Bogordaily.net – Gejala cacar monyet atau monkeypox dan cara penularan cacar monyet perlu diwaspadai menyusul kasus terkonfirmasi di Indonesia.
Cacar monyet atau monkeypox hanya dapat didiagnosis melalui pemeriksaan laboratorium. Tidak ada pengobatan khusus atau vaksinasi yang tersedia untuk infeksi virus Monkeypox.
Pengobatan simptomatik dan suportif dapat diberikan untuk meringankan keluhan yang muncul.
Dirangkum dari laman resmi Kementerian Kesehatan, gejala cacar monyet ditandai dengan masa inkubasi. Masa inkubasi (interval dari infeksi sampai timbulnya gejala) 5 sampai 13 hari atau 5 sampai 21 hari.
Ada dua periode, pertama masa invasi, terjadi 0 sampai 5 hari terjadi demam tinggi, sakit kepala yang berat, dan ada benjolan atau pembesaran kelenjar limfa di leher, kemudian diketiak, atau selangkangan.
Kedua, masa erupsi, terjadi 1 sampai 3 hari pasca-demam, terjadi ruam pada kulit, ruam pada wajah, telapak tangan, kaki, mukosa, alat kelamin, dan selaput lendir mata.
Ruam ini berkembang mulai dari bintik merah seperti cacar (makulopapula), lepuh berisi cairan bening, lepuh berisi nanah, kemudian mengeras. Biasanya diperlukan waktu hingga 3 minggu sampai ruam tersebut menghilang.
Cacar monyet ini bisa sembuh sendiri setelah 2-4 minggu pasca-masa inkubasinya selesai. Penyakit ini akan sembuh sendiri tidak terlalu berat.
Dari negara-negara yang melaporkan kasus monkeypox hanya sekitar 10% pasien dirawat di rumah sakit.
Penularan cacar monyet
Penularan monkeypox bisa dari hewan ke hewan dan dari hewan ke manusia. Kalau dari hewan ke manusia penularannya melalui kontak langsung antara hewan dan manusia.
Llau jika hewan ke manusia, melalui cairan tubuh terutama bagian tubuh yang ada cacar seperti di sekitar muka atau tubuh hewan.
Selain itu, penularan cacar monyet ke manusia bisa melalui daging hewan tersebut yang tidak dimasak secara matang.
Sedangkan penularan cacar monyet dari manusia ke manusia bisa melalui udara, cairan tubuh atau cacar yang ada di muka, mulut, tangan maupun di badan. Kalau kontak langsung juga ada melalui saluran napas atau terjadi droplet.
Sementara, penularan cacar monyet dari ibu ke bayi melalui transmisi atau plasentanya.***