Matahari Punya Usia, Apakah Ini Akhir Tata Surya?

Menu

Mode Gelap
Pakai Mobil Mercy, Perempuan Ini Maling Cokelat di Minimarket Gereja di Mesir Kebakaran, 41 Tewas Termasuk 18 Anak-anak Jadwal dan Lokasi Sim Keliling Kota Bogor, Senin 15 Agustus 2022 Pencuri Jadi Bulan-bulanan Warga, Sempat Todong Pistol Bharada E Dipastikan Aman di Rutan Bareskrim Polri

Internasional · 5 Agu 2022 17:13 WIB

Matahari Punya Usia, Apakah Ini Akhir Tata Surya?


 Matahari Diperkirakan Terbentuk Sejak 4,6 Miliar Tahun Lalu. (tribun/Bogordaily.net) Perbesar

Matahari Diperkirakan Terbentuk Sejak 4,6 Miliar Tahun Lalu. (tribun/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Matahari juga punya usia, saat ini diperkirakan telah terbentuk sejak 4,6 miliar tahun lalu. Pertanyaannya, berapa lama lagi sisa usia Matahari?

Para ilmuwan telah membuat prediksi tentang akhir tata surya. Sebuah tim astronom internasional pada tahun 2018 meneliti tentang kapan matahari akan mati. Penelitian tersebut dipublikasikan di jurnal Nature Astronomy.

Kemungkinan sisa umur Matahari sekitar 10 miliar tahun dan akan ada perubahan seiring berjalannya waktu menuju kematian bintang besar itu.

Dalam waktu sekitar lima miliar tahun, matahari akan berubah menjadi raksasa merah. Inti bintang akan menyusut, tetapi lapisan luarnya akan meluas ke orbit Mars dan menelan bumi dalam prosesnya.

Pada saat itu, makhluk hidup sudah tidak akan ada lagi. Faktanya, umat manusia hanya memiliki sekitar satu miliar tahun lagi karena matahari meningkatkan kecerahannya sekitar 10 persen setiap miliar tahun.

Misalnya, dalam waktu 5 miliar tahun, Matahari akan menjadi raksasa merah. Inti bintang menyusut tetapi bagian luarnya akan membesar hingga orbit Mars. Artinya, Bumi akan ditelan dalam proses tersebut.

Lebih lanjut, pada tahun 2018 menggunakan pemodelan komputer menemukan nasib akhir Matahari. Seperti 90% bintang lainnya, Matahari kita kemungkinan besar akan menyusut dari raksasa merah menjadi katai putih dan kemudian berakhir sebagai nebula.

“Ketika sebuah bintang mati, ia mengeluarkan massa gas dan debu, yang dikenal sebagai selubungnya, ke luar angkasa. Selubung itu bisa mencapai setengah massa bintang,” ujar astrofisikawan Albert Zijlstra dari University of Manchester di Inggris, salah satu penulis makalah.

Uniknya, ketika Matahari kehabisan bahan inti, Matahari tidak akan menciptakan Nebula yang begitu terang. Nebula relatif umum di seluruh alam semesta dan banyak yang dapat diamati. Yang terkenal misalnya Nebula Helix dan Bubble Nebula.

Nah, dari pemodelan di tahun 2018 ini menunjukkan bahwa Matahari berada di sekitar batas bawah massa untuk sebuah bintang yang dapat menghasilkan nebula yang terlihat jelas. Dengan kata lain, saat mati, Matahari kita tidak akan menghasilkan nebula yang bersinar seterang nebula lainnya.(*)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

Kebakaran Hebat Tejadi di Gereja Koptik Mesir, 41 Orang Tewas

15 Agustus 2022 - 10:11 WIB

Dor! Satu Bus di Kota Tua Yerusalem Ditembaki Teroris

15 Agustus 2022 - 09:39 WIB

Bus Yerusalem

Kabar Baik, Sekolah di Shanghai Segera Buka Kembali

15 Agustus 2022 - 09:04 WIB

Sekolah di Shanghai

Gereja di Mesir Kebakaran, 41 Tewas Termasuk 18 Anak-anak

15 Agustus 2022 - 07:49 WIB

gereja di mesir

Mencekam! Perang Antar Genk di Meksiko Meluas, Belasan Orang Tewas

14 Agustus 2022 - 20:28 WIB

Geng Narkoba

Geger! Penulis Novel Salman Rushdie Ditikam di Atas Panggung

14 Agustus 2022 - 13:26 WIB

Salman Rushdie.
Trending di Internasional