Bogordaily.net – China belakangan ini terkuak sebagai pemberi pinjaman yang dominan di dunia, bahkan muncul istilah Diplomasi Jebakan Utang (Debt-Trap Diplomacy). Dalam hal ini, mungkin kerap muncul pertanyaan, sebagai negara yang suka memberi pinjaman apakah China juga punya utang atau tidak?
Sama dengan negara lain, China juga memiliki utang baik itu utang domestik ataupun utang terhadap negara lain.
Berdasarkan laporan South China Morning Post, utang China pada akhir 2020 adalah sekitar 270,1 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Secara garis besar utang China terdiri dari utang dalam negeri dan utang luar negeri.
Pada tahun 2020, tingkat utang China mengalami kenaikan signifikan. Akibat utamanya karena kebijakan fiskal yang dicanangkan untuk menghidupkan kembali roda ekonomi yang terdampak pandemi Covid-19.
Utang korporasi mencakup pinjaman oleh sektor swasta dan perusahaan milik negara. Utang publik merupakan gabungan dari utang pemerintah pusat dan daerah. Sedangkan utang rumah tangga adalah utang gabungan semua orang dalam rumah tangga, termasuk utang konsumen dan pinjaman hipotek.
Utang luar negeri China sendiri, termasuk utang dolar AS mencapai USD 2,4 triliun pada akhir tahun 2020. Angka ini naik 4 persen dibandingkan dengan nilai total akhir September 2020, menurut Administrasi Valuta Asing China.
Jadi dapat disimpulkan bahwa meski China sering memberikan utang terhadap negara lain, Negeri Tirai Bambu ini sendiri juga memiliki utang, baik itu utang domestik ataupun utang luar negeri.(*)