Kisah Heroik Hasiholan Josia, Veteran Perang Kemerdekaan

Menu

Mode Gelap
Rincian Harga Emas di Pegadaian Senin, 26 September 2022 Cepat dan Mudah, Berikut Lokasi Perpanjang SIM Kota Bogor Hari Ini Heboh Rumor Xi Jinping Dikudeta, Jadi Tahanan Rumah Bertambah, Kasus Positif Covid-19 di Tanah Air Capai 1.411 Pasien 5 Penyakit yang Wajib Diwaspadai Saat Musim Hujan

Nasional · 16 Agu 2022 22:54 WIB

Kisah Heroik Hasiholan Josia, Veteran Perang Kemerdekaan


 Veteran perang kemerdekaan, Hasiholan Josia Purba Tondang (95) saat ditemui di Komplek Kodam Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (16/8/2022). [Suara.com/Faqih Fathurrahman] Perbesar

Veteran perang kemerdekaan, Hasiholan Josia Purba Tondang (95) saat ditemui di Komplek Kodam Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (16/8/2022). [Suara.com/Faqih Fathurrahman]

Bogordaily.net – Ini kisah sejarah. Kisah heroik Hasiholan Josia Purba Tondang (95). Seorang veteran yang ikut perang kemerdekaan.

Dia merupakan veteran perang kemerdekaan. Ia menjadi satu-satunya veteran yang masih hidup di lingkungan kompleknya.

Diusia senjanya, kini dia hanya bisa terduduk di kursi roda. Sambil menikmati sore melihat lalu lalang kendaraan di Komplek Kodam, Kebon Jeruk Jakarta Barat.

Meski tidak terlibat peperangan secara langsung, Josia menceritakan, mendengar bredelan tembakan dan letusan meriam sudah menjadi kesehariannya.

Saat, melawan penjajah, Josia bergerilya keluar-masuk hutan di wilayah Sumatera Utara.

Saat itu, Josia ditempatkan sebagai bantuan tempur. Ia bertugas mengolah logistik menjadi bahan matang. Atau bisa dibilang, Josia merupakan koki para prajurit.

Tugasnya saat itu tidak terlalu rumit, namun bukan berati terlepas dari risiko terkena tembakan.

“Saya kadang ke kepala kampung, minta beras untuk prajurit. Tapi gak bisa sembarangan harus ada surat perintah dari komandan,” kata Josia saat ditemui di kediamannya, Jakarta Barat, Selasa 16 Agustus 2022.

Dia juga mengaku, saat itu, tidak jarang harus mencuri buah dari kebun warga, saat mereka pindah untuk mengungsi ketempat yang lebih aman.

“Saat itu saya juga sering curi buah milik warga yang mengungsi untuk makan para prajurit,” ungkapnya.

Josia mengatakan, ia tergabung dengan relawan pengusir penjajah secara sukarela. Tidak pernah ada paksaan saat ia memutuskan untuk bergabung.

“Saya sukarela. Saat itu semua rakyat berbondong-bondong secara sukarela mau bergabung. Karena semua ingin merdeka,” pungkasnya.***

Sumber: suara.com

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

Daftar Jenderal yang Dimutasi Kapolri!

26 September 2022 - 12:35 WIB

Laksanakan Arahan Pemerintah, PLN Fokus pada Program Uji Coba Kompor Listrik

26 September 2022 - 09:39 WIB

Program Uji Coba Kompor Listrik

Waduh, Akun Media Sosial Redaksi Narasi Kena Hack

26 September 2022 - 09:33 WIB

redaksi Narasi kena hack

Rangkaian Kronologis Ledakan di Asrama Brimob Sukoharjo

26 September 2022 - 09:22 WIB

Permainan Capit Boneka Disebut Haram, Ini Alasannya!

26 September 2022 - 08:36 WIB

Capit boneka haram

Biadab! Kakek Jadikan Cucunya Budak Seks hingga Hamil dan Melahirkan

26 September 2022 - 08:25 WIB

Budak Seks kakek
Trending di Nasional