Thursday, 22 February 2024
HomeKota BogorRencana Tarif KRL Commuter Line Naik, Ini Kata Penumpang

Rencana Tarif KRL Commuter Line Naik, Ini Kata Penumpang

Bogordaily.net – Pemerintah merencanakan kenaikan tarif kereta rangkaian listrik () naik Jabodetabek menjadi Rp 5.000 per 25 kilometer pertama. Beberapa penumpang ada yang menolak dan setuju dengan wacana kenaikan tersebut.

Saran untuk menunda kenaikan tarif diungkap oleh salah seorang pengguna bernama Sandi. Pria asal Cilebut Bogor ini yang sehari-harinya bekerja di Jakarta, meminta pihak PT KAI meningkatkan pelayanan dan keamanan penumpang di dalam kereta.

“Kalau bisa (tarif) jangan naik dulu ya, pelayanan dulu ditingkatkan. Kalau bisa ditambah gerbongnya di jam-jam sibuk, biar ngga terlalu numpuk. Jadi peluang pelaku kejahatan juga berkurang, kayak copet, yang suka pelecehan seksual itu, mereka begitu karena berdesakan,” kata Sandi, warga Cilebut Bogor, kepada Bogordaily.net, Rabu 21 Desember 2022.

Sementara itu, pengguna lain, Lestari, mengungkapkan kenaikan tarif untuk ongkos comuterline dianggap wajar. Karena, fasilitas dan pelayanan untuk penumpang sudah membaik dari tahun ke tahun.

“Saya sih setuju-setuju saja ya, karena kan pelayanan sudah mulai baik, alhamdulillah. Dibanding sama kondisi beberapa tahun ke belakang, dari zaman masih ada kereta ekonomi, ada gerobak pedagang masuk kereta, banyak pengamen, Alhamdulillah sudah bagus sekarang,” kata Lestari ditemui di Stasiun Cilebut.

Sebelumnya diberitakan, tarif Commuter Line diperkirakan akan naik tahun depan. Berdasarkan informasi, tarif diperkirakan naik jadi di kisaran Rp 5.000 untuk 25 km pertama dan untuk tarif lanjutan 10 km berikutnya tetap di angka Rp 1.000.

Hal ini sebagaimana yang telah disampaikan oleh Plt Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Risal Wasal. Bahkan Risal menyatakan, sejatinya sudah ada Peraturan Menteri yang diteken soal kenaikan tarif .

“Insya Allah ada penyesuaian lah kami sudah siapkan Peraturan Menteri soal kemungkinan kenaikan penyesuaian tarif terhadap dan juga angkutan masal kereta api lainnya. Ini terkait PSO dan tarif pendek yang dibebankan ke masyarakat,” kata Risal dalam keterangan tertulisnya, Rabu 21 Desember 2022.

Dengan demikian, kenaikan tarif ini sudah dapat dipastikan dan pihaknya hanya tinggal menunggu waktu yang tepat untuk memutuskan tarif baru berlaku. Salah satu opsi waktunya, kenaikan tarif bisa dilakukan di sekitar awal 2023. (Albin Pandita)

Copy Editor: Riyaldi

 

Simak Video Lainnya dan Kunjungi YouTube BogordailyTV

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here