Menjunjung Nilai Spiritual di Seren Taun Kasepuhan Malasari

Menu

Mode Gelap
Hasil Piala Asia U-17, Timnas Indonesia Menang Tipis 3-2 Atas UEA Siap-siap Tampung Air, Pipa PDAM Sedang dalam Perbaikan Tidak Ditilang, Polisi Tegur Ratusan Pelanggar pada Hari Kedua Operasi Zebra Lodaya Update Terkini Perbaikan Pipa PDAM, Ini Wilayah yang Terdampak Buntut Tragedi Stadion Kanjuruhan, Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat Dicopot!

Kabupaten Bogor · 9 Agu 2022 14:25 WIB

Menjunjung Nilai Spiritual di Seren Taun Kasepuhan Malasari


 Upacara adat Seren Taun dalam rangka menyambut Muharram. (Diskominfo Kabupaten Bogor/Bogordaily.net) Perbesar

Upacara adat Seren Taun dalam rangka menyambut Muharram. (Diskominfo Kabupaten Bogor/Bogordaily.net)

Bogordaily.net–  Upacara Adat Seren Taun merupakan bentuk dari Perayaan Tahun Baru Islam pada tanggal 1 Muharam tahun Hijriah. Upacara adat tersebut dapat diartikan sebagai penyerahan hasil panen yang baru dilewati serta memohon berkah dan perlindungan kepada Allah pada musim berikutnya.

Masyarakat adat Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor tahun ini mengusung tema seren taun, “ngahiji ngajadi hiji”. Prosesi helaran Seren Taun yang digelar sejak tanggal 4-6 Agustus 2022 berlangsung khidmat penuh nilai-nilai spiritual.

Menurut Kasepuhan Malasari, Abah Udin Saepudin mengungkapkan, helaran ini intinya sebagai ajang silaturahmi mendekatkan antar keluarga dan persaudaraan, termasuk  mensyukuri hasil pertanian.

“Ka cai jadi saleuwi, ka darat jadi salebak, yang nantinya dapat saling memberi, saling mengasihi, dan saling menyayangi, silih asah, silih asih, silih asuh itu yang jadi faktor utamanya, Insyaa Allah jika sudah saudara-saudara bersatu, seikatan, setujuan, yakin negara pasti aman sejahtera, aman sentosa, itulah faktor utamanya,” ujarnya.

Selain itu Salah satu tokoh masyarakat atau tokoh adat Desa Malasari, Sukendar menyampaikan, helaran Seren Taun kasepuhan Malasari tahun ini juga digelar Rembug Petani yang dilanjutkan dengan pemberian bibit. Bahkan, masyarakat adat di Malasari juga telah berhasil menjaga ketahanan pangan dengan memanfaatkan kekayaan alam secara bijak dan kearifan lokal yang dimiliki.

“Rembug petani ini memang baru beberapa tahun kita lakukan karena Seren Taun juga erat kaitannya mengelola pertanian, masyarakat adat kasepuhan Malasari ini kan mayoritas memang petani,” jelasnya.

Sementara, lanjut Sukendar, tidak terlepas dari adanya kendala, yang paling signifikan di kita ini kalau bicara mengenai isu pertanian, berkaitan dengan masalah hama terutama hama babi, kera, termasuk juga burung.

“Jadi kita akan coba bedah, kita juga akan coba padukan dengan program pemerintah nanti kita akan minta pendapat, bagaimana isu yang berkembang berkaitan dengan masalah pertanian ini sesuai dengan harapan,” pungkasnya.(Albin Pandita)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

Tim Recheking Jabar Menilai Langsung Program TP-PKK Desa Sukamaju

6 Oktober 2022 - 20:37 WIB

Program TP-PKK Desa Sukamaju

Sekda Burhanudin Sebut Pramuka Wadah Pembentukan Karakter Para Pemuda

6 Oktober 2022 - 20:00 WIB

pramuka wadah pemuda

Plt. Bupati Bogor Minta PHRI Rangkul Lebih Banyak Anggota Demi Majukan Pariwisata

6 Oktober 2022 - 18:08 WIB

PHRI

Plt. Bupati Bogor Terima Penghargaan NIB Tertinggi Ke-3 Se-Jawa Barat

6 Oktober 2022 - 17:22 WIB

Penghargaan NIB Tertinggi

Gegara Percikan Api, Rumah dan Mobil Odong-odong Ludes Terbakar

6 Oktober 2022 - 17:10 WIB

Mobil Odong-odong Terbakar

Podcast Bincang Bogordaily Kupas Tuntas ChildFund, Seperti Apa?

6 Oktober 2022 - 11:34 WIB

Trending di Kabupaten Bogor