Mana yang Lebih Sehat, Olaharaga dengan Jalan Kaki atau Lari?

Menu

Mode Gelap
Piala Dunia 2022: Link Live Streaming Polandia vs Argentina Piala Dunia 2022: Ghana Sikut Korea Selatan 3-2 Merosot, Ini Harga Emas per Gram Hari Ini Lagi, Gempa Susulan Guncang Cianjur 21 Kali dalam Semalam Lokasi, Harga dan Syarat Perpanjang SIM di Kabupaten Bogor

Kesehatan · 11 Sep 2022 11:11 WIB

Mana yang Lebih Sehat, Olaharaga dengan Jalan Kaki atau Lari?


 Ilustrasi. (Republika/Bogordaily.net) Perbesar

Ilustrasi. (Republika/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Baik olahraga jalan kaki atau lari sama-sama memberikan hasil yang utama terkait kesehatan badan dan tingkat fitness bagi semua orang. Namun, tetap saja ada beberapa sport entusiast yang bertanya-tanya, antara jalan kaki atau lari, mana sih olah raga yang lebih menyehatkan?

Jalan kaki atau lari adalah olahraga kardio yang sangat baik, karena kedua aktivitas fisik ini adalah cara yang efektif untuk membuat tubuh Anda tetap sehat dan bugar.

Peneliti mengungkapkan, pertanyaan ini sulit dijawab, terutama ketika berbagai faktor seperti frekuensi, kecepatan, IMT dan kondisi kesehatan harus dipertimbangkan. Namun, satu studi menemukan, pelari dapat hidup rata-rata beberapa tahun lebih lama daripada mereka yang bukan pelari.

Lari lebih menuntut pada tubuh daripada berjalan, sehingga hasilnya pada tubuh lebih cepat. Ada juga temuan yang menunjukkan bawa lari lebih efektif bagi mereka yang ingin menambah berat badan secara efektif. Untuk mengurangi lemak perut (atau lemak visceral), para ahli merekomendasikan untuk memasukkan lari jarak pendek ke rutinitas latihan Anda.

“Mengurangi lemak perut, bahkan tanpa menurunkan berat badan, dapat meningkatkan kesehatan secara keseluruhan,” kata Dr Carol Ewing Garber, seorang profesor biobehavioral di Columbia University Teachers College, melansir ANTARA, Jumat 9 September.

“Lari seringkali merupakan langkah besar dalam intensitas dari berjalan, jadi sebaiknya tambahkan ke rutinitas Anda secara bertahap,” imbuh dia.

Tetapi studi juga menunjukkan bahwa pelari mungkin berisiko tinggi mengalami cedera dibandingkan dengan mereka yang memilih berjalan. Orang dengan radang sendi atau masalah sendi harus meminta rekomendasi dokter jika ingin berlari, karena bisa saja memperburuk kondisi mereka seiring adanya penambahan tekanan pada sendi.

James O’Keefe, seorang ahli jantung di Saint Luke’s Mid America Heart Institute, mengingatkan bahwa terlalu banyak berlari dapat berdampak buruk karena tubuh kita tidak dapat mempertahankan aktivitas menuntut seperti itu di luar titik tertentu.

“Setelah 60 menit melakukan aktivitas fisik yang intens, seperti berlari, bilik jantung Anda mulai meregang dan menuntut kemampuan otot untuk beradaptasi,” kata dia.

Di sisi lain, berjalan hampir sama efektifnya dengan berlari untuk mengurangi risiko hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes, dan penyakit jantung. Mereka yang ingin memetik lebih banyak manfaat dari berjalan kaki juga dapat mempertimbangkan melakukan aktivitas ini di jalur bukit atau sekedar naik dan turun tangga. Untuk orang dewasa yang obesitas, menggunakan treadmill mungkin merupakan pilihan terbaik.

Sebuah studi 2011 menyimpulkan bahwa berjalan pada kecepatan yang relatif lambat adalah strategi olahraga potensial yang dapat mengurangi risiko cedera muskuloskeletal, penyakit patologis sekaligus memberikan stimulus kardiovaskular yang tepat.

Kardiolog klinis Peter Schnohr merekomendasikan penggabungan dua aktivitas untuk mendapatkan hasil yang terbaik.

“Yang paling baik adalah lari dua hingga tiga hari per minggu, dengan kecepatan lambat atau rata-rata. Berlari setiap hari, dengan kecepatan cepat, lebih dari 4 jam per minggu tidak menguntungkan,” tutur dia. Berjalan cepat juga bisa menjadi pilihan sempurna bagi mereka yang memilih untuk tidak berlari.

Satu penelitian menunjukkan orang-orang yang berjalan dengan cepat memiliki risiko kematian yang lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang berjalan lambat. Demikian seperti dilansir Medical Daily.(*)

 
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Pakai Ramuan Alami, Ini Cara Menghilangkan Kutu Rambut  

2 Desember 2022 - 10:59 WIB

Peduli Kesehatan Kulit, Emak-emak Gang Kepatihan Ngariung Bareng Aa’ Reandi

1 Desember 2022 - 18:54 WIB

Ngariung sehat

Hari AIDS Sedunia 1 Desember, Download Link Twibbon di Sini

1 Desember 2022 - 08:38 WIB

Momen HKN, Dinkes Kabupaten Bogor Fokus Pada Penanganan Stunting

30 November 2022 - 22:13 WIB

penanganan stunting

Selain Umur, Ini 5 Faktor Pemicu Munculnya Uban 

30 November 2022 - 16:21 WIB

munculnya uban

Pertanda Kolesterol Tinggi, Sering Nyeri Pinggul

30 November 2022 - 15:48 WIB

Nyeri Pinggul
Trending di Kesehatan