Sering Dihina London, Moskow Panggil Duta Besar Inggris

Menu

Mode Gelap
FIFA Resmi Umumkan Jadwal Kick-off Piala Dunia 2022 Dimajukan Hari Ini Harga Emas Antam Turun Rp 5.000 Per Gram Diserang Kelompok ADF, 800 Napi Penjara di Kongo Timur Kabur Jangan Telat Perpanjang Sim, Cek di Sini Lokasinya! Bupati Pemalang Terjaring OTT KPK

Internasional · 1 Jul 2022 18:03 WIB

Sering Dihina London, Moskow Panggil Duta Besar Inggris


 Dubes Inggris di Moskow Deborah Bronnert. (The Telegraph/Bogordaily.net) Perbesar

Dubes Inggris di Moskow Deborah Bronnert. (The Telegraph/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Sehubungan dengan pernyataan London yang dianggap tidak pantas terhadap Rusia dan pemimpinnya, Moskow panggil Duta Besar Inggris, pada Kamis 30 Juni 2022 waktu setempat.

Kementerian Luar Negeri mengungkapkan, pihaknya menyuarakan protes kepada Dubes Inggris di Moskow Deborah Bronnert atas pernyataan “ofensif” dari para pemimpin Inggris, termasuk tentang dugaan ancaman Rusia untuk menggunakan senjata nuklir.

Moskow menuntut permintaan maaf resmi dari London. Bronnert diberikan memorandum yang menyatakan bahwa “retorika ofensif dari perwakilan otoritas Inggris tidak dapat diterima. Dalam masyarakat yang sopan, merupakan kebiasaan untuk meminta maaf atas pernyataan seperti itu.”

Kementerian menegaksan, Moskow sangat keberatan dengan pernyataan Inggris yang berisi ‘informasi yang sengaja salah, khususnya tentang dugaan ‘ancaman Rusia untuk menggunakan senjata nuklir’.

Dikutip dari RMOL, belum ada komentar resmi dari London yang menanggapi pemanggilan tersebut.

Para pemimpin Inggris kerap mengeluarkan pernyataan yang ‘tidak layak’ tentang Rusia, rakyatnya, dan pemimpinnya. Dalam sebuah wawancara radio minggu ini Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace mengatakan bahwa, Presiden Rusia Vladimir Putin memiliki “sindrom pria kecil” dan juru bicara Kementerian Luar Negeri Maria Zakharova “seperti komedi’.

Perang Rusia di Ukraina telah merusak hubungannya dengan sebagian besar negara-negara Barat, tetapi perang itu sering kali mencadangkan pedas khusus untuk Inggris, yang telah memposisikan dirinya sebagai pendukung utama Kyiv baik dalam dukungan retoris maupun pasokan senjata.

Pada bulan Februari, Kremlin mengutuk apa yang disebutnya “sama sekali tidak dapat diterima” oleh Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss juga pernah mengeluarkan komentar tidak layak, yang di sebu oleh Kremlin sebagai ‘pernyataan yang tidak pantas diterima’.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson juga sering mengeluarkan pernyataan yang disebut Kremlin sebagai ‘mengerikan’.***

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

Paspor Baru Tanpa Kolom Tanda Tangan, Jerman Tolak WNI

13 Agustus 2022 - 19:09 WIB

Sekongkol dengan Paranormal, Perempuan Ini Menipu Ibu Kandungnya Hingga Rp2,53 Triliun

13 Agustus 2022 - 09:20 WIB

menipu

Diduga Pemicu Kanker, Bedak Bayi Johnson & Johnson Akan Berhenti Produksi

13 Agustus 2022 - 08:30 WIB

Alami Kekeringan, Inggris Lakukan Pembatasan Penggunaan Air di Beberapa Rumah

13 Agustus 2022 - 08:17 WIB

Inggris Kekeringan

Adik Kim Jong Un Ancam Balas Biang Kerok Covid-19, Korsel Siaga

12 Agustus 2022 - 15:21 WIB

Google Luncurkan Situs untuk Bantu Anak Belajar Membaca

12 Agustus 2022 - 12:35 WIB

belajar membaca
Trending di Internasional