Canggih, China Ciptakan Masker Pendeteksi Virus

Menu

Mode Gelap
Hasil Piala Asia U-17, Timnas Indonesia Menang Tipis 3-2 Atas UEA Siap-siap Tampung Air, Pipa PDAM Sedang dalam Perbaikan Tidak Ditilang, Polisi Tegur Ratusan Pelanggar pada Hari Kedua Operasi Zebra Lodaya Update Terkini Perbaikan Pipa PDAM, Ini Wilayah yang Terdampak Buntut Tragedi Stadion Kanjuruhan, Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat Dicopot!

Internasional · 22 Sep 2022 15:36 WIB

Canggih, China Ciptakan Masker Pendeteksi Virus


 Ilustrasi. (okezone/Bogordaily.net) Perbesar

Ilustrasi. (okezone/Bogordaily.net)

Bogordaily.net РPara peneliti di China kini sedang mengembangkan masker pendeteksi virus Covid-19 atau flu di udara. Masker yang sedang dikembangkan itu dapat memberitahukan pemakainya jika mereka telah terpapar virus, itu setelah melakukan percakapan 10 menit dengan orang yang terinfeksi.

Dikatakan bahwa sensor yang terpasang pada masker dapat merespons virus sedikitnya 0,3 mikroliter di udara, juga mendeteksi virus influenza Covid-19, H5N1 dan H1N1 dalam waktu 10 menit dan mengirimkan pemberitahuan ke perangkat.

Dikutip dari RMOl, studi yang dipimpin oleh enam ilmuwan yang bekerja dengan Universitas Tongji di Shanghai, diterbitkan dalam jurnal ilmiah Matter.

Perangkat baru, yang dipasang di luar masker dengan baterai lithium yang dapat diisi ulang, diuji dengan menyemprotkan patogen di dalamnya dengan pengaturan di dalam ruangan, mensimulasikan kemungkinan skenario di mana seseorang berbicara atau batuk.

Masker bioelektronik. (Istimewa/Bogordaily.net)

Sensor merespons cairan sekitar 70 hingga 560 kali lebih sedikit daripada jumlah yang dihasilkan saat bersin, mengirimkan peringatan ke perangkat nirkabel.

Para peneliti mengatakan masker bekerja paling baik di ruang tertutup dengan ventilasi yang buruk, seperti lift atau ruangan tertutup, di mana risiko infeksi tinggi. Mereka mengujinya di ruang tertutup dengan menyemprotkan cairan dan aerosol yang mengandung tingkat jejak virus.

Pandemi jangka panjang telah mendorong meluasnya pemakaian masker. Namun, pelonggaran mandat terkait Covid di banyak negara telah menyebabkan penurunan penggunaan masker.

Sebuah survei Axios-Ipsos pada awal September menemukan bahwa 37 persen orang Amerika memakai masker di luar rumah mereka, turun dari 89 persen dua tahun lalu.

Di China dan sebagian negara lainnya, penggunaan masker masih tetap dilalukan untuk melindungi diri dari virus, terlepas dari aturan pemerintah.***

(Riyaldi)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

Sadis! Penembakan Massal di Penitipan Anak Thailand, 34 Tewas

6 Oktober 2022 - 16:43 WIB

Politikus Ini Minta Prancis Tutup Lebih Banyak Masjid

6 Oktober 2022 - 09:11 WIB

Balas AS-Korsel, Korut Tembakkan Rudal

6 Oktober 2022 - 08:41 WIB

Kepalang Tajir, Suporter Sepak Bola Sewa 60 Kapal Pesiar Jelang Piala Dunia Qatar

5 Oktober 2022 - 18:44 WIB

kapal pesiar piala dunia

Duh! China Diserang Krisis Baru: Generasi ‘Kaum Rebahan’

5 Oktober 2022 - 09:33 WIB

Keren! Petani di New York Bikin Rekor, Panen Labu Jumbo Seberat 1.158 Kg

4 Oktober 2022 - 16:24 WIB

Labu Jumbo
Trending di Internasional