Liput Demo Anti Lockdown, Wartawan BBC Dianiaya Polisi China

Menu

Mode Gelap
Info Terkini Gempa Menurut BMKG, Sabtu 28  Januari 2023 Link Streaming Man City vs Arsenal, Aman dan Legal Catat, Ini Nomor Hotline Pengaduan Penculikan Anak di Kota Bogor Doa Buka Puasa Rajab 2023 dan Qadha Ramadhan Lengkap Pasar Kaget di Taman Heulang Dikeluhkan Warga, Sahib Khan Usulkan Relokasi

Internasional · 28 Nov 2022 19:51 WIB

Liput Demo Anti Lockdown, Wartawan BBC Dianiaya Polisi China


 Wartawan media Inggris BBC Edward Lawrence diserang oleh polisi selama meliput aksi anti lockdown di Shanghai, China, Minggu, 27 November 2022. (Hong Kong Free Press/Bogordaily.net) Perbesar

Wartawan media Inggris BBC Edward Lawrence diserang oleh polisi selama meliput aksi anti lockdown di Shanghai, China, Minggu, 27 November 2022. (Hong Kong Free Press/Bogordaily.net)

IIMS

Bogordaily.net – Seorang wartawan media Inggris BBC Edward Lawrence mengalami kejadian mengenaskan. Ia diserang oleh polisi elama meliput aksi anti lockdown di Shanghai, China, Minggu, 27 November 2022.

Sebuah rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan Lawrence tergeletak di tanah dianiaya oleh sejumlah petugas.

Laporan menyebut Lawrence juga ditangkap dan dibawa oleh polisi China. Sebuah klip video memperlihatkan ia dibawa pergi dengan borgol. Ia juga tampak meneriaki seseorang yang dikenal dan memintanya menelepon konsulat.

Setelah penangkapan Lawrence, BBC mengeluarkan pernyataan yang menyatakan sangat prihatin dengan perlakuan oleh polisi.

“Dia ditahan selama beberapa jam sebelum dibebaskan. Saat ditangkap, dia dipukuli dan ditendang oleh polisi. Ini terjadi saat dia bekerja sebagai jurnalis terakreditasi,” kata seorang juru bicara penyiar BBC, dikutip dari RMOL.

“Sangat mengkhawatirkan bahwa salah satu jurnalis kami diserang dengan cara ini saat menjalankan tugasnya,” tambahnya.

Sementara itu, pejabat China berdalih penangkapan Lawrence dilakukan untuk kebaikannya demi terhindar dari virus corona di kerumunan.

Sebelumnya, lockdown ketat atas kebijakan zero Covid-19 di China membuat warga di Xinjiang dan Beijing murka. Protes terjadi di tengah melonjaknya kasus harian Covid-19, bahkan mencapai rekor baru.

“Akhiri lockdown!” diserukan oleh massa yang turun ke jalan-jalan di ibukota Xinjiang, Urumqi pada Jumat malam, 25 November 2022. Mereka mengacungkan tinju ke udara sebagai bagian dari aksi protes.

Video yang tersebar memperlihatkan massa berkumpul di alun-alun sambil menyanyikan lagu kebangsaan Tiongkok.

Dikutip dari RMOL, Reuters memverifikasi bahwa rekaman video itu diterbitkan dari Urumqi, di mana banyak dari 4 juta penduduknya berada di bawah lockdown. Warga dilarang meninggalkan rumah mereka selama 100 hari.

Kemarahan warga semakin menjadi setelah kebakaran besar di gedung bertingkat tinggi di Urumqi pada Kamis, 24 November 2022 yang menewaskan 10 orang. Banyaknya korban jiwa diyakini lantaran warga tidak dapat melarikan diri tepat waktu karena sebagian gedung memberlakukan lockdown.

Pada Sabtu dini hari, 26 November 2022, pejabat Urumqi menggelar konferensi pers dengan menyebut kebijakan-kebijakan mengatakan Covid-19 tidak menghambat upaya penyelamatan diri.

Dari laporan The Globe and Mail, aksi protes juga meletus di Beijing. Beberapa orang melakukan aksi protes skala kecil dan menuntut pejabat setempat untuk mengakhiri lockdown.***

Copy Editor: Riyaldi Suhud

 

Simak Video Lainnya dan Kunjungi YouTube BogordailyTV

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Arkeolog Temukan Mumi Tertua Berlapis Emas, Lengkap di Mesir

29 January 2023 - 22:31 WIB

Mumi Tertua Berlapis emas

Bus Terjun ke Jurang di Peru, 25 Orang Tewas

29 January 2023 - 16:20 WIB

Lansia Pamijahan

Malaysia Diterjang Banjir, Belasan Ribu Warga Dievakuasi

27 January 2023 - 14:22 WIB

Seluas Kota London, Gunung Es di Antartika Pecah

26 January 2023 - 15:30 WIB

Gunung Es Antartika Pecah

Main Petak Umpet di Kontainer, Bocah Bangladesh Ini Ditemukan di Malaysia

26 January 2023 - 15:17 WIB

bocah main petak umper di Kontainer

Festival Layang-Layang di India, 6 Tewas Terjerat Benang

26 January 2023 - 02:25 WIB

Trending di Internasional