Bogordaily.net– Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyebut warga di luar Pulau Jawa sulit jadi presiden. Pernyataan Luhut pun menyedot perhatian publik. Menanggapi hal itu, tokoh nasional Rizal Ramli angkat bicara.
Rizal Ramil yang juga mantan Menko Perekonomian itu mengungkapkan ada seorang presiden yang berasal dari luar Jawa. Sosok itu, adalah mantan Presiden Indonesia Ketiga, Prof BJ Habibie. Ekonom senior itu bahkan memuji kepemimpinan pria kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan tersebut sebagai sosok unggul dan demokratis.
“Prof BJ Habibie, Presiden RI ke 3 non-Jawa unggul, demokratis, problem-solver, berfikir dan bekerja cepat dan nyaman di lingkungan internasional !!,” kata Rizal di akun Twitter miliknya yang dilansir Fajar.co.id.
Selain itu, kata Rizal Ramli, sosok Habibie dinilainya sebagai orang yang tegak lurus aturan dan tidak punya kepentingan dengan oligarki.
“Tidak feodal, tidak mencla-mencle, bukan boneka oligarki!,” sambungnya.
Sementara itu sebelumnya, Menko Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan menilai warga di luar Pulau Jawa sebaiknya tidak memaksakan diri untuk mendaftar sebagai presiden atau capres.
“Apa hanya dengan menjadi presiden, kau bisa mengabdi? Kan tidak juga. Harus tahu diri juga. Kalau kau bukan orang Jawa, pemilihan langsung hari ini—saya tidak tahu 25 tahun lagi—sudah lupakan saja,” kata Luhut ketika berbincang dengan Rocky Gerung dalam acara Menatap Indonesia Pasca 2024, di kanal YouTube RGTV Channel ID yang diunggah Rabu 21 September 2022.
“Tidak memaksakan diri kita. Sakit hati. Tetapi, yang bikin sakit hati kan kita sendiri,” tambah Luhut.
Dalam percakapan itu, Luhut mencontohkan dirinya sendiri. Ia mengaku tidak memaksakan diri mencalonkan sebagai presiden.
“Saya double minoritas. Saya Batak. Beragama Kristen. Jadi saya bilang, ya sudah cukup itu. Kita harus tahu. Kenapa saya menyakiti hati sendiri?” katanya lagi.(Gibran/***)
Simak Video Lainnya dan Kunjungi Youtube BogordailyTV