Warga Rusia Protes Ogah Ikut Wajib Militer

Menu

Mode Gelap
Hasil Piala Asia U-17, Timnas Indonesia Menang Tipis 3-2 Atas UEA Siap-siap Tampung Air, Pipa PDAM Sedang dalam Perbaikan Tidak Ditilang, Polisi Tegur Ratusan Pelanggar pada Hari Kedua Operasi Zebra Lodaya Update Terkini Perbaikan Pipa PDAM, Ini Wilayah yang Terdampak Buntut Tragedi Stadion Kanjuruhan, Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat Dicopot!

Internasional · 22 Sep 2022 12:53 WIB

Warga Rusia Protes Ogah Ikut Wajib Militer, 1.300 Orang Ditangkap


 Ilustrasi demo warga Rusia. (AFP/SERGEI MIKHAILICHENKO/CNN Indonesia/Bogordaily.net)
Perbesar

Ilustrasi demo warga Rusia. (AFP/SERGEI MIKHAILICHENKO/CNN Indonesia/Bogordaily.net)

Bogordaily.net– Wajib militer yang diserukan Presiden Rusia Vladimir Putin mendapat penolakan warga. Mereka turun ke jalan dan melakukan aksi demonstrasi menolak perintah wajib militer di tengah perang dengan Ukraina. Aparat Rusia bahkan menangkap lebih dari 1.300 warga yang menggelar demo.

Dilansir CNN Indonesia, kelompok pemantau independen OVD-Info melaporkan bahwa lebih dari seribu warga itu ditangkap saat demonstrasi pecah di berbagai kota di Rusia. Dari keterangan yang dikutip CNN, OVD-Info menyatakan bahwa dari keseluruhan angka itu, setidaknya 520 di antaranya ditahan di Moskow, sementara 524 lainnya dibekuk di St Petersburg.

Demo besar-besaran ini pecah setelah Presiden Vladimir Putin mengumumkan perintah mobilisasi parsial pada Rabu, 21 September 2022.

Sebagaimana dilansir The Washington Post, mobilisasi pada umumnya berarti perintah wajib militer, atau pemanggilan warga biasa untuk mengikuti kegiatan militer.

Kali ini, Putin hanya memerintahkan mobilisasi parsial. Artinya, hanya warga dari kelompok tertentu yang akan direkrut untuk wajib militer.

Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu, menyatakan bahwa target wajib militer kali ini adalah warga yang sudah memiliki kemampuan militer.

Menurutnya, Rusia bakal merekrut 300 ribu tentara cadangan dalam wajib militer ini. Kini, proses perekrutan sedang berlangsung.

Warga memprotes kebijakan ini. Gerakan pemuda pro-demokrasi di Rusia, Spring, menganggap perintah ini melanggar hak asasi manusia.

“Vladimir Putin baru saja mengumumkan mobilisasi parsial di Rusia. Artinya, ribuan pria Rusia-ayah-ayah kami, saudara-saudara, dan suami kami-akan dilempar ke penggiling daging, yaitu perang,” demikian pernyataan Spring yang dikutip Al Jazeera.

Sebelumnya diberitakan Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani dekrit mobilisasi parsial dan mengerahkan warga ke dalam wajib militer.

“Saya menilai merupakan keharusan untuk mendukung proposal Kementerian Pertahanan dan Staf Umum untuk melakukan mobilisasi parsial di Federasi Rusia,” kata Putin dalam pidato kenegaraannya yang disiarkan di televisi sebagaimana diberitakan AFP.***

(Riyaldi)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

Sadis! Penembakan Massal di Penitipan Anak Thailand, 34 Tewas

6 Oktober 2022 - 16:43 WIB

Politikus Ini Minta Prancis Tutup Lebih Banyak Masjid

6 Oktober 2022 - 09:11 WIB

Balas AS-Korsel, Korut Tembakkan Rudal

6 Oktober 2022 - 08:41 WIB

Kepalang Tajir, Suporter Sepak Bola Sewa 60 Kapal Pesiar Jelang Piala Dunia Qatar

5 Oktober 2022 - 18:44 WIB

kapal pesiar piala dunia

Duh! China Diserang Krisis Baru: Generasi ‘Kaum Rebahan’

5 Oktober 2022 - 09:33 WIB

Keren! Petani di New York Bikin Rekor, Panen Labu Jumbo Seberat 1.158 Kg

4 Oktober 2022 - 16:24 WIB

Labu Jumbo
Trending di Internasional