Sunday, 28 April 2024
HomeNasionalGerakan Anti Sampah “Yok Kita Gas”: BRI Sasar Pengelolaan Sampah Terpadu di...

Gerakan Anti Sampah “Yok Kita Gas”: BRI Sasar Pengelolaan Sampah Terpadu di Pasar Kesesi Pekalongan

Bogordaily.net – BRI melalui Corporate Social Responsibility (CSR) terus melakukan berbagai inisiatif, dalam mengatasi persoalan , melalui Gerakan Anti “Yok Kita Gas”. Program pengelolaan terpadu ini terintegrasi dengan program-program BRI lainnya.

Kali ini, implementasi Gerakan Anti “Yok Kita Gas” dilakukan di Pasar sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi masayarakat.

Gerakan ini sekaligus mensukseskan Hari Peduli yang diperingati setiap tanggal 21 Februari 2023 dan dilakukan di berbagai pasar wilayah Indonesia antara lain wilayah Semarang, Malang, Bandung, Surabaya dan Denpasar.

“Kami menyadari bahwa Pasar merupakan salah satu sarana publik tempat berlangsungnya aktivitas ekonomi masyarakat, dimana aktivitas di Pasar menimbulkan setiap hari. Oleh karena itu, kami mengajak pedagang maupun masyarakat yang beraktivitas di Pasar untuk menjaga kebersihan pasar dimana yang dihasilkan dapat dipilah dan diolah dengan tepat,” ungkap Corporate Secretary BRI Aestika Oryza Gunarto, yang hadir langsung menyaksikan dan meresmikan Program Gerakan Anti “Yok Kita Gas” di Pasar Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah pada Kamis, 16 Februari 2023.

Baca juga : Transformasi Digital Dorong BRI Bukukan Laba Rp51,4 Triliun

Di Pasar Kesesi BRI Peduli menyalurkan bantuan berupa penyediaan Tempat Terpilah, mesin daur ulang , pemberian shopping bag kepada pembeli, dan sekaligus juga melaksanakan kegiatan pelatihan pengelolaan sampah, serta kegiatan bersih bersih pasar sebagai bentuk dukungan untuk menjaga kondisi lingkungan pasar yang sehat.

“Melalui berbagai kegiatan tersebut diharapkan Pasar Kesesi menjadi Pasar yang sehat dan menjadi percontohan bagi pasar-pasar lainnya di Pekalongan. Kami terus mengajak dan mengedukasi masyarakat untuk bijak dalam mengelola sampah sehingga lingkungan Pasar dapat terjaga,” imbuhnya.

Sementara itu, M. Anigusyono, Kepala Pasar Kesesi mengungkapkan, saat ini terdapat 934 pedagang yang berjualan di Pasar Kesesi, Pekalongan. Para pedagang umumnya berjualan pakaian, sembako, sayur-sayuran, buah-buahan dan kebutuhan pokok lainnya.

“Kami menyambut baik gerakan anti sampah yang digalakan BRI dan kami berterima kasih kepada BRI yang sudah memberikan edukasi di Pasar kami. Hal ini tentu sangat membantu kami pengelola pasar untuk bersama sama berkolaborasi mengedukasi masyarakat yang mengunjungi pasar, maupun para pedagang untuk terus menjaga kesehatan dan kebersihan di lingkungan Pasar,” ungkapnya.

Asetika menambahkan, BRI Peduli juga turut mendukung aktivitas di pasar sebagai pusat ekonomi masyarakat dengan menyalurkan bantuan sarana prasarana pengembangan, bagi 12 (dua belas) pasar di Kabupaten Pekalongan.

“Semoga bantuan ini bisa mendukung kegiatan pasar di wilayah Pekalongan dan dapat membantu memajukan ekonomi masyarakat Pekalongan,” imbuhnya.

Ia juga menegaskan, sesuai arahan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI, program TJSL atau CSR BUMN diharapkan dapat fokus dan berdampak positif bagi lingkungan.

Baca juga : Kolaborasi dengan SRC, BRI Dukung Bisnis UMKM melalui Layanan Digital Payment

Sampah yang dibuang diharapkan dapat dikelola dan dimanfaatkan untuk menjadi energi listrik, didaur ulang menjadi industri kertas, dimanfaatkan untuk campuran aspal, bahan baku plastik atau untuk jenis organik, bisa dikelola menjadi kompos atau sumber energi listrik.

“Pengelolaan sampah yang berkelanjutan pada akhirnya dapat meningkatkan kesehatan masyarakat, energi bersih dan terjangkau, serta membantu penanganan perubahan iklim”, pungkas Aestika.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here