Purnawirawan TNI Ditusuk hingga Tewas, Ahmad Sahroni Ingatkan Polisi

Menu

Mode Gelap
Terbaru! Ini Lokasi Sim Keliling Kota Bogor, Jumat 30 Sepember 2022 Lagi! Kota Bogor Hujan Hari Ini, Jumat 30 September 2022 Melonjak Rp 10 ribu Per Gram, Cek Harga Emas Antam Hari Ini Terbaru! Ini Lokasi Perpanjang SIM Kota Bogor, Kamis 29 September 2022 Siap-siap Payung, Kota Bogor Hujan Hari Ini, Kamis 29 September 2022

Nasional · 18 Agu 2022 20:08 WIB

Purnawirawan TNI Ditusuk hingga Tewas, Ahmad Sahroni Ingatkan Polisi


 Anggota DPR RI Ahmad Syahroni Perbesar

Anggota DPR RI Ahmad Syahroni

Bogordaily.net – Ahmad Sahroni anggota DPR RI mengingatkan polisi atas tewasnya seorang purnawirawan TNI, Letkol Inf Purn H Muhammad Mubin dikabarkan tewas ditusuk oleh seorang pemilik toko karena masalah parkir.

Seperti yang dibagikan di akun Instagramnya (@ahmadsahroni88) dia mengingatkan kepolisian.

Dalam unggahan tersebut, Ahmad Sahroni menyematkan foto terduga pelaku dan korban pembunuhan yang terluka dengan darah bercucuran.

Sementara dalam caption foto, Sahroni mengabarkan bahwa Mubin tewas ditusuk oleh terduga seorang pemilik toko bernama Aseng.

“Letkol Inf Purn H Muhammad Mubin (Akmil ‘82, terakhir Dandim Tarakan, pensiun dini, kerja di Pertamina dan sudah pensiun di Pertamina) telah dibunuh oleh Aseng Pemilik toko di Lembang tanggal 16 Agustus sekitar jam 08.15,” tulis Sahroni di caption.

Melansir keterangan Sahroni, kronologi kejadian bermula ketika Mubin yang bekerja sebagai seorang sopir di perusahaan Meubel mengantar anak bosnya sekolah TK saat pagi hari.

Mubin yang hendak menyebrangkan anak bosnya ke TK seberang jalan pun memarkirkan kendaraannya sejenak di depan toko milik Aseng.

“Aseng marah-marah karena parkir di depan tokonya dan menusuk Ltk M Mubin yang berada di dalam mobil, kemudian Ltk M Mubin menjalankan mobil untuk minta pertolongan, karena darah banyak yang keluar akhirnya dia meninggal dunia,” terang Sahroni.

Sahroni sempat menyebut Polsek setempat melakukan upaya untuk merekayasa kejadian.

Hal itu diduga dengan meminta damai kepada keluarga Almarhum seraya beralasan bahwa terduga pelaku merupakan orang kuat dan kenal dekat dengan Polda Jabar.

Sahroni pun berharap kasus tersebut diusut oleh polisi secara transparan.

Lebih lanjut, Sahroni kembali mengedit caption dan meminta maaf karena setelah mendapat informasi lagi bahwa ternyata tak ada rekayasa dalam kasus tersebut.

“Mohon maaf kejadian di wilayah polda jabar dan sudah diinfokan oleh Kapolda Jabar bahwa tidak ada rekayasa dan segera ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku,” tutupnya.***

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

Hutan Perhutana, Hutan Kolektif Pertama di Dunia

1 Oktober 2022 - 11:51 WIB

Tapanuli Utara Diguncang Gempa Magnitudo 6.0, Berikut Jumlah Korban dan Daftar Kerusakan

1 Oktober 2022 - 11:10 WIB

Ingat! 7 Golongan Ini Tidak Akan Dapat BSU Rp600 Ribu, Kamu Termasuk?

1 Oktober 2022 - 08:54 WIB

Narasi TV Resmi Laporkan Peretasan ke Bareskrim Polri

30 September 2022 - 22:59 WIB

Rizal Ramli Ungkap Dampak Konflik Amerika-Rusia-China bagi Indonesia, Apa Saja?

30 September 2022 - 21:20 WIB

Pengumuman! Polisi Dilarang Tilang Manual Selama Operasi Zebra 2022

30 September 2022 - 20:27 WIB

tilang manual
Trending di Nasional