​Profil Ade Irma Suryani, Tertembak Saat Peristiwa G30S/PKI

Menu

Mode Gelap
Harga Emas Antam Naik Hari Ini, Kamis 8 Desember 2022 Info Gempa Terkini di Indonesia, Rabu 7 Desember 2022 Lokasi SIM Keliling Kota Bogor, Rabu 7 Desember 2022 Perpanjang SIM Kabupaten Bogor, Berikut Harga dan Lokasinya Usai Depak Korsel, Vinicius Berharap Bisa Menari sampai Final Piala Dunia

Tokoh · 30 Sep 2022 15:33 WIB

​Profil Ade Irma Suryani, Putri A.H. Nasution yang Tertembak Saat Peristiwa G30S/PKI


 Mengenal Sosok Ade Irma Suryani. (grid/Bogordaily.net) Perbesar

Mengenal Sosok Ade Irma Suryani. (grid/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Ade Irma Suryani merupakan putri Jenderal AH Nasution, yang turut menjadi korban dalam Gerakan 30 September 1965 oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) (G-30S/PKI). Berikut profil Ade Irma Suryani.

Kematian Ade Irma pada peristiwa 30 September 1965 lalu membuat publik turut berduka. Oleh karena itu, jelang peringatan G30S PKI, mari kita kenang kembali gadis kecil korban G30S PKI ini.

Profil Ade Irma Suryani

Ade Irma Suryani Nasution ini lahir pada tanggal 19 Februari 1960. Ade Irma adalah anak bungsu dari pasangan Jenderal Besar AH Nasution atau Dr. Abdul Harris Nasution dan Johanna Sunarti.

Ade Irma menjadi salah satu korban tewas pasukan Tjakrabirawa saat akan membawa AH Nasution di rumahnya di Jln. Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat. Saat peristiwa tersebut terjadi, Ade Irma sedang tidur bersama sang ibu dan ayah di kamarnya.

Tiba-tiba suara tembakan terdengar berasal dari rumahnya. Jenderal AH Nasution lekas keluar kamar dan kabur melalui dinding belakang. Gadis kecil yang sedang tidur lelap keketika terbangun dan langsung memeluk kaki sang ibu. Kemudia Ia digendong oleh bibinya, Mardiah (adik Jenderal AH Nasution) untuk menyelamatkan diri.

Namun rupanya Mardina salah membuka pintu sehingga punggung nya tertembak oleh pasukan Tjakrabirawa. Tubuhnya yang berlumur darah langsung dipeluk oleh sang ibu.

Tertembak Tapi Tidak Menangis

Meski tertembak, gadis kecil tersebut tak menangis. Setelah pasukan Tjakrabirawa meninggalkan rumah mereka, ibu Johan lekas membawa putri kecilnya ke rumah sakit.

Gadis kecil ini sempat mendapat perawatan selama 6 hari di RS Pusat Angkatan Darat Jakarta.

Namun pada tanggal 6 Oktober 1965, nyawanya tak terselamatkan karena luka tembakan sebanyak tiga peluru di punggungnya Ade Irma kemudian dimakamkan di kawasan Kebayoran Baru, tepat di sebelah Kantor Walikota Jakarta Selatan. Di makam tersebut tertulis kalimat mengharukan dari sang ayah yang berbunyi sebagai berikut:

“Anak saya yang tercinta, engkau telah mendahului gugur sebagai perisai ayahmu,” untuk mengenangnya, nama Ade Irma Suryani digunakan untuk nama jalan, nama panti asuhan, dan nama monumen yang ada di sekitar makamnya.

Sumber: Suara.com

Copy Editor: Riyaldi

 

Simak Video Lainnya dan Kunjungi Youtube BogordailyTV

 

 
Artikel ini telah dibaca 200 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Sosok Abdul Latif, Bupati Bangkalan yang Jadi Tersangka KPK

8 Desember 2022 - 23:10 WIB

Profil Lord Rangga, Petinggi Sunda Empire yang Meninggal Dunia

7 Desember 2022 - 21:21 WIB

Profil Goncalo Ramos, Melesat Pecundangin Cristiano Ronaldo

7 Desember 2022 - 10:27 WIB

Profil Goncalo Ramos

5 Orang Terkaya di Dunia 2022, Ada Elon Musk sampai Bill Gates

7 Desember 2022 - 06:28 WIB

Orang terkaya di dunia

Profil Shogo Taniguchi, Bek Jepang di Piala Dunia 2022 yang Diincar Klub Qatar

6 Desember 2022 - 18:48 WIB

Biografi & Profil Erina Gudono, Calon Istri Kaesang Pangarep

5 Desember 2022 - 20:33 WIB

Erina Gudono Kaesang Pangarep
Trending di Tokoh