Raja Malaysia Resmi Tunjuk Anwar Ibrahim Jadi PM Baru Malaysia

Menu

Mode Gelap
Breaking News: Gempa M 6,4 Guncang Garut Piala Dunia 2022: Link Live Streaming Polandia vs Argentina Piala Dunia 2022: Ghana Sikut Korea Selatan 3-2 Merosot, Ini Harga Emas per Gram Hari Ini Lagi, Gempa Susulan Guncang Cianjur 21 Kali dalam Semalam

Internasional ยท 24 Nov 2022 13:25 WIB

Raja Malaysia Resmi Tunjuk Anwar Ibrahim Jadi PM Baru Malaysia


 PM Malaysia Perbesar

PM Malaysia

Bogordaily.net – Raja Malaysia Sultan Abdullah pada Kamis, 24 November 2022 resmi menunjuk Anwar Ibrahim sebagai perdana menteri baru Malaysia. Penunjukan Anwar sebagai PM ke-10 Malaysia ini diumumkan setelah Sultan Abdullah menggelar sidang dengan raja-raja Melayu dari sembilan negara bagian Malaysia.

Penunjukan Anwar Ibrahim sebagai PM Malaysia yang baru tercantum dalam pengumuman Istana Negara Malaysia.

“Seri Paduka Baginda telah memberi izin melantik Yang Berhormat Dato’ Seri Anwar bin Ibrahim sebagai Perdana Menteri Malaysia yang ke-10,” demikian bunyi penggalan pengumuman tersebut.

Sementara itu, Istana Negara dalam sebuah pernyataan yang dilansir The Star mengatakan Ketua Pakatan Harapan Anwar Ibrahim akan dilantik sebagai PM baru pada pukul 17.00 hari ini.

Keputusan raja Malaysia muncul setelah UMNO, partai utama koalisi Barisan Nasional (BN), setuju untuk mendukung pemerintah persatuan setelah pemilu dengan hasil yang tidak meyakinkan.

Diketahui bahwa Pasal 40 ayat 2(a) dan Pasal 43 ayat 2(a) pada Konstitusi Federal Malaysia mengatur soal wewenang Raja Malaysia untuk menunjuk Perdana Menteri yang diyakini memiliki dukungan mayoritas dalam parlemen atau Dewan Rakyat.

Ditunjuknya Anwar Ibrahim menjadi PM menyudahi drama lima hari sejak pemilu Malaysia digelar pada Sabtu, 19 November 2922, yang berakhir dengan tidak ada satu pun koalisi dengan cukup kursi untuk membentuk pemerintahan..

Berdasarkan hasil pemilu yang keluar pada Minggu, 20 November 2022, tak ada satu pun partai atau koalisi berhasil memegang mayoritas.

Menurut konstitusi Malaysia, untuk membentuk kabinet, partai atau koalisi perlu 112 suara dari total 222 kursi parlemen. Pemegang mayoritas ini yang berhak memberikan nama calon PM ke raja.

Dikutip dari South China Morning Post, Sultan Abdullah merasa puas bahwa Anwar dan koalisi Pakatan Harapan (PH) mendapatkan dukungan yang cukup dari sesama perwakilan terpilih untuk memimpin Malaysia selama lima tahun ke depan.

Anwar Ibrahim dipecat sebagai wakil perdana menteri oleh mentornya yaitu mantan PM Mahathir Mohamad pada 1998, meski dia sudah ditunjuk sebagai calon suksesor.

Pemecatan itu berujung dia dibui selama enam tahun karena kasus sodomi.

Anwar kemudian kembali ke kancah politik sebagai pemimpin oposisi Malaysia. Namun, ambisi politiknya kembali tersendat setelah dia kembali dijebloskan ke penjara untuk kali kedua pada Februari 2015 karena kasus sodomi.

Anwar baru dapat menghirup udara bebas setelah koalisi Pakatan Harapan pimpinannya meraih kemenangan mengejutkan pada pemilu Mei 2018.

Sesuai dengan kesepakatan politik dengan Mahathir, dia seharusnya menggantikan Mahathir setelah dua tahun, tetapi pemerintahan koalisi Pakatan Harapan kolaps pada Februari 2020. Anwar pun harus kembali menjadi pemimpin oposisi.

Anwar Ibrahim akan disumpah sebagai PM baru Malaysia pada Kamis, 24 November 2022 pukul 5 sore waktu setempat.(*)

Copy Editor: Riyaldi

 

Simak Video Lainnya dan Kunjungi YouTube BogordailyTV

 

 
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Deretan Penjara Termewah di Dunia, Ada Tempat Spa

3 Desember 2022 - 14:57 WIB

penjara termewah di dunia

Penyebab Followers Pengguna Twitter Alami Penurunan, Ternyata Karena Ini

2 Desember 2022 - 15:58 WIB

penurunan followers twitter

Perdana Menteri Spanyol Diteror Bom Surat

2 Desember 2022 - 11:50 WIB

Rumput Laut Baru Ditemukan di Perairan Dalam Antartika

1 Desember 2022 - 20:06 WIB

rumput laut antartika

Rayakan Kemenangan AS, Warga Iran Ditembak Mati

1 Desember 2022 - 12:23 WIB

bunuh diri di Mal Kuningan

PM Malaysia Anwar Ibrahim Belum Juga Punya Kabinet

1 Desember 2022 - 11:39 WIB

Trending di Internasional