Mengenal Sultan Hamengkubuwana IX, Bapak Pramuka Indonesia

Menu

Mode Gelap
Melonjak Rp 10 ribu Per Gram, Cek Harga Emas Antam Hari Ini Terbaru! Ini Lokasi Perpanjang SIM Kota Bogor, Kamis 29 September 2022 Siap-siap Payung, Kota Bogor Hujan Hari Ini, Kamis 29 September 2022 Harga Emas Pegadaian Turun, Rabu 28 September 2022 Jangan Telat Perpanjang SIM! Ini Lokasi Simling Kota Bogor, Rabu 28 September 2022

Tokoh · 13 Agu 2022 18:59 WIB

Mengenal Sultan Hamengkubuwana IX, Bapak Pramuka Indonesia


 Sultan Hamengkubuwana IX. (Pariwisata.demakkab.go.id/Bogordaily.net) Perbesar

Sultan Hamengkubuwana IX. (Pariwisata.demakkab.go.id/Bogordaily.net)

Bogordaily.net–  Hari Pramuka Indonesia diperingati tanggal 14 Agustus setiap tahunnya. Pada tahun 2022 ini, tanggal 14 Agustus jatuh pada hari Minggu besok. Peringatan Hari Pramuka Indonesia biasanya diadakan upacara bendera dan mengingat sejarah serta bapak Pramuka Indonesia. Lalu, siapa bapak Pramuka Indonesia?

Dikutip Suara.com dari factsofindonesia.com, bapak Pramuka Indonesia adalah Sultan Hamengkubuwana IX yang lahir di Yogyakarta, 12 April 1912 dan meninggal di Washington DC, 2 Oktober 1988.

Ia adalah seorang sultan yang memerintah di Yogyakarta (1940-1988) dan Gubernur Yogyakarta pertama sejak Kemerdekaan Indonesia.

Dia juga merupakan wakil presiden kedua (1973-1978) dan dikenal sebagai Sultan Yogyakarta yang paling lama memerintah, dengan masa jabatan 44 tahun.

Sementara itu Sri Sultan Hamengkubuwono IX dikenal sebagai seorang sultan yang menentang kolonialisme Belanda dan memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia. Selama masa kolonialisasi Jepang, Sultan melarang pengiriman pekerja romusha (kerja paksa) dengan membangun proyek irigasi lokal, di Yogyakarta, proyek irigasi lokal itu sampai sekarang dikenal dengan nama Selokan Mataram.

Ia dan Paku Alam IX dari Surakarta adalah penguasa pertama yang bergabung dengan Republik Indonesia. Ia juga mengajak Presiden (Soekarno) untuk memerintah dari Yogyakarta sejak Jakarta dikuasai oleh Belanda selama masa agresi militer tahun 1947.

Sultan Hamengkubuwono menyumbangkan kekayaan pribadinya sebanyak 6 juta gulden untuk memulihkan ekonomi Nasional pada awal Kemerdekaan. Dia juga membantu Jenderal Sudirman untuk berperang melawan Sekutu dengan mengirimkan logistik dan senjata secara diam-diam.

Pada 2 Oktober 1988, ia meninggal di George Washington University Medical Centre, AS karena serangan jantung. Ia dimakamkan di makam Sultan Mataram di Imogiri, Yogyakarta.

Sementara itu dahulu uang 10.000 rupiah menampilkan gambar Hamenkubuwono IX dan pramuka berkemah. Itu adalah salah satu bukti bahwa Hamengkubuwono IX telah aktif bersama Pramuka sejak zaman pemerintah kolonial Belanda dan terus menjaga gerakan tersebut begitu Indonesia merdeka.

Pada tahun 1968, Hamengkubuwono IX terpilih sebagai Kepala Gerakan Kepanduan nasional. Ia juga dianugerahi Serigala Perunggu, satu-satunya pembedaan organisasi dunia Gerakan Pramuka, yang diberikan oleh Komite Kepanduan Dunia untuk layanan luar biasa kepada Kepanduan dunia, pada tahun 1973.***

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

Sosok Johanis Tanak, Pengganti Lili Pintauli Siregar

29 September 2022 - 08:56 WIB

sosok Johanis Tanak

Profil Febri Diansyah, Eks Jubir KPK yang Kini Jadi Pengacara Putri Candrawathi

28 September 2022 - 16:51 WIB

Rasamala Aritonang, Eks Penyidik KPK yang Kini Jadi Pengacara Ferdy Sambo

28 September 2022 - 16:20 WIB

Sosok Giorgia Meloni, PM Perempuan Pertama di Italia

27 September 2022 - 08:12 WIB

sosok Giorgia Meloni

Sosok Syekh Yusuf Qaradhawi, Ulama Berpengaruh yang Wafat di Usia 96 Tahun

26 September 2022 - 23:13 WIB

Profil dan Biodata Evie Effendi, Ustaz Gaul dari Bandung

26 September 2022 - 09:02 WIB

Trending di Tokoh