Harga Kacang Kedelai Naik, Perajin Tempe di Bogor Menjerit

Menu

Mode Gelap
Harga Emas Antam Naik Hari Ini, Kamis 8 Desember 2022 Info Gempa Terkini di Indonesia, Rabu 7 Desember 2022 Lokasi SIM Keliling Kota Bogor, Rabu 7 Desember 2022 Perpanjang SIM Kabupaten Bogor, Berikut Harga dan Lokasinya Usai Depak Korsel, Vinicius Berharap Bisa Menari sampai Final Piala Dunia

Ekonomi · 1 Okt 2022 14:25 WIB

Harga Kedelai Naik, Perajin Tempe di Bogor Menjerit


 Perajin tempe di Parung, Kabupaten Bogor mengeluhkan harga kacang kedelai yang mengalami kenaikan.(Istimewa/Bogordaily.net) Perbesar

Perajin tempe di Parung, Kabupaten Bogor mengeluhkan harga kacang kedelai yang mengalami kenaikan.(Istimewa/Bogordaily.net)

Bogordaily.net– Harga kacang kedelai terus mengalami kenaikan. Sepekan ini saja harga kacang kedelai sebelumnya Rp10 ribu per kilogramnya sudah naik mencapai Rp13.200 per kilogramnya. Di Bogor para perajin tempe mengeluhkan kenaikan harga kedelai. Salah satunya perajin tempe di Gang Tempe, Desa Parung, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor.

Salah satunya Tamar, perajin tempe di Bogor yang sudah puluhan tahun usaha melakukan produksi mengaku pasrah dan rasanya ingin menjerit lantaran harga kedelai sebagai bahan baku tempe kini terus mengalami kenaikan. Bahkan tidak tanggung-tanggung naiknya mencapai Rp3.200 per kilogramnya.

“Kalau kacang kedelai naik otomatis tukang tempe tukang tahu menjerit semuanya karena harganya melambung tinggi. Dari Rp 10 ribu sekarang sudah hampir seminggu ini harga kedelai per kilogramnya Rp13.200. Hari ini naiknya Rp3.200 per kilogramnya,” kata Tamar kepada wartawan.

Ia menjelaskan, kacang kedelai sampai sekarang belum turun dan malah terus naik. Sementara untuk tetap produksi pengrajin tempe mengakalinya di antaranya mengurangi produksi dan memperkecil ukuran tempe dan menaikan sedikit harga tempe.

“Naik gak seberapa yang tadinya per potong Rp1.500 sekarang per potong Rp2.000, dan yang biasanya Rp6.000 sekarang jadi Rp8.000 per potong,” jelasnya.

Sementara itu untuk jumlah produksi sebelum naik kata dia biasanya 3 kwintal tetapi setelah naik malah turun jadi kwintal.

“Untuk bahan itu biasanya ada yang kirim namun itu juga dikurangi belinya,” katanya.

Dengan tingginya harga kedelai ia mengaku berpengaruh pada keuntungan yang didapat. Nah, agar tidak ada pekerja yang dirumahkan, maka terpaksa mereka mengatur jam kerja secara bergantian.

“Bergantian yang kerja satu hari masuk satu hari gak. Biasanya masuk semua karena tingginya harga kedelai harus diatur agar bisa bayar pekerja,” jelasnya lagi.

Terkait dengan tingginya kedelai saat ini lanjut Tamar, belum ada aksi terkait mogok atau tidaknya dengan naiknya harga kacang kedelai.(Ruslan)

Copy Editor: Riyaldi

 

Simak Video Lainnya dan Kunjungi Youtube BogordailyTV

 
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

KemenKopUKM: Melalui Kemitraan dengan Aggregator dan Usaha Besar Pemerintah Dorong Ekspor UKM

8 Desember 2022 - 20:09 WIB

MenKopUKM: Sudah Waktunya Kampus Ciptakan Enterpreneur Unggul dan Kreatif

8 Desember 2022 - 18:23 WIB

Gerak Cepat, BRI Peduli Bantu Masyarakat Terdampak Gunung Semeru

8 Desember 2022 - 16:51 WIB

KemenKopUKM Gelar Business Matching UKM Unggulan dengan Mitra Potensial Lokal dan Global

8 Desember 2022 - 16:33 WIB

Jelang Nataru, Harga Telur Ayam di Pasar Bojong Gede Meroket

8 Desember 2022 - 12:53 WIB

Harga Telur Ayam Bojong Gede

Harga Emas Antam Naik Hari Ini, Kamis 8 Desember 2022

8 Desember 2022 - 09:59 WIB

Harga Emas Antam Kamis
Trending di Ekonomi