Friday, 4 April 2025
HomeKota BogorMahasiswa Bogor Protes, Longmarch Mendorong Sepeda Motor

Mahasiswa Bogor Protes, Longmarch Mendorong Sepeda Motor

Bogordaily.net – Puluhan mahasiswa dari Universitas Djuanda (UNIDA) meluapkan kekesalannya dengan cara longmarch mendorong sepeda motor dari Tugu Kujang menuju Pintu ll Istana Kepresidenan Bogor, Rabu 7 September 2022. tersebut dipicu kebijakan pemerintah yang memangkas subsidi . Konsekwensi dari kebijakan itu, harga menjadi lebih mahal.

“Mendorong ini sebagai bentuk protes kami bahwa sekarang harga itu mahal, bahkan di setiap SPBU pun mengalami antrian lantaran jenis pertalite juga langka,” ucap Negosiator sekaligus Juru Bicara , Ruben Bentiyan kepada awak media pada Rabu 7 September 2022.

Pantauan Bogordaily.net di lokasi, puluhan mahasiswa UNIDA beramai-ramai melakukan longmarch mendorong sepeda motor dari Tugu Kujang menuju gerbang Istana Bogor. Menggunakan jas almamater bewarna hijau, para mahasiswa terlihat percaya diri saat melancarkan aksi protes atas kenaikan harga .

Negosiator sekaligus Juru Bicara Aksi, Ruben Bentiyan. (Istimewa/Bogordaily.net)

Diantara mereka ada yang menyebarkan lembaran berisi pernyataan sikap atas kebijakan pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat. Selain itu ada juga yang berorasi. Teriakannya lantang mengebu-gebu! Tujuan mulia dari aksi tersebut agar pemerintah mau merasakan pendertiaan rakyat akibat subsidi   yang dipangkas. Mereka berharap agar harga segera diturunkan.

Adanya aksi ini membuat pihak kepolisian serta TNI,  bergerak cepat merapatkan barisan. Aparat keamanan sangat taktis melakukan pengaman areal di depan gerbang Istana Bogor, yang menjadi sasaran aksi unjuk rasa. Para mahasiswa bergerak merangsek ke depan gerbang Istana Presiden yang ada di Jalan Ir. H. Juanda No.1, Kelurahan Paledang, Kecamatan Kota Bogor Tengah, Kota Bogor.

Longmarch Mendorong Sepeda Motor

Aparat kepolisian bergerak cepat membentangkan blokade berupa pagar kawat berduri. Tentu saja tujuannya untuk menghambat pergerakan para demontran yang terus merangsek maju. Aparan keamanan berusaha keras supaya aksi unjuk rasa yang dilakukan para mahasiswa Unida itu, tidak menjadi anarkis sehingga terjadi kericuhan.

“Lebih baik menghentikan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), menghentikan bendungan-bendungan, hentikan proyek strategis nasional lalu mengembalikan subsidi tersebut ke masyarakat,” katanya.*

(Ibnu Galansa/Diki Sudrajat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here