Hendak Ambil Bansos, Warga Cigudeg Meninggal Dunia

Menu

Mode Gelap
Info Terkini Gempa Menurut BMKG, Sabtu 28  Januari 2023 Link Streaming Man City vs Arsenal, Aman dan Legal Catat, Ini Nomor Hotline Pengaduan Penculikan Anak di Kota Bogor Doa Buka Puasa Rajab 2023 dan Qadha Ramadhan Lengkap Pasar Kaget di Taman Heulang Dikeluhkan Warga, Sahib Khan Usulkan Relokasi

Kabupaten Bogor · 1 Dec 2022 16:50 WIB

Hendak Ambil Bansos, Warga Cigudeg Meninggal Dunia


 Kondisi Rumah Warga yang Meninggal Dunia saat Antre Bansos. (Ruslan/Bogordaily.net) Perbesar

Kondisi Rumah Warga yang Meninggal Dunia saat Antre Bansos. (Ruslan/Bogordaily.net)

IIMS

Bogordaily.net – Warga Kampung Parakan Tiga, Desa Sukaraksa Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor Bernama Omih 47 Tahun meninggal dunia saat mengantre bansos di Kantor Desa Sukaraksa, pada Kamis 1 Desember 2022. Sebelum menghembuskan nafas terakhir, korban sempat pingsan diduga karena kelelahan.

Sekdes sukaraksa Muhamad Reza menjelaskan kejadian benar dan ini memang tidak ada indikasi dorong-dorongan atau saling menginjak maupun membludak, karena warga tersebut mempunyai riwayat jantung.

“Memang ini momennya pas sedang penyaluran bantuan sosial dan untuk penyakit dari keterangan dokter jantung komplikasi dan sudah lansia juga,” ungkapnya ketika dikonfirmasi wartawan, Kamis 1 Desember 2022.

Ia menjelaskan, ketika kejadian korban sedang duduk kemudian jatuh pingsan dan diberikan pertolongan pertama serta dibawa ke puskesmas didampingi pihak Desa.

“Kejadian jam 10 pagi, ada saksi dan banyak orang dan tidak membludak, dorongan maupun saling menginjak karena kami sudah menentukan waktunya setiap zonasi dusun yang disalurkan,” jelasnya.

Namun untuk almarhumah sudah tidak ada anak-anaknya dan tak ada yg mewakili akhirnya beliau memaksakan dari keterangan keluarga sudah ada riwayat penyakit dan sering pingsan.

“Sekitar 57 tahun dan almarhumah meninggal kurang lebih 10.30 WIB,” kata dia.

Total KPM ada yang mendapatkan bantuan di Desa Sukaraksa sekitar 1090 dibagi zonasi, dengan jam tertentu dan dusun 3 pagi yang almarhumah meninggal.

“Setiap bantuan beda-beda, ada tiga item BLT BBM, sembako berikur PKH, dan variatif nominalnya ada Rp 900 ribu, Rp 1,5 juta, dan 1,1 juta. Kebetulan almarhumah mendapat yang BLT BBM sekitar Rp 900 ribu,” ungkapnya.

Dirinya menghimbau sepentingnya bantuan tetap jaga kesehatan, kalau memang sakit bisa diwakilkan jangan memaksakan, karena bantuan tidak selalu ada setiap waktu.

“Pembagian dilakukan selama satu hari dan sebetulnya desa hanya memfasilitasi yang punya hajatan kemensos dan kantor pos tapi karena tempat tidak layak diambil Desa sebagai tempat pembagiannya,” katanya.

(Ruslan)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Minibus Tabrak 2 Truk TNI di Puncak, Polisi Perkirakan Kerugian Capai Rp20 Juta

29 January 2023 - 17:59 WIB

Minibus Truk TNI Puncak

Pembangunan Mahkota Tugu Pancakarsa, Pemkab Bogor Anggaran Rp500 Juta

29 January 2023 - 15:07 WIB

Mau Cek Listrik, Petugas PLN Temukan Mayat di Jonggol! Berikut Kronologinya

29 January 2023 - 11:27 WIB

Mayat ditemukan di Jonggol

Harlah 1 Abad, Plt Bupati Bogor Dukung Penuh Kegiatan NU

28 January 2023 - 22:46 WIB

harlah NU

DPKPP Kejar Target Pembangunan RTLH di Kabupaten Bogor

28 January 2023 - 21:57 WIB

RTLH di Kabupaten Bogor

Aksi Pembacokan di Gunungsindur, Seorang Remaja Jadi Korban 

28 January 2023 - 21:53 WIB

Pembacokan Gunungsindur
Trending di Kabupaten Bogor