Profil Eddy Gombloh Pelawak Senior yang Penuh Tawa

Menu

Mode Gelap
Pakai Mobil Mercy, Perempuan Ini Maling Cokelat di Minimarket Gereja di Mesir Kebakaran, 41 Tewas Termasuk 18 Anak-anak Jadwal dan Lokasi Sim Keliling Kota Bogor, Senin 15 Agustus 2022 Pencuri Jadi Bulan-bulanan Warga, Sempat Todong Pistol Bharada E Dipastikan Aman di Rutan Bareskrim Polri

Tokoh · 4 Agu 2022 20:23 WIB

Profil Eddy Gombloh Pelawak Senior yang Penuh Tawa


 Eddy Gombloh Tutup Usia Pada Hari Kamis, 4 Agustus 2022. (celebritiesid/Bogordaily.net) Perbesar

Eddy Gombloh Tutup Usia Pada Hari Kamis, 4 Agustus 2022. (celebritiesid/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Duka kembali menyelimuti dunia hiburan Tanah Air atas kabar meninggalnya pelawak senior, Eddy Gombloh. Berikut profil Eddy Gombloh sang pelawak yang penuh tawa.

Eddy Gombloh diketahui meninggal dunia di usia 80 tahun. Selama ini Eddy Gombloh dikenal sebagai pelawak yang berperan sebagai sosok lugu. Simak profil Eddy Gombloh selengkapnya berikut ini.

Eddy Gombloh merupakan nama panggung dari pria bernama Supardi yang lahir di Jogja pada 17 Agustus 1941. Eddy Gombloh tinggal di Jogja bersama sang istri yang bernama Murtina Lubalu dan anak terakhirnya, Ayu Adina Anggraeni.

Eddy Gombloh diingat sebagai pelawak bertubuh gemuk yang kerap memerankan karakter polos dan bloon. Di era 80-an, nama Eddy Gombloh melejit sebagai pelawak sekaligus aktor bersama rekan-rekannya yang lain seperti Benyamin Sueb, S Bagyo, dan Ratmi B29.

Sebanyak lebih dari 30 judul film telah dibintangi Eddy Gombloh dalam rentang waktu 1971-1990. Eddy berkesempatan menjadi pemeran utama dalam film “Tiga Janggo” (1976) bersama Benyamin S dan A Hamid Aried yang merupakan proyek dari sutradara Nawi Ismail.

Di hari tuanya, Eddy Gombloh memilih tinggal di Jogja bersama istri dan sang putri. Namun sesekali Eddy Gombloh masih ke Jakarta untuk mengurus perpanjangan KTP maupun SIM. Eddy Gombloh juga menyewakan 4 ruko miliknya di Jakarta.

Eddy Gombloh rupanya tertarik tinggal di Jogja, khususnya daerah Turi, setelah mengantarkan bantuan gempa pada 2006. Hawa dan udara yang masih bersih membuat Eddy Gombloh tertarik membeli rumah di sana.

Selain alasan itu, Eddy Gombloh juga lahir dan besar di Jogja sebelum berkarier sebagai pelawak di Jakarta. Di masa tuanya, Eddy Gombloh dan sang istri memiliki kebun salak di samping rumah. Sesekali Eddy Gombloh ikut menemani sang istri menjual hasil panen salak dari kebun mereka.

Di masa tuanya, Eddy Gombloh merasa cukup dengan penghasilan yang memang tak seberapa ketimbang saat ia berkarier di Jakarta. Eddy Gombloh juga memiliki usaha fotokopi yang cukup menguntungkan karena lokasi rumahnya di jalur alternatif Jogja-Jawa Tengah serta di depan sekolah.

Pada 2015, Eddy Gombloh sempat menjalani operasi katarak sehingga mata kirinya harus ditutup plastik transparan. Eddy Gombloh juga mengalami pengapuran di bagian lutut, serta kutil di kepala dan beberapa bagian tangan dan wajah seiring bertambahnya usia.

Itu dia sekilas profil Eddy Gombloh yang tutup usia hari ini, Kamis, 4 Agustus 2022. Selamat jalan, legenda!

Sumber: Suara.com

Artikel ini telah dibaca 100 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

Profil dan Biografi Sri Sultan Hamengkubuwono IX Bapak Pramuka Indonesia

15 Agustus 2022 - 11:57 WIB

Hadi Matar, Si Penikaman Novelis Salman Rushdie

14 Agustus 2022 - 20:18 WIB

Profil Salman Rushdie, Penulis yang Ditikam di AS

14 Agustus 2022 - 13:42 WIB

Salman Rushdie

Mengenal Sultan Hamengkubuwana IX, Bapak Pramuka Indonesia

13 Agustus 2022 - 18:59 WIB

Sosok Gudfan Arif Ghofur, Bendahara Umum PBNU Gantikan Mardani Maming

13 Agustus 2022 - 15:33 WIB

Profil Bima Sakti, Arsitek Timnas U-16 yang Jadi Juara AFF 2022

12 Agustus 2022 - 23:47 WIB

Trending di Tokoh