Kenaikan Tarif Ojol Bisa Bikin Inflasi Indonesia Makin Tinggi

Menu

Mode Gelap
Melonjak Rp 10 ribu Per Gram, Cek Harga Emas Antam Hari Ini Terbaru! Ini Lokasi Perpanjang SIM Kota Bogor, Kamis 29 September 2022 Siap-siap Payung, Kota Bogor Hujan Hari Ini, Kamis 29 September 2022 Harga Emas Pegadaian Turun, Rabu 28 September 2022 Jangan Telat Perpanjang SIM! Ini Lokasi Simling Kota Bogor, Rabu 28 September 2022

Ekonomi · 12 Agu 2022 09:42 WIB

Kenaikan Tarif Ojol Bisa Bikin Inflasi Indonesia Makin Tinggi


 Ilustrasi Ojol (Ema Rohimah/Suara.com/Bogordaily.net)
Perbesar

Ilustrasi Ojol (Ema Rohimah/Suara.com/Bogordaily.net)

Bogordaily.net–  Kenaikan tarif ojek online alias ojol  dinilai bisa membuat inflasi semakin tinggi. Hal tersebut diungkapkan Ekonom dari Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Nailul Huda. Menurut dia, tarif baru ojol dari Kemenhub berpotensi membuat inflasi meningkat lebih cepat.

“Biaya transportasi yang kemungkinan meningkat bisa menyebabkan inflasi secara umum. Inflasi transportasi per Juli 2022 sudah cukup tinggi, di mana secara year on year sudah di level 6,65 persen, tertinggi kedua setelah makanan, minuman, dan tembakau,” ujar Nailul dilansir Suara.com dari Antara.

Menurut dia, padahal saat ini pemerintah tengah berupaya menekan inflasi tetap rendah, mulai dari menjaga subsidi BBM hingga subsidi pangan. Hal itu dilakukan agar pemulihan ekonomi tetap terjaga.

Ia juga mengatakan, kenaikan tarif ojol juga akan mendorong masyarakat pengguna ojol pindah ke moda transportasi lain atau bahkan kendaraan pribadi.

“Jika menggunakan kendaraan pribadi akan menambah kemacetan dan kerugian ekonomi akan bertambah,” kata Nailul.

Nailul menjelaskan, transportasi daring, termasuk ojol adalah multisided-market dimana ada banyak jenis konsumen yang dilayani oleh sebuah platform. Sehingga, seharusnya yang dilihat bukan hanya dari sisi mitra driver saja, namun juga dari sisi konsumen atau penumpang.

“Sesuai hukum ekonomi, dari sisi konsumen penumpang akan ada penurunan permintaan. Sudah pasti mitra driver yang akan rugi karena secara total pendapatan akan menurun. Maka hal ini kontradiktif dengan kesejahteraan mitra driver yang ingin dicapai dengan adanya perubahan tarif ini,” jelasnya.

Selain itu, kenaikan biaya transportasi juga bisa mendatangkan efek berganda lain, yaitu membebani usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), misalnya industri makanan-minuman di skala UMKM yang bisa menaikkan harga.

Alasannya, penggunaan transportasi ojol sudah menjadi moda transportasi sehari-hari yang banyak digunakan untuk berbagai aktivitas masyarakat, baik pribadi maupun usaha.

Apalagi kenaikan biaya hidup itu juga nantinya berpotensi menurunkan daya beli masyarakat. Terlebih, rata-rata kenaikan upah minimum nasional pada 2022 hanya berkisar di angka 1,09 persen, tidak dapat menutup potensi kenaikan inflasi.

“Saya rasa pemerintah perlu mempertimbangkan kebijakan kenaikan tarif ojek online ini dan melihat sebesar besar elastisitas dari produk atau layanan. Jangan juga, kebijakan ini menimbulkan perang harga antar platform yang akan membuat industri tidak sehat,” kata Nailul.

Sementara itu sebelumnya Kemenhub mengeluarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 564 Tahun 2022 Tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat yang Dilakukan dengan Aplikasi. Aturan tersebut diteken pada 4 Agustus 2022.

Jika dibandingkan dengan aturan sebelumnya, hanya tarif ojol di Jabodetabek yang naik, namun biaya jasa di ketiga zona meningkat sekitar 30-40 persen.

Tarif ojol per kilometer di Jabodetabek menjadi Rp2.600 – 2.700 per km dari sebelumnya Rp2.250 – Rp 2.650 per kilometer (km).

Perusahaan aplikasi diminta untuk menyesuaikan besaran biaya tersebut paling lambat sepuluh hari kalender sejak keputusan menteri itu ditetapkan.***

 

(Riyaldi Suhud)

Artikel ini telah dibaca 6,000 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

KemenKopUKM Masifkan Workshop Kewirausahaan di Babel Cetak Wirausaha Baru

29 September 2022 - 21:55 WIB

RR Sebut Kelemahan Struktural Ekonomi Indonesia, Biang Kerok Rupiah Jeblok

29 September 2022 - 16:34 WIB

Teten Masduki Raih Tokoh Pemulihan dan Digitalisasi UMKM pada Ajang Rakyat Merdeka Award 2022

29 September 2022 - 14:53 WIB

Dolar AS Menguat di Atas Rp 15.270, Rupiah Diramalkan Terpuruk

29 September 2022 - 12:20 WIB

Dolar AS Menguat

KemenKopUKM Fokus Perkuat Kesiapan SDM untuk Kembangkan RPB UMKM di Aceh

29 September 2022 - 11:37 WIB

UMKM di Aceh

Dorong Pelaku Usaha Bangkit, Dirut BRI Sunarso Dinobatkan Sebagai Tokoh Pembiayaan dan Pemberdayaan UMKM

29 September 2022 - 09:19 WIB

Dirut BRI Sunarso
Trending di Ekonomi