Jadi Tersangka Korupsi, Hasnaeni 'Wanita Emas' Histeris Ditahan Kejagung

Menu

Mode Gelap
Hasil Piala Asia U-17, Timnas Indonesia Menang Tipis 3-2 Atas UEA Siap-siap Tampung Air, Pipa PDAM Sedang dalam Perbaikan Tidak Ditilang, Polisi Tegur Ratusan Pelanggar pada Hari Kedua Operasi Zebra Lodaya Update Terkini Perbaikan Pipa PDAM, Ini Wilayah yang Terdampak Buntut Tragedi Stadion Kanjuruhan, Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat Dicopot!

Nasional ยท 22 Sep 2022 20:35 WIB

Jadi Tersangka Korupsi, Hasnaeni ‘Wanita Emas’ Histeris Ditahan Kejagung


 Hasnaeni 'Wanita Emas, selaku Direktur Utama PT Misi Mulia Metrikal (MMM) ditetapkan sebagai tersangka perkara dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan dana PT Waskita Beton Precast. Ia dibawa ke Rumah Tahanan Salemba Cabang Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta, Kamis (22/9/2022). [ANTARA/Laily Rahmawaty via suaracom]
Perbesar

Hasnaeni 'Wanita Emas, selaku Direktur Utama PT Misi Mulia Metrikal (MMM) ditetapkan sebagai tersangka perkara dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan dana PT Waskita Beton Precast. Ia dibawa ke Rumah Tahanan Salemba Cabang Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta, Kamis (22/9/2022). [ANTARA/Laily Rahmawaty via suaracom]

Bogordaily.net – Jadi Tersangka Korupsi, Hasnaeni ‘Wanita Emas’ Histeris Ditahan Kejagung. Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan dua tersangka baru perkara dugaan korupsi penyimpangan dana PT Waskita Beton Precast, Kamis 22 September 2022.

Hasnaeni ditetapkan sebagai tersangka selaku Direktur Utama PT Misi Mulia Metrikal. Tersangka kedua yakni Kristadi Juli Hardjanto selaku General Manajer PT Waskita Beton Precast (WBP).

Hasnaeni Wanita Emas tampak histeris dan menutup wajahnya saat dibawa ke mobil tahanan Kejagung. Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, Kuntadi membenarkan ada tersangka baru dalam kasus korupsi ini.

“Hari ini kami tambah tersangka-nya dua orang berdasarkan hasil pengembangan, setelah kemarin ditetapkan empat orang tersangka,” kata Kuntadi di Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (22/9).

Kuntadi menjelaskan, penambahan dua tersangka ini berdasarkan hasil pengembangan dari penetapan empat tersangka sebelumnya. Dan satu tersangka ditetapkan malam ini. Sehingga total ada tujuh tersangka dalam perkara tersebut.

Hasnaeni ‘Wanita Emas’ Histeris Ditahan Kejagung

Adapun posisi dalam perkara ini, Hasnaeni selaku Direktur PT MMM dengan dalih sedang mengerjakan pembangunan Tol Semarang V menawarkan pekerjaan kepada PT Waskita Beton Precast dengan syarat harus menyetorkan sejumlah uang kepada perusahaan wanita emas tersebut dengan dalih penambahan modal. “Adapun nilai pekerjaannya ditawarkan Rp341 miliar,” ujarnya.

Atas permintaan PT MMM itu, lanjut Kuntadi, PT WBP menyanggupi dan selanjutnya tersangka KJ selaku General Manager PT WBP membuat tagihan pembayaran (invoice) pembayaran seolah-olah PT WBP membeli material kepada PT MMM.

“Atas tagihan fiktif dari PT MMM maka PT WBP menyetorkan uang senilai Rp16,844 miliar,” kata Kuntadi.

Kuntadi menyebutkan, uang tersebut diketahui digunakan untuk keperluan pribadi.

Perkara ini merupakan hasil pengembangan dan bagian dari tindak pidana korupsi PT WBP senilai Rp2,5 triliun. Penanganan perkara ini berhasil dikembangkan adanya indikasi penerbitan SCF yang didasari pada invoice fiktif pada PT Waskita Karya kurang lebih Rp2 triliun.

Kemudian kedua tersangka dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan, untuk tersangka Hasneni ditahan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung, sedangkan tersangka Kristadi Juli Hardjanto ditahan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Dalam perkara ini jaksa penyidik telah menetapkan empat orang tersangka, yakni Agus Wantoro, Benny Prastowo, Agus Prihatmono dan Anugriatno. Tersangka ketujuh dengan inisial S akan diumumkan penetapan-nya malam ini.

“Jadi kemungkinan berkembang (tersangka baru) masih memungkinkan semua, bahkan ada perkembangan baru dalam waktu dekat didalami,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Ketut Sumedana menambahkan.

Sebelumnya, Selasa (26/7), Jaksa Agung RI Sanitiar Burhanuddin menyebutkan kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi penyimpangan dan atau penyelewengan dalam penggunaan dana di PT Waskita Beton Precast, Tbk sebesar Rp 2,5 triliun. [Antara/suara.com]

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

Tembok MTSN 19 Roboh Gegara Banjir, 3 Siswa Meninggal Dunia

6 Oktober 2022 - 22:11 WIB

tembok MTSN 19 roboh

Tok! Ini 6 Tersangka Tragedi Kanjuruhan

6 Oktober 2022 - 21:01 WIB

Tersangka Tragedi Kanjuruhan

Situs Web JW.ORG Bantu Orang Tua Tangani Depresi Anak

6 Oktober 2022 - 16:34 WIB

depresi anak

Army Indonesia Donasi Ratusan Juta untuk Kanjuruhan

6 Oktober 2022 - 12:35 WIB

Info Lengkap Hasil Seleksi Pendamping Desa 2022: Cara Cek dan Besaran Gajinya

6 Oktober 2022 - 12:07 WIB

seleksi Pendamping Desa 2022

Syarat dan Cara Membuat Paspor Terbaru, Masa Berlaku Jadi 10 Tahun

6 Oktober 2022 - 11:16 WIB

Trending di Nasional