Zawahiri, Pimpinan Al Qaeda yang Tewas di Tangan AS

Menu

Mode Gelap
Harga Emas Pegadaian Turun, Rabu 28 September 2022 Jangan Telat Perpanjang SIM! Ini Lokasi Simling Kota Bogor, Rabu 28 September 2022 Terkini! Ini Ramalan Kota Bogor Hari Ini, Rabu 28 September 2022 Masih Sama, Berikut Harga Emas Pegadaian Hari Ini Selasa, 27 September 2022 Terbaru! Ini Lokasi Perpanjang SIM di Kota Bogor, Selasa 27 September 2022

Tokoh · 2 Agu 2022 11:19 WIB

Sepak Terjang Zawahiri, Dokter Asal Mesir Pimpinan Al Qaeda yang Tewas di Tangan AS


 Ayman al-Zawahiri (Dok. Hamid Mir/Editor/Ausaf Newspaper for Daily Dawn/Handout via REUTERS/Detik.com/Bogordaily.net) Perbesar

Ayman al-Zawahiri (Dok. Hamid Mir/Editor/Ausaf Newspaper for Daily Dawn/Handout via REUTERS/Detik.com/Bogordaily.net)

Bogordaily.net–  Ayman Al Zawahiri seorang pemimpin Al Qaeda dilaporkan tewas dalam serangan pesawat tak berawak alias drone Amerika Serikat (AS) di Afghanistan.

Setelah sebelas tahun lalu Osama bin Laden tewas, Presiden Amerika Serikat Joe Biden menyebut Zawahiri merupakan simbol internasional kelompok Al Qaeda. Ia bahkan sempat menjadi dokter pribadi Osama bin Laden. Lalu bagaimana sosok Ayman Al Zawahiri?

Dilansir CNN Indonesia, Ayman Al Zawahiri berasal dari keluarga terkemuka di Mesir. Kakeknya bernama Rabia al-Zawahiri merupakan seorang imam di Universitas Al-Azhar, Kairo dan paman buyutnya Abdel Rahman Azzam adalah mantan sekretaris pertama Liga Arab.

Zawahiri menjadi target AS selama setahun setelah mereka menarik diri dari Afghanistan pada Agustus 2021 lalu. Ia juga disebut membantu mendalangi serangan 11 September 2001 atau 9/11 di Amerika.

Setelah serangan 9/11, Zawahiri ikut menjadi target AS bersama Osama bin Laden. Pada 2002 pasukan Washington bergerak menginvasi Afghanistan, Zawahiri juga tak tinggal diam. Suatu hari ia lolos dari serangan AS di wilayah Pegunungan Tora, Afghanistan. Serangan itu mengenai istri dan salah satu anaknya hingga tewas. Sebelum menjadi buron AS, ia menjadi seorang militan Muslim dan terlibat dalam pembunuhan Presiden Mesir, Anwar Sadat, pada 1981.

Saat Al-Zawahiri berkomitmen dan berkomplot untuk menggulingkan pemerintahan Mesir selama bertahun-tahun. Komplotan ini ingin mengganti sistem pemerintahan dengan Islam fundamentalis.

Keterlibatannya dalam membunuh orang presiden nomor satu di Mesir membuat Zawahiri bangga. Sebab, ia merasa melenyapkan satu orang yang dianggap mengkhianati Islam dan berkolusi dengan Israel.

Akibat perbuatannya ia sempat dihukum penjara. Setelah bebas, ia pergi ke Pakistan sebagai seorang dokter muda dan merawat orang-orang yang terluka usai melawan pendudukan Uni Soviet di Afghanistan. Zawahiri lalu bertemu dengan Osama bin Laden dan menemukan tujuan yang sama.

Setelah bertemu dengan pentolan Al-Qaeda, Zawahiri mengumumkan penggabungan kelompok teror Jihadi Islam Mesir dengan milisi Al Qaeda pimpinan bin Laden. Mereka lalu menandatangani deklarasi.

“Kesepakatan untuk membunuh dan memerangi warga Amerika dan sekutu mereka, baik warga sipil atau militer, merupakan kewajiban setiap muslim,” bunyi deklarasi itu dikutip CNN.***

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

Profil Febri Diansyah, Eks Jubir KPK yang Kini Jadi Pengacara Putri Candrawathi

28 September 2022 - 16:51 WIB

Rasamala Aritonang, Eks Penyidik KPK yang Kini Jadi Pengacara Ferdy Sambo

28 September 2022 - 16:20 WIB

Sosok Giorgia Meloni, PM Perempuan Pertama di Italia

27 September 2022 - 08:12 WIB

sosok Giorgia Meloni

Sosok Syekh Yusuf Qaradhawi, Ulama Berpengaruh yang Wafat di Usia 96 Tahun

26 September 2022 - 23:13 WIB

Profil dan Biodata Evie Effendi, Ustaz Gaul dari Bandung

26 September 2022 - 09:02 WIB

Sosok Jenderal Li Qiaoming, Diduga Dalang Kudeta Xi Jinping

26 September 2022 - 06:29 WIB

Li Qiaoming
Trending di Tokoh