Profil Tsai Ing-wen, Presiden Taiwan yang Berseteru dengan China

Menu

Mode Gelap
Pakai Mobil Mercy, Perempuan Ini Maling Cokelat di Minimarket Gereja di Mesir Kebakaran, 41 Tewas Termasuk 18 Anak-anak Jadwal dan Lokasi Sim Keliling Kota Bogor, Senin 15 Agustus 2022 Pencuri Jadi Bulan-bulanan Warga, Sempat Todong Pistol Bharada E Dipastikan Aman di Rutan Bareskrim Polri

Tokoh · 4 Agu 2022 13:17 WIB

Profil Tsai Ing-wen, Presiden Taiwan yang Berseteru dengan China


 Presiden Taiwan Tsai Ing-wen.(AFP/SAM YEH/CNN Indonesia/Bogordaily.net) Perbesar

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen.(AFP/SAM YEH/CNN Indonesia/Bogordaily.net)

Bogordaily.net–  Hubungan Taiwan dan China kembali memanas lantaran kunjungan Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi ke Taipei. Nama Presiden Taiwan Tsai Ing-wen pun ikut menjadi sorotan? Lalu siapa Tsai Ing-wen? Berikut profil Tsai Ing-Wen yang merupakan presiden perempuan pertama Taiwan.

Tsai Ing-Wen lahir di Taipei pada 31 Agustus 1956. Ia merupakan putri bungsu dari 11 bersaudara dan dibesarkan oleh orang tuanya yang bekerja sebagai pengusaha bengkel mobil kecil-kecilan di Kota Fungshan, Kabupaten Pingtung, wilayah selatan Taiwan.

Dilansir Idntimes.com dari laman resmi pemerintahan Taiwan, Ing-wen lulus dari National Taiwan University pada 1978 sebagai sarjana hukum. Ia lalu melanjutkan studi master hukum di Cornell University Law School, Amerika Serikat (AS), pada 1980 dan mendapat gelar Ph.D bidang hukum dari London School of Economics and Political Science, Inggris, pada 1984. Spesialisasi yang diambilnya adalah perdagangan internasional dan hukum persaingan.

Tsai Ing-Wen dianugerahkan gelar profesor setelah mengenyam pendidikan di berbagai negara. Ia juga sempat mengajar mata kuliah hukum di berbagai perguruan tinggi, antara lain National Chengchi University (1984-1990 dan 1993-2000) serta Soochow University School of Law (1991-1993).

Tak hanya sebagai dosen Ing-wen juga pernah terlibat dalam berbagai negosiasi perdagangan Taiwan sejak akhir 1980-an. Sejak 1990, dia berperan penting sebagai kepala penasihat hukum dalam negosiasi Taiwan untuk bergabung dengan General Agreement on Tariffs and Trade (GATT), hingga akhirnya berhasil menjadi anggta World Trade Organization (WTO) pada 2002.

Mulai akhir 1990-an, di tengah dinamika hubungan lintas selat, istilah lain untuk hubungan Tiongkok-Taiwan ia dipercaya sebagai Penasihat Senior untuk Dewan Urusan Daratan pada tahun 1994 sampai 1998. Ia kemudian diangkat menjadi Penasihat Senior untuk Dewan Keamanan Nasional pada 1999-2000 dan Ketua Dewan Urusan Daratan tahun 2000-2004.

Ing-wen bergabung dengan DPP pada 2004, selanjutnya terpilih sebagai anggota legislatif untuk periode 2005-2006. Setelah itu, ia diangkat menjadi Wakil Perdana Menteri untuk perideo 2006-2007.

Saat DPP kembali ke oposisi, Ing-wen terpilih sebagai Ketua DPP untuk dua periode berturut-turut yakni 2008-2012 dan 2014-2018 ia dinobatkan sebagai perempuan pertama yang memimpin partai politik terbesar di Taiwan.

Puncak karier politik Ing-wen terjadi pada 2016 ketika terpilih sebagai presiden perempuan Taiwan pertama. Meski penuh kontroversi, perempuan yang juga Ketua Democratic Progressive Party (DPP) ini masih dipercaya warga Taiwan untuk periode keduanya saat memenangkan Pemilu 2020.

Dalam kepemimpinannya, kebijakan Ing-wen disorot soal penegasan kedaulatan Taiwan, bahwa negara kepulauan tersebut bukan wilayah yang memberontak dari Tiongkok. Sikap tersebut disambut oleh Presiden Xi Jinping dengan retorika perang.

Otoritas Tirai Bambu rutin mengirim pesawat tempur untuk berpatroli di wilayah udara Taiwan sebagai ancaman agar Ing-wen mengurungkan minatnya untuk mengumumkan kemerdekaan Taiwan.***

(Riyaldi Suhud)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

Profil dan Biografi Sri Sultan Hamengkubuwono IX Bapak Pramuka Indonesia

15 Agustus 2022 - 11:57 WIB

Hadi Matar, Si Penikaman Novelis Salman Rushdie

14 Agustus 2022 - 20:18 WIB

Profil Salman Rushdie, Penulis yang Ditikam di AS

14 Agustus 2022 - 13:42 WIB

Salman Rushdie

Mengenal Sultan Hamengkubuwana IX, Bapak Pramuka Indonesia

13 Agustus 2022 - 18:59 WIB

Sosok Gudfan Arif Ghofur, Bendahara Umum PBNU Gantikan Mardani Maming

13 Agustus 2022 - 15:33 WIB

Profil Bima Sakti, Arsitek Timnas U-16 yang Jadi Juara AFF 2022

12 Agustus 2022 - 23:47 WIB

Trending di Tokoh