Bahaya Paparan Gas Air Mata Akibatkan Kematian

Menu

Mode Gelap
Info Gempa Terkini di Indonesia, Rabu 7 Desember 2022 Lokasi SIM Keliling Kota Bogor, Rabu 7 Desember 2022 Perpanjang SIM Kabupaten Bogor, Berikut Harga dan Lokasinya Usai Depak Korsel, Vinicius Berharap Bisa Menari sampai Final Piala Dunia Ramalan Cuaca Kota Bogor Hari Ini, Rabu 7 November 2022

Kesehatan · 3 Okt 2022 15:04 WIB

Bahaya Paparan Gas Air Mata, Gagal Napas hingga Akibatkan Kematian


 Gas Air Mata di Stadion Kanjuruhan. (Kompas/Bogordaily.net) Perbesar

Gas Air Mata di Stadion Kanjuruhan. (Kompas/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Gas air mata dituding menjadi penyebab banyaknya korban dalam tragedi Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang. Adakah bahaya paparan gas air mata pada kesehatan?

Penembakan gas air mata mengundang kontra dari masyarakat karena prosedur tersebut adalah hal terlarang yang telah diatur oleh FIFA (federasi sepak bola internasional), terlebih banyak korban yang mengalami gangguan pernapasan dalam insiden mematikan itu.

Lantas, apa itu gas air mata? Apa saja dampaknya bila terhirup oleh manusia?

Gas air mata adalah bahan kimia yang bisa menyebabkan iritasi kulit, masalah pada mata, hingga gangguan pernapasan. Gas air mata biasanya digunakan untuk mengendalikan kerusuhan.

Namun, dilansir dari Healthline, gas air mata bukanlah gas, melainkan bubuk bertekanan yang mampu menciptakan kabut saat ditembakkan.

Dikutip dari laman resmi CDC (Centers for Disease Control), terdapat sejumlah bahan kimia yang biasanya digunakan dalam gas air mata, yaitu chloroacetophenone (CN), chlorobenzylidenemalononitrile(CS), chloropicrin (PS), bromobenzylcyanide (CA), dan dibenzoxazepine (CR).

Efek gas air mata pada kesehatan bukan hanya efek jangka pendek, tapi juga jangka panjang, bahkan ada bukti kecacatan permanen dalam beberapa kasus.

Bahaya paparan gas air mata dapat menyebabkan dada sesak, batuk, rasa tercekik, mengi, dan sesak napas.

Dampak paparan gas air mata akan lebih buruk jika terhirup oleh orang dengan kondisi pernapasan yang sudah ada sebelumnya, seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

Orang dengan kondisi masalah pernapasan, memiliki risiko lebih tinggi mengalami gejala penyakit parah yang dapat menyebabkan gagal napas.

Bukan hanya itu, paparan gas air mata dalam dosis tinggi di area tertutup dapat menyebabkan kegagalan pernapasan dan kematian.

Dampak lain paparan gas air mata yang bisa terjadi adalah rasa terbakar pada mata, mulut, dan hidung; penglihatan kabur dan kesulitan menelan

Gas air mata juga dapat menyebabkan reaksi alergi hingga luka bakar kimia.

Jika terpapar, Anda harus segera meninggalkan lokasi sumber ditembakkan gas air mata dan mencari udara segar. Setelah itu, segera lepaskan pakaian, basuh wajah dan seluruh tubuh dengan air bersih, dan dapatkan pertolongan medis sesegera mungkin.(*)

Copy Editor: Riyaldi

 

Simak Video Lainnya dan Kunjungi Youtube BogordailyTV

 

 
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Waspada! Kesemutan Saat Olahraga, Ini Penyebabnya   

7 Desember 2022 - 22:51 WIB

Bulan Peduli Kanker Payudara Kota Bogor

7 Desember 2022 - 15:15 WIB

6 Paket Vaksinasi Tubuh di RS BSH, Berikut Daftar Harganya

7 Desember 2022 - 10:38 WIB

Vaksinasi Tubuh

Treatment RF Basic Body Slim, Cara Langsing Tanpa Operasi Plastik

7 Desember 2022 - 08:27 WIB

Langsing Tanpa Operasi Plastik

Deretan Manfaat Jagung bagi Kesehatan, Salah Satunya untuk Daya Tahan Tubuh

6 Desember 2022 - 23:59 WIB

Jaga Diri, 3 Jenis Kanker Ini Disebabkan dari Kebersihan Tubuh yang Buruk

6 Desember 2022 - 10:24 WIB

jenis Kanker
Trending di Kesehatan