India Konfirmasi Kematian Pertama Kasus Cacar Monyet

Menu

Mode Gelap
Hasil Piala Asia U-17, Timnas Indonesia Menang Tipis 3-2 Atas UEA Siap-siap Tampung Air, Pipa PDAM Sedang dalam Perbaikan Tidak Ditilang, Polisi Tegur Ratusan Pelanggar pada Hari Kedua Operasi Zebra Lodaya Update Terkini Perbaikan Pipa PDAM, Ini Wilayah yang Terdampak Buntut Tragedi Stadion Kanjuruhan, Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat Dicopot!

Internasional · 2 Agu 2022 20:49 WIB

India Konfirmasi Kematian Pertama Kasus Cacar Monyet


 Kasus Cacar Monyet Pertama. (sindonews/Bogordaily.net) Perbesar

Kasus Cacar Monyet Pertama. (sindonews/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – India mengkonfirmasi kasus kematian pertama cacar monyet di negara bagian selatan Kerala. Ini adalah kasus kematian pertama di Asia.

Pekan lalu, Spanyol melaporkan dua kematian terkait cacar monyet dan Brasil yang pertama. Kematian di India juga merupakan yang pertama di Asia. WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) menyatakan wabah itu sebagai darurat kesehatan global pada 23 Juli 2022.

Pria India berusia 22 tahun itu meninggal pada Sabtu 30 Juli 2022. Menteri Kesehatan Kerala Veena George mengatakan, lelaki itu awalnya dites positif terkena virus di luar negeri.

“Orang itu berkunjung ke Kerala pada 21 Juli, setelah itu dia mengunjungi rumah sakit pada 26 Juli ketika menunjukkan gejala demam dan kelelahan,” ujar Menteri K. Rajan, dikutip dari Reuters, Selasa 2 Agustus 2022.

Menteri Kesehatan Kerala, Veena George, menyebut, keluarga pria itu mengatakan kepada pihak berwenang pada hari sebelumnya bahwa dia telah dites positif di Uni Emirat Arab sebelum kembali ke India.

Kementerian kesehatan federal India tidak berkomentar tentang kematian atas kasus cacar monyet itu. Mereka hanya mengatakan bahwa pemerintah telah membentuk satuan tugas pejabat senior untuk memantau kasus cacar monyet di negara itu.

WHO mengatakan akhir bulan lalu 78 negara telah melaporkan lebih dari 18.000 kasus cacar monyet, mayoritas di Eropa. Penyakit ini ditularkan dari hewan ke manusia.

Penularan dari manusia ke manusia terjadi melalui kontak dengan cairan tubuh, lesi pada kulit atau pada permukaan mukosa internal, seperti di mulut atau tenggorokan, tetesan pernapasan dan benda-benda yang terkontaminasi.***

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

Sadis! Penembakan Massal di Penitipan Anak Thailand, 34 Tewas

6 Oktober 2022 - 16:43 WIB

Politikus Ini Minta Prancis Tutup Lebih Banyak Masjid

6 Oktober 2022 - 09:11 WIB

Balas AS-Korsel, Korut Tembakkan Rudal

6 Oktober 2022 - 08:41 WIB

Kepalang Tajir, Suporter Sepak Bola Sewa 60 Kapal Pesiar Jelang Piala Dunia Qatar

5 Oktober 2022 - 18:44 WIB

kapal pesiar piala dunia

Duh! China Diserang Krisis Baru: Generasi ‘Kaum Rebahan’

5 Oktober 2022 - 09:33 WIB

Keren! Petani di New York Bikin Rekor, Panen Labu Jumbo Seberat 1.158 Kg

4 Oktober 2022 - 16:24 WIB

Labu Jumbo
Trending di Internasional