Bogordaily.net – Terus bertambah, korban tewas akibat badai salju di Amerika Serikat (AS) mencapai 50 orang. Tercatat tambahan korban jiwa dilaporkan oleh otoritas di Buffalo, New York sebanyak 27 orang.
Cuaca ekstrem kali ini menjadi salah satu bencana terburuk dalam sejarah AS. Banyak korban kehilangan nyawa ketika terjebak di dalam mobil, rumah, dan juga tumpukan salju selama berhari-hari.
Sementara beberapa lainnya meninggal ketika mencoba menyekop salju. Ada juga beberapa yang akhirnya meninggal karena tim media terlambat datang.
Pejabat daerah Erie County, Mark Poloncarz menggambarkan badai salju tahun ini sebagai badai terburuk yang pernah terjadi dalam hidupnya, dan ia memperingatkan kemungkinan ada lebih banyak korban jiwa lagi yang belum ditemukan.
Poloncarz lebih lanjut mengatakan, meski siapapun memiliki banyak pasukan dan peralatan canggih, namun tidak ada yang bisa mereka lakukan selain berdiam diri di rumah, karena badai kali ini benar-benar sangat parah dan menakutkan.
“Tidak masalah jika Anda memiliki 1.000 peralatan lebih dan 10.000 personel, masih tidak ada yang dapat Anda lakukan pada periode (badai) ini, (karena) seburuk itu,” kata Poloncarz.
Penyelamatan saat ini masih terus berlangsung di tengah perkiraan Layanan Cuaca Nasional yang mengatakan bahwa salju setebal 23 sentimeter akan turun di beberapa wilayah AS pada hari ini, Sealsa 27 Desember 2022.
Menanggapi bencana cuaca ekstrem ini, para ilmuwan mengatakan bahwa krisis perubahan iklim kemungkinan berkontribusi pada intensitas badai yang menerjang AS saat ini.
“Itu karena atmosfer dapat membawa lebih banyak uap air, yang berfungsi sebagai bahan bakar,” ujar direktur Pusat Data Salju dan Es Nasional di University of Colorado, Boulder, Mark Serreze.
Selain itu menurut ahli meteorologi Layanan Cuaca Nasional Ashton Robinson Cook mengatakan, bantuan-bantuan rencananya mulai akan datang pada minggu ini, karena suhu diperkirakan akan mulai naik perlahan.***