Di Balik Video Viral Jenazah tak Ada yang Mengantar

Menu

Mode Gelap
Hasil Piala Asia U-17, Timnas Indonesia Menang Tipis 3-2 Atas UEA Siap-siap Tampung Air, Pipa PDAM Sedang dalam Perbaikan Tidak Ditilang, Polisi Tegur Ratusan Pelanggar pada Hari Kedua Operasi Zebra Lodaya Update Terkini Perbaikan Pipa PDAM, Ini Wilayah yang Terdampak Buntut Tragedi Stadion Kanjuruhan, Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat Dicopot!

Viral · 22 Sep 2022 12:20 WIB

Kisah Pilu di Balik Video Viral Jenazah tak Ada yang Mengantar, Ternyata…


 Tangkapan layar video viral jenazah diantar perangkat desa ke pemakaman. (Instagram/@terangmedia/Bogordaily.net) Perbesar

Tangkapan layar video viral jenazah diantar perangkat desa ke pemakaman. (Instagram/@terangmedia/Bogordaily.net)

Bogordaily.net– Sebuah video tentang jenazah tak ada yang mengantar viral di media sosial. Jenazah itu diangkat pegawai desa lalu diantar ke kuburan untuk dimakamkan. Dalam video yang beredar disebutkan kalau semasa hidup, jenazah tak pernah mau melayat. Setelah viral, polisi pun mengungkap fakta sebenarnya di balik kisah video tersebut.

Ternyata semasa hidupnya jenazah tersebut mengalami keterbelakangan mental. Karena tak ada keluarga dan warga yang bisa, perangkat desa di Desa Kedak, Kecamatan Semen, Kediri langsung turun tangan mengantar ke makam hingga mengurus pemakaman.

Kapolsek Semen, Kediri, AKP Siswandi menegaskan narasi di dalam video itu tidak benar. Menurut Siswandi, jenazah tersebut bernama Partono, warga Desa Kedak. Ia meninggal pada Selasa, 20 September 2022 pagi.

Partono merupakan warga yang mengalami keterbelakangan mental yang tinggal bersama dua saudaranya yang juga mengalami keterbelakangan mental.

“Almarhum tinggal bertiga dalam satu rumah dengan kakaknya Partini dan satu saudara lainnya. Ketiga orang ini merupakan orang dengan keterbelakangan mental,” kata Siswandi, dilansir dari DetikJatim, Kamis, 21 September 2022.

Ketiganya hidup dengan bergantung pada bantuan dari pemerintah. Mereka juga kerap mendapat bantuan.

Menurut Siswandi, Partono meninggal dunia di dalam rumah pada usia 50 tahun karena sakit.

Siswandi menampik narasi video yang menyebut tak ada yang mengantar jenazah Partono. Ia mengatakan, keluarga dalam rumah awalnya tak mengetahui jika ada keluarganya yang meninggal dunia.

“Partini sendiri dengan keterbelakangan mental, jadi tidak mengerti ada kejadian, bahwa adiknya Partono sudah meninggal dunia,” kata Siswandi.

Saat itu, mayoritas tetangganya yang berjenis kelamin pria sudah banyak yang berangkat kerja. Di desa kecilnya, tersisia para perempuan.

Meninggalnya Partono diketahui tetangganya. Pihak ketua RT kemudian melapor ke perangkat desa. Menurut dia, perangkat desa merespons cukup baik dan cepat, mereka langsung mengurus jenazah dan membantu menggotong keranda hingga memakamkan jenazah.

“Menurut keterangan kenapa jenazah dibawa perangkat desa, karena almarhum meninggal pada hari Selasa pagi sekitar jam 09.00 WIB. Saat itu kebanyakan tetangga sekitar almarhum banyak yang kerja dan tetangganya memang banyak yang janda,” ungkap Siswandi.

“Sehingga laporan pertama baru disampaikan dari ibu ketua RT setempat yang melapor ke kepala desa dengan respons sangat cepat perangkat desa berangkat ke rumah almarhum dan mengurus jenazahnya hingga sampai ke pemakaman jam 13.00 WIB siang,” tambah Siswandi.

Sementara itu sebelumnya dalam video tampak sejumlah perangkat desa mengenakan seragam berwarna cokelat menggotong keranda mayat ke makam. Bacaan tahlil terdengar mengiringi jenazah tersebut.

Video ini direkam oleh seorang pria. Pria tersebut merekam sambil membaca bacaan tahlil. Sementara itu, terlihat seorang wanita berpakaian seragam cokelat yang turut mengantarkan jenazah dan berada paling depan. Wanita tersebut membawa dan menaburkan bunga di jalanan.

Sedangkan para perangkat desa terlihat bergantian menggotong jenazah tersebut. Terlihat juga ada beberapa warga sekitar di sepanjang perjalanan yang mencoba membantu menggotong jenazah. Mereka tampak membawa bunga hingga kendi untuk keperluan pemakaman.

Pada video itu terdapat narasi yang menyebut jika jenazah terpaksa diantarkan oleh para perangkat desa. Sebab, tidak ada siapa pun yang mengantar jenazah tersebut.

“bukan cerita indosiar. ini nyata. tadi siang meninggal gak Ada yang nganterin. sampe perangkat desa yang nganterin keep makam. semoga kita semua nanti meninggal dalam keadaan baik. husnul khatimah,” tulis keterangan dalam video yang beredar di media sosial.

Unggahan video ini pun menyedot perhatian warganet.

Video tersebut diunggah oleh sejumlah akun Instagram. Salah satunya @terangmedia.

“Menurut informasi dari pemilik video bahwa kabar meninggalnya jenazah tersebut sudah diumumkan, tetapi para tetangga tidak ada yang mendengar sehingga para perangkat desa yang turun tangan. Ia juga menambahkan bahwa beliau semasa hidupnya jika ada tetangga/orang yang meninggal ia tak pernah datang (melayat),” tulis keterangan yang video yang diunggah.***

(Riyaldi)

 

Simak Video Lainnya dan Kunjungi Youtube BogordailyTV

 

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

Aksi Ayah Menghibur Anaknya yang Sakit di RS, Bikin Haru

6 Oktober 2022 - 19:30 WIB

Ayah menghibur Anaknya

Viral Kakek Meninggal di Pesawat saat Perjalanan Umrah

6 Oktober 2022 - 14:45 WIB

Hahaha.. Ditilang Pas Operasi Zebra, Pria Ini Langsung Pura-pura Kerasukan Panglima Kumbang

5 Oktober 2022 - 10:53 WIB

Jadi Mirip Kali, Gedung Sate Bandung Kebanjiran Diguyur Hujan Deras

5 Oktober 2022 - 10:27 WIB

Viral! Video Kain Kafan Milik Jenazah Menjulur Keluar di TPU Sirnaraga

4 Oktober 2022 - 20:58 WIB

Viral Bocah Nyemplung ke Selokan saat Berjalan

4 Oktober 2022 - 16:42 WIB

Bocah Nyemplung ke Selokan
Trending di Viral