Bocah Kelas 2 SD di Sempat Koma Usai Dikeroyok 7 Kakak Kelas

Menu

Mode Gelap
Breaking News: Gempa M 6,4 Guncang Garut Piala Dunia 2022: Link Live Streaming Polandia vs Argentina Piala Dunia 2022: Ghana Sikut Korea Selatan 3-2 Merosot, Ini Harga Emas per Gram Hari Ini Lagi, Gempa Susulan Guncang Cianjur 21 Kali dalam Semalam

Viral · 24 Nov 2022 18:52 WIB

Bocah Kelas 2 SD Sempat Koma Usai Dikeroyok 7 Kakak Kelas


 Anak Kelas 2 SD Jadi Korban Bullying Kakak Kelasnya. (helo/Bogordaily.net) Perbesar

Anak Kelas 2 SD Jadi Korban Bullying Kakak Kelasnya. (helo/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Kasus bullying pada anak sekolah kembali terjadi. Kali ini, bocah kelas dua sekolah dasar (SD) di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, berinisial MW (8), diduga dikeroyok oleh tujuh kakak kelasnya hingga sempat jatuh koma.

Dilansir dari akun instagram @infomalangan, bocah tersebut bernama Marcello Widy Febrian. Bocah berumur tujuh tahun itu merupakan warga Desa Kalinyamat Jenggolo, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur

Perundungan terhadap Siswa SD kelas dua itu dilakukan oleh tujuh anak. Peristiwa itu terjadi pada hari Jumat, 11 Agustus 2022 lalu.

AKibat dikerotok tersebut, bocah SD kelas dua itu trauma dan ingin pindah sekolah.

Korban yang merupakan murid kelas dua SDN Jenggolo 1 kemudian dirawat di Rumah Sakit Islam Gondanglegi sejak tanggal 17 November 2022. Ia kemudian dinyatakan koma.

Dalam video yang diunggah oleh akun tersebut terlihat bocah laki-laki mengenakan kaos polo garis-garis tengah terbaring di kasur. Tampak di hidungnya diberi selang alat bantu pernafasan.

Sementara di tangannya terdapat infus. Bocah tersebut terlihat tidak merespon ketika tangannya dipegang. Matanya juga tampak sedikit terbuka.

Terdengar lantunan Al-Fatihah dari seorang perempuan yang diduga ibu dari bocah tersebut.

Melansir dari Suarajatim.id, diduga motif tujuh anak yang berhadapan dengan hukum (ABH) yang melakukan perundungan itu karena pemalakan.

MW (8), bocah yang duduk di kelas dua ini kapok tak mau lagi sekolah di tempatnya sekarang. Pengakuan itu disampaikan ayah korban, Edi Suhandi (ES), Kamis, 24 November 2022.

“Anaknya bilang mau pindah saja, sudah tidak mau sekolah di situ lagi,” tandasnya.

“Maunya dikeluarkan dari sekolah saja, karena takutnya membuat yang mau sekolah di situ jadi takut setelah mendengar berita ini,” imbuh ayah korban.

ES menyebutkan, Kapolres Malang telah menjenguk anaknya dan berharap proses hukum tetap berlanjut.

Sebab, dia menegaskan, apa yang dialami anaknya sudah fatal dan mengancam nyawa seseorang.

“Prosesnya tetap dilanjutkan sesuai hukum yang berlaku adil, biar jera gak ada timbul masalah yang lainnya ini korban paling fatal sebelumnya banyak korban, tapi gak ada yang berani bilang pihak sekolah, gak ada yang berani,” ujarnya.

Saat ini, bocah berinisial MWF (7) kondisinya sudah membaik dan sadarkan dini. Namun, ia masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Islam (RSI) Gondanglegi. (*)

Copy Editor: Riyaldi

 

Simak Video Lainnya dan Kunjungi YouTube BogordailyTV

 
Artikel ini telah dibaca 100 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Viral Suami Selingkuh, Beberkan Ingin Coba Rasa Baru dari Pasangan

4 Desember 2022 - 20:17 WIB

Suami Selingkuh

Geng Motor Serang Nobar Piala Dunia di Surabaya. Begini Kronologinya!

4 Desember 2022 - 10:37 WIB

Gengmotor Serang Nobar Piala Dunia di Surabaya. Begini Kronologinya!

Viral! Anak Punk Mabuk dan Berkelahi, Warga Resah

3 Desember 2022 - 22:23 WIB

Viral Seorang Nenek Ngamuk Tidak Dapat Bansos dari Pemerintah

3 Desember 2022 - 11:06 WIB

nenek ngamuk bansos

Ramai di Media Sosial, Begini Fakta Sebenarnya ‘Tenda Sakinah’ di Cianjur

2 Desember 2022 - 20:37 WIB

Fakta Tenda Sakinah

Viral Mengaku Debt Collector, Pria Ini Ingin Ambil Paksa Motor Warga di Setiabudi Bandung

2 Desember 2022 - 18:27 WIB

Trending di Viral