Tok! Thailand Legalkan Aborsi di Usia Kehamilan 20 Minggu

Menu

Mode Gelap
Harga Emas Antam Naik Hari Ini, Kamis 8 Desember 2022 Info Gempa Terkini di Indonesia, Rabu 7 Desember 2022 Lokasi SIM Keliling Kota Bogor, Rabu 7 Desember 2022 Perpanjang SIM Kabupaten Bogor, Berikut Harga dan Lokasinya Usai Depak Korsel, Vinicius Berharap Bisa Menari sampai Final Piala Dunia

Internasional ยท 30 Sep 2022 17:31 WIB

Tok! Thailand Legalkan Aborsi di Usia Kehamilan 20 Minggu


 Thailand Akan Legalkan Aborsi pada 20 Minggu ke Depan. (detik/Bogordaily.net) Perbesar

Thailand Akan Legalkan Aborsi pada 20 Minggu ke Depan. (detik/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Thailand akan legalkan aborsi pada 20 minggu ke depan. Pemerintah setempat ingin melonggarkan akses orang hamil ke prosedur media yang sebelumnya terbatas.

Sejauh ini, tindakan aborsi hanya boleh diizinkan untuk insiden pemerkosaan atau ancaman terhadap kehidupan ibu yang tengah mengandung. Tindakan aborsi sudah tak lagi ilegal sampai Februari tahun lalu, ketika aturan aborsi untuk wanita hamil hingga 12 minggu dicabut.

“Aborsi hingga usia kandungan 20 minggu sekarang akan diizinkan… Aborsi tidak akan dihitung sebagai kejahatan,” kata sebuah pernyataan pemerintah, dilansir Channel News Asia.

Namun masih ada stigma kuat seputar prosedur di negara mayoritas Buddha tersebut. Hal ini akibat adanya kasus pada tahun 2010 ketika sekitar 2.000 janin yang diaborsi secara ilegal ditemukan di sebuah kuil.

Peraturan yang diterbitkan di Royal Gazette, mulai berlaku 26 Oktober 2022 dan meliberalisasi ketentuan undang-undang yang berlaku sejak Februari tahun lalu yang memungkinkan penghentian kehamilan selama 12 minggu pertama.

Sebelumnya, aborsi dapat dihukum dengan denda hingga 10.000 baht (Rp 3,9 juta), enam bulan penjara, atau keduanya.

Adapun, sebuah pemberitahuan di Royal Gazette pada Senin menetapkan bahwa wanita hamil dengan usia kandungan lebih dari 12 minggu tetapi di bawah 20 minggu yang mencari aborsi legal harus memenuhi kriteria tertentu.

“Orang dalam kategori ini harus berkonsultasi dengan konsultan medis sehingga wanita tersebut memiliki semua informasi sebelum dia memutuskan untuk mengakhiri kehamilan,” kata pernyataan pemerintah.

Terlepas dari perubahan undang-undang pada Februari tahun lalu, akses aborsi di seluruh kerajaan tetap terbatas dan sangat lekat dengan stigma.

Di bawah peraturan baru, wanita yang ingin melakukan aborsi antara minggu ke-12 dan ke-20 harus berkonsultasi terlebih dahulu dan menerima persetujuan dari praktisi medis resmi. Hingga minggu ke-12, wanita dapat membuat pengaturan sendiri untuk melakukan prosedur di fasilitas medis. Setelah minggu ke-20, janin harus dibawa sampai cukup bulan.

Aborsi selama 12 minggu pertama mejadi legal di Thailand pada Februari 2021 berdasarkan amandemen KUHP. Sebelumnya mereka ilegal, dengan sejumlah besar pengecualian yang dibuat untuk kasus-kasus di mana kesehatan fisik atau mental ibu terancam.

Selain itu pengecualian juga ditujukan untuk wanita berusia di bawah 15 tahun atau hamil akibat dari pemerkosaan atau inses, atau janinnya mengalami cacat serius atau deformitas.(*)

 
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Ngeri! Bacok Petugas Keamanan, Iran Gantung Pendemo

8 Desember 2022 - 23:51 WIB

Mark Zuckerberg Gak Masuk Daftar 10 Orang Terkaya Dunia Fersi Forbes

8 Desember 2022 - 11:39 WIB

Mark Zuckerberg

Intip 3 Tradisi Natal yang Unik di Berbagai Negara

8 Desember 2022 - 11:03 WIB

tradisi natal

Kura-Kura Tertua di Dunia Rayakan Ultah ke 190 Tahun

8 Desember 2022 - 07:49 WIB

Kura-kura tertua di dunia

Kecelakaan Mobil Porsche di Jerman yang Mengerikan, Kepala Sopirnya Copot

7 Desember 2022 - 16:46 WIB

Kecelakaan Mobil Porsche di Jerman yang Mengerikan, Kepala Sopirnya Copot

Masjid di Hebron Dihancurkan Pasukan Israel

7 Desember 2022 - 15:01 WIB

Trending di Internasional