Canggih, China Ciptakan Masker Pendeteksi Virus

Menu

Mode Gelap
Link Streaming Man City vs Arsenal, Aman dan Legal Catat, Ini Nomor Hotline Pengaduan Penculikan Anak di Kota Bogor Doa Buka Puasa Rajab 2023 dan Qadha Ramadhan Lengkap Pasar Kaget di Taman Heulang Dikeluhkan Warga, Sahib Khan Usulkan Relokasi Profil Najwa Shihab, Jurnalis Intelektual yang Penuh Kritis

Internasional · 22 Sep 2022 15:36 WIB

Canggih, China Ciptakan Masker Pendeteksi Virus


 Ilustrasi. (okezone/Bogordaily.net) Perbesar

Ilustrasi. (okezone/Bogordaily.net)

IIMS

Bogordaily.net – Para peneliti di China kini sedang mengembangkan masker pendeteksi virus Covid-19 atau flu di udara. Masker yang sedang dikembangkan itu dapat memberitahukan pemakainya jika mereka telah terpapar virus, itu setelah melakukan percakapan 10 menit dengan orang yang terinfeksi.

Dikatakan bahwa sensor yang terpasang pada masker dapat merespons virus sedikitnya 0,3 mikroliter di udara, juga mendeteksi virus influenza Covid-19, H5N1 dan H1N1 dalam waktu 10 menit dan mengirimkan pemberitahuan ke perangkat.

Dikutip dari RMOl, studi yang dipimpin oleh enam ilmuwan yang bekerja dengan Universitas Tongji di Shanghai, diterbitkan dalam jurnal ilmiah Matter.

Perangkat baru, yang dipasang di luar masker dengan baterai lithium yang dapat diisi ulang, diuji dengan menyemprotkan patogen di dalamnya dengan pengaturan di dalam ruangan, mensimulasikan kemungkinan skenario di mana seseorang berbicara atau batuk.

Masker bioelektronik. (Istimewa/Bogordaily.net)

Sensor merespons cairan sekitar 70 hingga 560 kali lebih sedikit daripada jumlah yang dihasilkan saat bersin, mengirimkan peringatan ke perangkat nirkabel.

Para peneliti mengatakan masker bekerja paling baik di ruang tertutup dengan ventilasi yang buruk, seperti lift atau ruangan tertutup, di mana risiko infeksi tinggi. Mereka mengujinya di ruang tertutup dengan menyemprotkan cairan dan aerosol yang mengandung tingkat jejak virus.

Pandemi jangka panjang telah mendorong meluasnya pemakaian masker. Namun, pelonggaran mandat terkait Covid di banyak negara telah menyebabkan penurunan penggunaan masker.

Sebuah survei Axios-Ipsos pada awal September menemukan bahwa 37 persen orang Amerika memakai masker di luar rumah mereka, turun dari 89 persen dua tahun lalu.

Di China dan sebagian negara lainnya, penggunaan masker masih tetap dilalukan untuk melindungi diri dari virus, terlepas dari aturan pemerintah.***

(Riyaldi)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Malaysia Diterjang Banjir, Belasan Ribu Warga Dievakuasi

27 January 2023 - 14:22 WIB

Seluas Kota London, Gunung Es di Antartika Pecah

26 January 2023 - 15:30 WIB

Gunung Es Antartika Pecah

Main Petak Umpet di Kontainer, Bocah Bangladesh Ini Ditemukan di Malaysia

26 January 2023 - 15:17 WIB

bocah main petak umper di Kontainer

Festival Layang-Layang di India, 6 Tewas Terjerat Benang

26 January 2023 - 02:25 WIB

Ilmuwan Internasioanal Temukan Meteorit Langka Seberat 17 Pon di Antartika

25 January 2023 - 15:35 WIB

Ilmuwan meteorit langka antartika

AS dan Jerman Siap Kirim Tank Tempur ke Ukraina

25 January 2023 - 15:09 WIB

Jerman tank ke Ukraina
Trending di Internasional