 11 Dzulhijjah atau 10 Juli 2022, jamaah berangkat menuju Jamarat kembali untuk melaksanakan jumrotul ula (7 batu), wustho (7 batu) dan aqobah (7 batu) sesuai jadwal yang ditetapkan PPIH dan setelah itu kembali lagi menuju tenda Mina.

Kemudian pada 12 Dzulhijjah atau 11 Juli 2022, jamaah berangkat kembali menuju Jamarat untuk kembali melaksanakan jumrotul ula (7 batu), wustho (7 batu) dan aqobah (7 batu).

“Bagi yang nafar awal bersiap kembali ke Makkah sebelum terbenamnya matahari. Bagi yang nafar tsani menginap satu malam lagi di Mina,” jelas dia.

Pada 13 Dzulhijjah atau 12 Juli 2022, jamaah nafar tsani menuju Jamarat untuk melontar jumrah ula (7 batu), wustho (7 batu), aqobah (7 batu) lalu kembali ke Makkah.

“Bagi yang nafar awal dan memiliki kekuatan itu langsung melakukan tawaf ifadah dengan mengelilingi ka’bah sebanyak tujuh kali, kemudian sa’i. Untuk nafar tsani, besoknya diangkut bus dari Mina lalu melakukan tawaf ifadah,” bebernya.***

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

Operasional Haji 2022 Berakhir, Total 89 Jamaah Wafat

13 Agustus 2022 - 15:17 WIB

Selamat! Arab Saudi Beri Penghargaan ke Indonesia Atas Layanan Haji

12 Agustus 2022 - 10:36 WIB

Menilik Jabal Rahmah, Salah Satu Tempat yang Didatangi Jamaah Haji

11 Agustus 2022 - 13:42 WIB

Sudah 81.612 Jamaah Haji Indonesia Tiba di Tanah Air

10 Agustus 2022 - 09:10 WIB

Update! Sudah 78.369 Jamaah Haji Tiba di Indonesia

9 Agustus 2022 - 10:25 WIB

Badai Pasir di Madinah, Ini Pesan Buat Jamaah Haji Indonesia

8 Agustus 2022 - 14:57 WIB

Trending di Haji 2022